• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Menyebabkan Bayi Mengalami Hidung Tersumbat?

Apa yang Menyebabkan Bayi Mengalami Hidung Tersumbat?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apa yang Menyebabkan Bayi Mengalami Hidung Tersumbat?

“Bayi juga lebih mungkin mengalami hidung tersumbat daripada anak yang lebih besar karena saluran hidung dan saluran udara mereka kecil dan masih dalam proses perkembangan. Sebagian besar kasus hidung tersumbat pada pada bayi akan hilang dalam beberapa hari.”

Halodoc, Jakarta – Ada banyak kemungkinan yang menyebabkan bayi mengalami hidung tersumbat. Bayi dan balita sering terkena pilek karena mereka baru mulai membangun kekebalan terhadap virus umum. Meski begitu, ada banyak potensi penyebab hidung tersumbat lainnya.

Tanpa sengaja menghirup asap rokok, polutan, virus, dan iritan lainnya bisa menjadi penyebab bayi memproduksi lendir ekstra di hidung dan saluran udara mengalami iritasi. Informasi selengkapnya mengenai apa yang menyebabkan bayi mengalami hidung tersumbat bisa dibaca di sini!

Alergi sampai Lahir Prematur Pemicu Bayi Alami Hidung Tersumbat

Tadi sudah disebutkan beberapa hal yang memicu produksi lendir hidung pada bayi. Selain yang telah disebutkan sebelumnya, paparan udara kering dan kondisi cuaca lainnya juga dapat memicu bayi mengalami ketidaknyamanan saat bernapas. 

Baca juga: 5 Tindakan Efektif yang Bisa Menjadi Obat Pilek Anak

Bayi juga lebih mungkin mengalami hidung tersumbat daripada anak yang lebih besar karena saluran hidung dan saluran udara mereka kecil dan masih dalam proses perkembangan. Kesulitan bernapas pada bayi juga bisa disebabkan kondisi serius seperti: 

1. Asma.

2. Flu.

3. Radang paru-paru.

4. Fibrosis kistik.

5. Bronkiolitis, yang biasanya disebabkan oleh virus pernapasan (RSV).

6. Takipnea transien, yang biasanya hanya terjadi pada hari pertama atau kedua setelah lahir.

7. Bayi prematur, yang umumnya mengalami masalah hidung tersumbat ketimbang bayi yang lahir cukup bulan. 

Ketika bayi mengalami kesulitan bernapas karena hidung tersumbat, biasanya bayi akan mengalami gejala yang meliputi; tarikan napas cepat saat bernapas, sesak napas, batuk, dan kesulitan makan.

Baca juga: 4 Tahapan Perkembangan Kognitif Si Kecil dalam Teori Piaget

Kapan Kondisi Hidung Tersumbat Tanda Gangguan Serius?

Sebagian besar kasus hidung tersumbat pada pada bayi akan hilang dalam beberapa hari. Orangtua mungkin perlu ingin berbicara dengan dokter jika kondisi berlangsung semakin parah dan dalam jangka waktu yang lama. Ini terutama bila bayi terlihat tidak bisa bernapas. 

Bicaralah dengan dokter atau segera bawa anak ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan bila anak mengalami tanda-tanda masalah pernapasan seperti: 

1. Tingkat pernapasan lebih dari 60 napas per menit yang mengganggu saat makan atau tidur. Bayi secara alami bernapas lebih cepat daripada anak yang lebih besar, biasanya dengan kecepatan 40 napas per menit atau 20-40 napas saat tidur.

2. Pernapasan sangat cepat atau terlihat sulit yang membuat makan menjadi tidak normal.

3. Lubang hidung yang melebar, yang merupakan tanda bahwa bayi sedang berjuang untuk menghirup udara.

4. Retraksi, yang terjadi ketika tulang rusuk bayi mengisap setiap tarikan napas.

5. Mengerang atau mendengus setelah setiap napas.

6. Warna biru pada kulit, terutama di sekitar bibir atau lubang hidung.

Baca juga: 6 Gejala Serius pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Jika bayi tidak membasahi popoknya, mulai muntah, atau demam, hubungi dokter anak. Ibu juga bisa membuat janji bertemu dokter melalui aplikasi Halodoc! Hidung tersumbat dapat terjadi ketika pembuluh darah dan jaringan di rongga hidung terisi terlalu banyak cairan. Selain kesulitan tidur dan bernapas, kondisi ini bisa memicu infeksi sinus.

Warna cairan ingus bisa menjadi petunjuk. Keluarnya cairan bening dan encer bisa menjadi tanda kalau ini disebabkan oleh virus. Lendir dapat berubah menjadi putih, hijau, atau kuning selama beberapa hari sebelum menjadi jernih kembali. Informasi mengenai hidung tersumbat dan kesehatan bayi baru lahir bisa ditanyakan langsung lewat Halodoc ya!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about congestion in babies.
Medical News Today. Diakses pada 2021. How to Treat Your Baby’s Stuffy Nose.