• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja yang Harus Dilakukan saat Mengalami Cedera Otot?

Apa Saja yang Harus Dilakukan saat Mengalami Cedera Otot?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apa Saja yang Harus Dilakukan saat Mengalami Cedera Otot?

Halodoc, Jakarta – Bagi seseorang yang rutin berolahraga, salah satu masalah yang berisiko besar untuk terjadi adalah cedera pada otot. Masalah yang paling umum terjadi adalah otot tertarik atau disebut juga kram. Tentu hal ini dapat mengganggu aktivitas harian jika tidak segera mendapatkan penanganan. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa hal yang dapat dilakukan saat mengalami cedera otot.

Beberapa Metode Penanganan saat Mengalami Cedera Otot

Cedera pada otot dapat disebabkan oleh ketegangan, tarikan, atau bahkan robekan yang menimbulkan kerusakan pada otot atau tendon yang menempel. Masalah ini dapat terjadi saat melakukan beberapa aktivitas, seperti mengangkat sesuatu yang berat secara tiba-tiba, kesalahan yang dilakukan saat berolahraga, hingga melakukan aktivitas fisik yang terlalu banyak.

Baca juga: Penting, Ketahui Perbedaan Nyeri Otot Biasa dan Cedera Otot

Seseorang dapat mengalami cedera pada otot karena robekan serat otot dan tendon sehingga merusak pembuluh darah kecil. Masalah ini dapat menimbulkan perdarahan lokal, memar, atau nyeri akibat iritasi pada ujung saraf di daerah tersebut. Maka dari itu, penting untuk segera melakukan pengobatan dini jika mengalami masalah ini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Berikut ini beberapa metode yang dapat dilakukan saat mengalami cedera otot:

1. Metode PRICE

Dipercaya jika metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, and Elevation), yang merupakan singkatan dari beberapa metode, yaitu perlindungan, istirahat, penerapan es, kompresi, dan elevasi dapat membantu cedera otot agar menjadi lebih baik. Berikut cara penerapan metode ini:

  • Pertama, lepaskan semua pakaian yang menyempit pada area otot yang tegang.
  • Kedua, lindungi otot yang tegang dari cedera lebih lanjut.
  • Ketiga, istirahatkan otot yang tegang dan hindari aktivitas lanjutan yang berpotensi memperparah masalah.
  • Keempat, terapkan es di area otot yang terasa sakit. Es dipercaya ampuh sebagai obat anti-inflamasi dan pereda nyeri. Tempelkan es dengan lapisan kain agar tidak langsung menyentuh kulit.
  • Kelima, kompresi dapat diterapkan dengan lembut dengan perban elastis untuk memberikan dukungan dan mengurangi pembengkakan. Namun, jangan dibungkus terlalu rapat.

Setelah itu, pastikan untuk meletakkan bagian yang cedera di tempat yang lebih tinggi untuk mengurangi pembengkakan. Contohnya, kamu dapat menyangga otot kaki yang tegang saat duduk. Pastikan juga untuk mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan nyeri otot atau membebani bagian tubuh yang bengkak, hingga perasaan sakitnya membaik secara signifikan.

Baca juga: Cara Menangani Nyeri Otot yang Bisa Dilakukan di Rumah

2. Konsumsi NSAID

Jika rasa sakit tidak tertahankan dan kamu masih harus beraktivitas, cobalah untuk mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Meski begitu, sebaiknya kamu bertanya pada dokter terlebih dahulu, terutama jika memiliki penyakit ginjal atau riwayat pada masalah perdarahan saluran cerna serta mengonsumsi obat pengencer darah. Untuk lebih aman, cobalah untuk mengonsumsi acetaminophen yang dapat mengurangi rasa sakit tanpa mengurangi peradangan.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan saat mengalami cedera otot. Untuk mencegah masalah ini ketika berolahraga, ada baiknya pemanasan terlebih dahulu sehingga otot-otot di tubuh lebih siap terhadap beban yang lebih berat atau tidak kaget secara tiba-tiba. Jika kamu sering mengalami masalah ini, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri.

Baca juga: Ketahui Perawatan Rumahan untuk Mengatasi Cedera Hamstring

Kamu juga dapat memeriksakan diri di beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan Halodoc untuk pemesanan secara online. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih rumah sakit terdekat dari rumah dan menyesuaikan jam yang diinginkan. Maka dari itu, nikmati kemudahan akses kesehatan melalui smartphone ini sekarang juga!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2021. Muscle Strain.
Healthline. Diakses pada 2021. Muscle Strains.