• Home
  • /
  • Apakah Ibu Melahirkan Boleh Puasa Saat Nifas?

Apakah Ibu Melahirkan Boleh Puasa Saat Nifas?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apakah Ibu Melahirkan Boleh Puasa Saat Nifas?

Halodoc, Jakarta – Nifas adalah darah yang keluar dari rahim setelah seorang wanita melahirkan. Nifas adalah proses yang perlu ibu lalui setelah melahirkan untuk kembali ke keadaan seperti semula sebelum hamil. Masa ini dimulai kompilasi wanita telah mengeluarkan plasenta dan berlanjut hingga beberapa minggu kemudian.

Pada umumnya, nifas berlangsung selama 40 hari setelah persalinan. Lantas, apakah selama nifas ibu diperbolehkan untuk berpuasa? Ini sejumlah hal yang perlu ibu ketahui.

Baca juga: Normal atau Tidak, Keputihan Setelah Melahirkan

Alami Masa Nifas, Bolehkah Berpuasa?

Jika dilihat dari sudut pandang hukum agama Islam, ibu yang berada pada masa nifas tidak diperbolehkan puasa di bulan Ramadan. Ternyata, hal ini bisa dijelaskan dalam kacamata medis alasan wanita tidak diperbolehkan berpuasa selama masa nifas. Selama masa nifas, ibu mengalami perubahan fisik maupun emosional. 

Masa nifas adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan kekuatan tubuh pasca melahirkan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu. Pola makan sehat penting untuk mempercepat proses pemulihan dan memberi ibu energi untuk merawat Si Kecil yang baru lahir. Selain itu, nutrisi yang tercukupi juga mencegah perubahan suasana hati, sehingga risiko depresi pasca melahirkan dapat diminimalisir. 

Puasa mengharuskan seseorang untuk menahan haus dan lapar dalam waktu yang cukup lama. Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan selama masa nifas karena ibu perlu mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang untuk memulihkan kondisi setelah persalinan. Selain itu, puasa juga rentan menyebabkan dehidrasi. Ketika ini dialami oleh ibu yang sedang dalam nifas, dehidrasi tentu dapat memperparah kondisi fisik. 

Dehidrasi juga memengaruhi asupan cairan yang dibutuhkan untuk kelancaran produksi ASI. Faktor stres dan kelelahan dari mengurus Si Kecil juga perlu dipertimbangkan. Nah, puasa dapat membuat ibu stres dan kelelahan saat mengurus Si Kecil akibat tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh. 

Baca juga: Ingin Diet setelah Melahirkan, Ini Waktu Terbaik

Hal yang Terjadi Pada Tubuh Selama Masa Nifas

Melansir dari laman Parents, ibu perlu dua hingga tiga hari untuk buang air besar setelah melahirkan. Alasannya, setelah melahirkan otot-otot perut ibu melemah, usus mengalami trauma dan penggunaan obat penghilang rasa sakit dapat menyebabkan konstipasi. Untuk mencegah sembelit, ibu perlu rutin minum air putih setidaknya delapan gelas air sehari dan banyak konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian yang kaya serat. 

Kehamilan menyebabkan pembengkakan di tubuh dan peningkatan volume darah. Akibatnya, ibu juga lebih sering buang air kecil untuk mengeluarkan kelebihan cairan tersebut.  Hormon di dalam tubuh juga masih berfluktuasi. Hal ini menyebabkan kerontokan rambut, jerawat, emosi, dan keringat malam. Ibu yang memberikan ASI eksklusif mungkin mengalami pembengkakan pada puting sementara waktu.

Baca juga: Berhubungan Intim setelah Melahirkan, Perhatikan Ini

Selama masa pemulihan, beberapa wanita mengalami “baby blues” atau postpartum depression (PPD). Baby blues ditandai oleh perasaan sedih, putus asa, marah, dan gelisah. Ketika ibu mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya bicarakan dengan dokter. Lewat aplikasi Halodoc, ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Sutter Health Organization. Diakses pada 2020. Postpartum Nutrition.
The Guardian. Diakses pada 2020. How long will it take me to recover after giving birth?
Parents. Diakses pada 2020. What Postpartum Recovery Is Really Like.