• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Sindrom HELLP pada Ibu Hamil Bisa Dicegah?

Apakah Sindrom HELLP pada Ibu Hamil Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ada banyak penyakit atau komplikasi kehamilan yang bisa mengintai ibu hamil. Salah satu yang cukup serius dan perlu diwaspadai adalah sindrom HELLP. Mengutip laman American Pregnancy Association, sindrom HELLP sering dikaitkan dengan preeklamsia. Padahal sebenarnya lebih serius dari itu. Sindrom ini adalah gabungan dari tiga kondisi, yaitu hemolisis, elevated liver enzymes, dan low platelet.

Hemolisis berarti pecahnya sel darah merah, elevated liver enzymes adalah tidak berfungsi dengan baiknya organ hati akibat peningkatan enzim, dan low platelet adalah kondisi ketika kadar trombosit dalam darah rendah. Sindrom HELLP biasanya terjadi pada trimester tiga kehamilan, dan butuh penanganan medis segera. Lantas, bisakah sindrom HELLP dicegah?

Baca juga: Ibu Hamil Idap Hipertensi Berisiko Alami Sindrom HELLP?

Sindrom HELLP Tidak Bisa Dicegah

Hingga saat ini, belum ada metode khusus yang bisa digunakan untuk mencegah sindrom HELLP. Hal ini karena penyebab dari sindrom ini saja masih belum diketahui secara pasti. Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah menjalani pola hidup sehat selama hamil, dan rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan. Agar lebih mudah, ibu hamil bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit, lho. 

Pemeriksaan kandungan secara rutin juga penting bagi ibu yang menjalani kehamilan berisiko, seperti:

  • Berusia lebih dari 35 tahun saat hamil.
  • Obesitas.
  • Sudah beberapa kali hamil.
  • Memiliki riwayat diabetes sebelumnya.
  • Mengidap penyakit ginjal.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Pernah mengalami preeklamsia atau sindrom HELLP di kehamilan sebelumnya. 

Seperti Apa Gejala Sindrom HELLP?

Salah satu yang membuat sindrom HELLP berbahaya adalah gejalanya yang sering kali tidak disadari, karena mirip dengan gejala gastroenteritis atau gangguan pencernaan biasa. Tak hanya itu, gejala sindrom HELLP pada setiap ibu hamil pun tidak selalu sama. 

Baca juga: Apa Penyebab Sindrom HELLP pada Ibu Hamil?

Namun, secara umum, berikut gejala sindrom HELLP yang biasa dialami ibu hamil:

  • Tubuh terasa lemah dan lesu.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Mual dan muntah. 
  • Sakit kepala.
  • Tangan dan wajah membengkak.
  • Berat badan mendadak naik.
  • Nyeri pada punggung. 
  • Terasa nyeri pada perut atau dada ketika menarik napas dalam-dalam.

Jika sudah parah, gejala sindrom HELLP juga bisa berupa kejang dan kebingungan. Penanganan oleh dokter sangat diperlukan jika sudah terjadi gejala seperti itu, untuk menghindari risiko komplikasi. Salah satu komplikasi terparah yang bisa terjadi adalah kematian, jika tidak ditangani segera.

Selain itu, sindrom HELLP juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius lainnya, seperti pecahnya organ hati, gagal ginjal, gagal pernapasan akut, edema paru, perdarahan hebat saat melahirkan, lepasnya plasenta dari rahim sebelum bayi lahir, dan stroke. Namun, meski sudah ditangani, kemungkinan komplikasi tetap ada. 

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Gejala Sindrom HELLP pada Ibu Hamil

Cara Menangani Sindrom HELLP

Setelah diagnosis dipastikan, penanganan yang bisa dilakukan dokter untuk ibu hamil dengan sindrom HELLP adalah segera melahirkan bayinya dengan operasi caesar, meski usia janin belum cukup.

Meski begitu, penanganan yang diberikan pada setiap pengidap sindrom HELLP bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan seberapa dekat dengan waktu persalinan. 

Jika dokter menilai sindrom HELLP yang dialami masih ringan atau usia janin masih di bawah 34 minggu, penanganan yang biasanya dilakukan adalah:

  • Memberikan transfusi darah untuk menangani anemia dan kadar platelet rendah.
  • Pemberian magnesium sulfat untuk mencegah terjadinya kejang.
  • Memberi obat antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah.
  • Memberi obat kortikosteroid untuk membantu perkembangan paru-paru janin, jika persalinan dini harus dilakukan.

Selanjutnya, dokter akan terus memantau kesehatan ibu dan janin secara intensif dengan memerhatikan kadar sel darah merah, platelet, dan enzim. Itulah sebabnya biasanya ibu hamil dengan sindrom HELLP akan disarankan untuk menjalani rawat inap. 

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. HELLP Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2020. HELLP Syndrome.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Preeclampsia.