• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Efek Samping setelah Melakukan Hemodialisa?

Apa Saja Efek Samping setelah Melakukan Hemodialisa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Hemodialisa adalah prosedur pengobatan untuk seseorang yang mengidap gagal ginjal. Ketika seseorang mengalami gagal ginjal, ginjal mereka tentu sudah tidak mampu berfungsi dengan baik. Melalui prosedur ini, mesin hemodialisa akan menggantikan peran ginjal untuk menyaring limbah, garam, dan cairan dari darah.

Sayangnya, prosedur ini menimbulkan sejumlah efek samping. Meski begitu, tim perawat akan membantu pengidap untuk mengelola sebagian besar efek samping hemodialisa agar tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang. Berikut ini sejumlah efek samping yang mungkin ditimbulkan dari prosedur hemodialisa. 

Baca juga: Hal-Hal yang Dipersiapkan Sebelum Lakukan Hemodialisa

Efek Samping dari Prosedur Hemodialisa

Melansir dari Mayo Clinic, berikut sejumlah efek samping hemodialisa yang perlu diketahui :

1. Hipotensi

Penurunan tekanan darah adalah efek samping yang paling umum dari hemodialisa, terutama jika kamu mengidap diabetes. Tekanan darah rendah dapat disertai dengan sesak napas, kram perut, kram otot, mual, atau muntah.

2. Kram Otot

Meskipun penyebabnya tidak jelas, kram otot selama hemodialisa sering terjadi. Terkadang kram dapat diredakan dengan menyesuaikan asupan cairan dan natrium selama hemodialisa berlangsung.

3. Gatal

Banyak orang yang menjalani hemodialisa mengalami gatal-gatal pada kulit. Kondisi ini sering kali lebih buruk selama atau setelah prosedur.

4. Masalah Tidur

Orang yang menjalani hemodialisa juga kerap kesulitan tidur, atau bahkan mengalami napas berhenti saat tidur (sleep apnea). Kaki yang terasa sakit, tidak nyaman, atau gelisah juga bisa menyebabkan masalah tidur. 

5. Anemia

Kurangnya jumlah sel darah merah dalam darah (anemia) adalah komplikasi umum dari gagal ginjal dan hemodialisa. Ini terjadi ketika ginjal gagal mengurangi produksi hormon disebut erythropoietin, hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. Pembatasan diet, penyerapan zat besi yang buruk, tes darah yang terlalu sering, atau kurangnya asupan zat besi dan vitamin juga bisa menyebabkan anemia.

6. Masalah Kepadatan Tulang

Ketika ginjal yang rusak tidak mampu lagi memproses vitamin D yang membantu penyerapan kalsium, maka orang tersebut akan mengalami masalah kepadatan tulang. Selain itu, produksi hormon paratiroid berlebihan juga dapat mengurangi kadar kalsium dari tulang.

Baca juga: Tidak Asal Cuci Darah, Ini Prosedur Hemodialisis

7. Hipertensi

Saat seseorang mengonsumsi terlalu banyak garam atau terlalu banyak minum, tekanan darah tinggi kemungkinan akan memburuk dan menyebabkan masalah jantung atau stroke.

8. Kelebihan Cairan

Karena cairan dikeluarkan dari tubuh selama hemodialisa, minum lebih banyak cairan daripada yang disarankan saat prosedur hemodialisa dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung atau akumulasi cairan di paru-paru (edema paru).

9. Perikarditis

Pengidap gagal ginjal yang tidak rutin menjalani hemodialisa berisiko mengalami perikarditis. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

10. Hiperkalemia

Kalium adalah mineral yang biasanya dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal. Saat kamu mengonsumsi lebih banyak kalium daripada yang disarankan, tingkat kalium bisa menjadi terlalu tinggi. Dalam kasus yang parah, terlalu banyak kalium dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak.

11. Amiloidosis

Amiloidosis yang berhubungan dengan hemodialisa berkembang ketika protein dalam darah disimpan pada sendi dan tendon, menyebabkan nyeri, kekakuan, dan cairan pada sendi. Kondisi ini sering dialami orang-orang yang telah menjalani hemodialisa selama lebih dari lima tahun.

Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Lakukan Hemodialisa

Itulah sejumlah efek samping dari hemodialisa yang perlu kamu ketahui. Bila kamu punya pertanyaan lain mengenai prosedur ini, hubungi dokter di Halodoc saja. Lewat aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hemodialysis.
Healthline. Diakses pada 2020. What You Need to Know About Dialysis Side Effects.