• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Normal Jika Bayi Baru Lahir Tidur Terus? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Normal Jika Bayi Baru Lahir Tidur Terus? Ini Faktanya

Apakah Normal Jika Bayi Baru Lahir Tidur Terus? Ini Faktanya

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 November 2022

“Ada beberapa alasan mengapa bayi bayi lahir tidur lebih lama dari anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa. Mulai dari sedang menyesuaikan diri hingga kebutuhan untuk tumbuh kembangnya.”

Apakah Normal Jika Bayi Baru Lahir Tidur Terus? Ini FaktanyaApakah Normal Jika Bayi Baru Lahir Tidur Terus? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Pola tidur bayi yang baru lahir mungkin membingungkan bagi orang tua baru. Saat baru lahir ke dunia, bayi belum terbiasa dengan jadwal atau ritme siang dan malam yang khas. Oleh karena itu, mereka bisa tidur pada waktu-waktu yang terbalik dari kebanyakan orang pada umumnya.

Selain memiliki jadwal tidur yang berbeda, bayi baru lahir juga tidur lebih lama dari anak-anak atau orang dewasa. Nah, hal ini mungkin bisa membuat orang tua khawatir bila bayi mereka tidur terlalu lama. Namun, normal kah bila bayi baru lahir tidur terus? 

Normalkah Bayi Baru Lahir Tidur Terus?

Faktanya, bayi baru lahir tidur terus adalah hal yang sangat normal. Mereka memang membutuhkan tidur yang lebih lama untuk tumbuh kembangnya. Menurut The National Sleep, bayi baru lahir tidur terus durasi tidur tersebut bisa bervariasi pada tiap bayi. Beberapa bayi bahkan tidur hingga 18 jam setiap hari.

Ada beberapa alasan mengapa bayi baru lahir tidur terus, antara lain:

1. Menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru

Saat berada di dalam kandungan, bayi tidur sepanjang waktu karena tidak ada siang dan malam. Inilah mengapa setelah lahir, bayi baru lahir cenderung tidur terus. Bagiamanapun juga dunia adalah sesuatu yang baru yang terkadang bisa terlalu ‘berlebihan’ bagi bayi, yang terbiasa dengan kenyamanan di dalam rahim.

2. Memiliki REM yang berbeda

Rapid eye movement atau REM adalah kondisi ketika seseorang sudah kehilangan kesadarannya saat tidur. Di kondisi inilah kamu biasanya akan mengalami mimpi. Tidur REM bermanfaat untuk mengonsolidasikan ingatan dan sangat penting untuk perkembangan bayi.

Nah, bayi baru lahir memiliki durasi REM yang berbeda dengan anak yang lebih besar atau orang dewasa. Mereka berada di fase tersebut lebih singkat, tapi membutuhkan waktu yang lama untuk memasuki REM. Itulah mengapa bayi tidur terus, karena mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tidur dengan nyenyak.

3. Membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak

Bayi mengalami pertumbuhan yang pesat pada tahun pertama kehidupannya, dan tidur yang nyenyak berperan penting dalam hal tersebut.  Somatotropin adalah hormon pertumbuhan yang dilepaskan sepanjang hari, tetapi kira-kira 80 persen darinya dilepaskan segera setelah seorang anak atau remaja tidur. Itulah mengapa bayi perlu tidur yang lama untuk bertumbuh secara optimal.

Meski bayi baru lahir lebih banyak tidur sehari-hari, tapi biasanya mereka akan bangun ketika mereka perlu makan. Dalam beberapa minggu pertama, mereka mungkin bangun setiap 2-4 jam. Namun, seiring perut mereka membesar, mereka akan makan lebih banyak setiap kali menyusu dan hanya perlu bangun setiap 4-5 jam.

Tanda-tanda Tidur Bayi yang Perlu Diwaspadai

Orang tua tidak perlu khawatir bila bayi yang baru lahir tidur terus. Terkadang di bulan pertama, bayi bisa terlalu mengantuk. Hal yang paling penting adalah pastikan Si Kecil menyusu dengan baik, terlepas dari seberapa lama ia tidur.

Orang tua dianjurkan untuk waspada bila bayi tidak bangun untuk makan dan lebih memilih tidur. Ibu perlu ekstra hati-hati selama beberapa minggu pertama dan memantau perkembangannya.

Perhatikanlah popok bayi. Warna urine mereka tidak boleh terlalu kuning (kuning gelap adalah tanda bahwa bayi kurang minum), dan harus ada jumlah tinja yang cukup dengan warna yang normal, yaitu warna kuning dengan tekstur seperti biji.

Selain itu, ibu juga perlu memastikan bayi tidur terus bukan karena sakit. Pasalnya, penyakit kuning, infeksi, dan prosedur medis apa pun (imunisasi) bisa membuat bayi lebih mengantuk dari biasanya. Segera hubungi dokter juga bila bayi menunjukkan tanda-tanda masalah pernapasan, seperti terengah-engah atau mengi, bernapas sangat kencang, dan lain-lain.

Bila ada hal-hal lainnya yang terjadi pada bayi dan membuat ibu khawatir, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa tanya dokter spesialis anak dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. How Can I Tell if My Newborn Is Sleeping Too Much?
Parents. Diakses pada 2022. Is It Possible for Newborns to Sleep Too Much?.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2022. Newborn Sleep Patterns.
Blue Bell Baby Monitor. Diakses pada 2022. The importance of sleep in your baby’s first year