Apakah Diet Keto Aman untuk Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apakah Diet Keto Aman untuk Dilakukan?

Halodoc, Jakarta - Diet menjadi salah satu cara banyak orang untuk mendapatkan berat badan ideal atau demi menjaga kesehatan tubuh. Banyaknya berbagai jenis diet di era yang semakin modern ini, membuat kamu harus pintar memilih. Nah, salah satu jenis diet yang kini banyak diminati adalah diet keto

Katanya, diet keto efektif untuk membantu menurunkan berat badan karena dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak. Sementara asupan proteinnya tetap dijaga dalam kadar seimbang. Pastinya, ada tujuan yang dicapai mengapa asupan lemak dalam diet ini ditingkatkan. Pertanyaannya, apakah diet ini terbilang aman untuk dilakukan?

Diet Keto, Amankah?

Tujuan dari peningkatan asumsi lemak dalam diet keto yaitu agar tubuh mencapai kondisi yang disebut ketosis. Ketika kondisi ini terjadi, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama karena asupan karbohidrat yang berkurang. Lemak ini akan diubah menjadi keton pada organ hati yang menjadi suplai energi utama untuk otak agar dapat bekerja dengan optimal. 

Baca juga: Ini 4 Penanda Bahwa Diet Keto Berhasil

Sebenarnya, diet keto terbilang aman untuk dilakukan, terutama untuk pengidap obesitas. Namun, menjalani diet ini harus berdasarkan pengawasan dan petunjuk dokter ahli gizi. Jadi, kamu tidak boleh asal melakukannya. Lebih baik kalau kamu bertanya dulu pada dokter tentang diet keto dan kondisi tubuh kamu, sehingga kamu mendapatkan manfaat yang optimal. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar tanya jawab dengan dokter ahli gizi semakin mudah dan tidak perlu menunggu lama. 

Pertimbangkan Risiko yang Mungkin Terjadi

Namun, tetap ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu jangka waktu menjalani jenis diet ini. Ada risiko yang mungkin terjadi apabila diet keto dilakukan dalam jangka panjang, di antaranya:

  • Tubuh kekurangan asupan karbohidrat sehat.

  • Tubuh kehilangan manfaat utama dari mineral dan vitamin yang sebenarnya sangat dibutuhkan.

  • Terjadi peningkatan risiko ketoasidosis.

  • Kemungkinan muncul gangguan ginjal apabila diet keto dijalani dengan konsumsi protein berlebihan dan dalam jangka waktu lama. 

Baca juga: Perlu Tahu, 6 Efek Samping Diet Keto

Kamu perlu tahu, bahwa ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada tubuh ketika kamu menjalani diet keto. Sebagai tahapan penyesuaian, kamu mungkin mengalami kondisi yang dikenal dengan keto flu, seperti tubuh menjadi mudah lemas, sulit tidur, mudah merasa gelisah, mual, sulit fokus dan konsentrasi, dan munculnya rasa lapar yang mengganggu. Namun, kondisi ini akan berkurang setelah beberapa waktu kamu terbiasa menjalani diet ini. 

Sebenarnya, menjalani diet jenis apa pun, termasuk diet keto, selalu ada manfaat dan risikonya. Jadi, jangan mudah tergiur dengan manfaat yang kamu dapatkan, karena kamu harus mempertimbangkan kondisi tubuh dan risiko yang mungkin dialami ketika melakukannya. Semakin cepat terjadi penurunan berat badan, maka risiko yang muncul pun semakin tinggi. 

Baca juga: 5 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Diet Keto

Jadi, selalu pahami kondisi tubuh kamu, ya. Jangan asal memilih diet tanpa memelajari dulu bagaimana pro dan kontra diet ini. Bagaimana pun, memiliki berat badan ideal tidak hanya dilakukan dengan diet, karena butuh pola hidup yang sehat untuk memaksimalkan hasil dari program diet yang kamu jalani. 

Referensi:
Net Doctor. Diakses pada 2020. The Ketogenic Diet: Is It Safe and Does It Work?
Health. Diakses pada 2020. The Ketogenic Diet Might be the Next Big Weight Loss Trend, but Should You Try It?
Healthline. Diakses pada 2020. The Keto Diet is Gaining Popularity, but Is It Safe?