26 May 2017

Apa Saja Penyebab Stroke? Ini 8 Jawabannya

Apa Saja Penyebab Stroke? Ini 9 Jawabannya

Halodoc, Jakarta - Stroke merupakan penyakit yang disebabkan karena  tidak berfungsinya jaringan otak dan  kurangnya aliran darah serta oksigen ke bagian otak yang terkena. Pada umumnya sebagian besar penyebab stroke bisa ditangkal dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut ini beberapa penyebab stroke yang tidak bisa diubah dan memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:

  • Anggota keluarga dekat Anda yang memiliki riwayat mengidap sakit stroke
  • Perokok
  • Obesitas
  • Mengidap Atrial Fibrillation
  • Orang yang telah berusia lebih dari 65 tahun
  • Memiliki penyakit diabetes melitus, tekanan darah tinggi, maupun kadar kolestrol yang tinggi
  • Pernah merasakan Transient Ischemic Attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan
  • Serangan jantung, kemungkinan risiko Anda terserang stroke lebih tinggi.

Penyakit stroke bisa terjadi karena sumbatan (iskemik) atau pendarahan (hemoragik). Hampir 70% kasus stroke akibat adanya pendarahan pada pengidap darah tinggi. Seperti yang dijelaskan di atas jika stroke bisa menyerang orang yang memiliki penyakit diabetes mellitus, dan kadar kolestrol tinggi, oleh karena itu perlu adanya pengaturan pola makan untuk mengontrol tekanan darah, kadar kolestrol dan kadar gula darah. 

Makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh dan garam tinggi harus dihindari karena termasuk makanan penyebab stroke.  Makanan-makanan tersebut bisa membuat terjadinya penimbunan kolestrol di dalam arteri, diabetes, obesitas, dan darah tinggi.

Kadar garam yang tinggi bisa mengakibatkan cairan tertahan di dalam pembuluh darah. Hal itu bisa membuat tekanan darah lebih tinggi. Oleh karenanya untuk menangkal atau mengontrol tekanan darah tinggi, perlu memakan makanan rendah garam. Aturan yang baik untuk mengonsumsi garam dapur (mengandung iodium) adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.

Berikut ini ada beberapa tips makan makanan rendah garam, yaitu jangan memasak dengan garam atau menambah garam pada makanan, dilarang makan makanan kalengan dan makan makanan seperti snack dan mie rebus.

Sebenarnya makanan yang baik dan disarankan bagi kesehatan adalah makanan yang memiliki kandungan lemak tidak jenuh, protein, serat, dan vitamin. Kandungan pada makanan tersebut bisa Anda peroleh pada daging rendah lemak seperti dada ayam, buah, sayur, minyak ikan, minyak zaitun, minyak nabati dari bunga matahari, biji rapa, kacang, dan biji-bijian.

Sementara makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi dan masuk kedalam makanan penyebab stroke diantaranya yaitu, makanan atau minuman yang bersantan, kue dan biskuit, krim, makanan yang mengandung kelapa atau minyak sawit, potongan daging yang berlemak, mentega, dan keju.

Tidak hanya dari pola makan saja yang harus dirubah ke arah yang lebih sehat. Tapi perlu juga ditambah olahraga secara teratur untuk membantu mencegah stroke dan dapat membuat jantung serta sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Mencegah stroke dengan olahraga bisa menjaga berat badan, tekanan darah, dan  menurunkan kolestrol. 

Lakukanlah pengecekkan kesehatan secara rutin agar penyakit stroke atau gejala lain yang tidak diinginkan bisa dideteksi sedini mungkin. Melakukan diskusi sekarang pun tidak perlu harus datang ke rumah sakit atau klinik. Karena sekarang sudah dimudahkan dengan hadirnya aplikasi online khusus kesehatan yaitu Halodoc. Lewat aplikasi Halodoc, Anda bisa berbincang soal kesehatan dengan dokter yang ahli dibidangnya. Diskusi bisa Anda lakukan dengan call, chat, atau video call. Anda juga bisa memesan obat menggunakan layanan Pharmacy Delivery yang ada dalam aplikasi Halodoc. Aplikasi ini  bisa di download pada App Store atau Google Play.