• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Kuning?

Apa Penyebab Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Kuning?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Bayi yang baru lahir ternyata memiliki risiko mengalami penyakit kuning. Ternyata, ada alasan di balik hal tersebut. Penyakit kuning pada bayi sebenarnya adalah hal yang normal terjadi. Sebab, bayi baru lahir mungkin memiliki kelebihan bilirubin di dalam darahnya. Bilirubin adalah unsur kuning, yaitu zat pemicu terjadinya penyakit kuning. 

Namun, umumnya kondisi ini akan membaik setelah beberapa saat dan kelebihan bilirubin yang terjadi akan kembali normal. Bilirubin terbentuk akibat sel darah yang tinggi pada bayi. Unsur kuning ini akan terbentuk ketika sel-sel darah merah yang tua dihancurkan. Penyakit kuning pada bayi baru lahir ditandai dengan kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning. 

Baca juga: Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi, Berbahaya atau Normal?


Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi


Penyakit kuning pada bayi baru lahir umumnya tidak berbahaya dan dapat pulih dengan sendirinya, biasanya bayi akan membaik dalam hitungan hari hingga minggu. Meski begitu, penyakit kuning pada bayi juga bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Maka dari itu, sebaiknya gejala kuning yang muncul sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. 

Kondisi ini juga ditandai dengan gejala lain, seperti perubahan urine menjadi kuning pekat, tinja berwarna pucat, serta telapak kaki dan tangan yang menjadi kuning. Sebenarnya, bilirubin sudah dimiliki bayi sejak berada di dalam kandungan. Namun, zat tersebut biasanya akan dikeluarkan oleh tubuh melalui plasenta. Nah, setelah bayi lahir proses tersebut pasti akan berubah.

Saat bayi baru lahir, organ tubuhnya belum sempurna terutama organ hati. Hal itulah yang akan menghambat proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan. Namun, biasanya kondisi ini tidak akan bertahan lama. Pada kasus yang jarang, penyakit kuning pada bayi yang baru lahir juga bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti sepsis, infeksi virus atau bakteri, kerusakan hati, pendarahan internal, hingga gangguan saluran empedu.  

Penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh gangguan pada pencernaan. Selain itu, risiko kondisi ini juga menjadi lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur atau lahir sebelum waktunya. 

Baca juga: Benarkah Bayi Lahir Prematur Berisiko Alami Kernikterus?


Risiko Kernikterus pada Bayi Kuning 


Tingginya kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir bisa meningkatkan risiko komplikasi kernikterus. Kondisi ini sangat berbahaya dan tidak boleh disepelekan begitu saja. Kernikterus adalah penyakit yang terjadi akibat tingginya kadar bilirubin di dalam darah. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh atau organ hati tidak dapat membuang bilirubin, sehingga terjadi penumpukan. 

Tingginya kadar bilirubin yang tidak tertangani dapat menyebabkan zat tersebut menumpuk pada otak dan berujung pada penyakit kernikterus. Kondisi ini tergolong jarang, tetapi sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. Kernikterus bisa berbahaya dan menyebabkan cedera pada otak bayi. Kondisi ini bisa memicu kondisi kesehatan bayi dalam jangka panjang. 

Seiring berjalannya waktu, kondisi ini juga bisa memicu terjadinya kelumpuhan otak alias cerebral palsy. Tak hanya itu, kernikterus juga dapat menimbulkan masalah pada gigi, gangguan pada penglihatan dan pendengaran, hingga keterbelakangan mental. Kondisi ini serius, sehingga penanganan medis perlu segera dilakukan pada bayi yang lahir dengan penyakit kuning. 

Baca juga: 3 Tindakan untuk Mencegah Kernikterus pada Bayi

Masih penasaran tentang penyakit kuning pada bayi baru lahir dan kaitannya dengan kadar bilirubin? Coba tanya pada dokter di aplikasi Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

 


Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Infant jaundice.
WebMD. Diakses pada 2020. Jaundice in Newborns (Hyperbilirubinemia).
National Organization of Rare DIsease. Diakses pada 2020. Kernicterus.