• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Penanganan Pertama saat Mengalami Diare

10 Penanganan Pertama saat Mengalami Diare

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tak sedikit orang yang masih memandang remeh diare. Padahal, penyakit ‘sejuta umat’ ini bisa berdampak fatal terutama pada anak-anak, bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.

Diare ini bisa membuat seseorang mengalami kram perut, demam, penurunan berat badan, muntah, hingga dehidrasi. Lantas, bagaimana cara mengatasi diare? Seperti apa penanganan pertama saat mengalami diare yang perlu dilakukan? 

Baca juga: Ini Jenis Diare yang Bikin Dehidrasi dan BAB Encer

Cara Mengatasi Diare dengan Simpel

Pada beberapa kasus, diare ringan sebenarnya akan hilang dalam beberapa hari. Namun, ada pula diare yang dapat berlangsung lama. Pemicunya beragam seperti flu perut (stomach flu) atau pula diare kronis yang mesti diwaspadai. Hati-hati, kondisi ini bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan sehingga menyebabkan dehidrasi.

Nah, menurut ahli di National Institutes of Health, berikut ini penanganan pertama saat mengalami diare yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Minum 8 sampai 10 gelas air setiap hari.
  2. Minumlah setidaknya satu cangkir (240 mililiter) cairan setiap kali buang air besar.
  3. Makanlah makanan kecil sepanjang hari, bukan tiga kali makan besar.
  4. Makan beberapa makanan asin, seperti pretzel, sup, dan minuman larutan rehidrasi oral untuk mengatasi hilangnya cairan dan elektrolit karena diare. 
  5. Cara mengatasi diare bisa dengan mengasup makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti pisang, kentang tanpa kulit, dan jus buah.
  6. Jika mengalami diare yang sangat parah, berhenti mengonsumsi atau minum produk susu selama beberapa hari.
  7. Hindari makanan gorengan dan berminyak, buah dan sayuran yang menyebabkan gas. Contohnya brokoli, paprika, kacang-kacangan, kacang polong, beri, prune, buncis, sayuran berdaun hijau, dan jagung.
  8. Hindari kafein, alkohol, dan minuman berkarbonasi.
  9. Tanyakan kepada dokter apakah harus mengonsumsi multivitamin atau minuman olahraga (sports drinks) untuk meningkatkan nutrisi tubuh. 
  10. Hindari obat-obatan diare tanpa resep, kecuali dokter menyuruhmu untuk menggunakannya. 

Baca juga: Makanan yang Tepat saat Anak Diare

Selain cara-cara di atas, masih terdapat beberapa cara mengatasi diare lainnya yang bisa kamu coba. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Amati Gejala Diare Abnormal

Seperti penjelasan di atas, umumnya diare ringan akan sembuh dalam beberapa hari. Namun, bila diare tak kunjung membaik dan semakin parah, segera tanyakan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Nah, berikut ini gejala diare yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus:

  • Frekuensi urine menurun.
  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Mata cekung.
  • Air mata sedikit saat menangis.
  • Adanya darah atau nanah pada feses.
  • Feses berwarna hitam.
  • Sakit perut yang tidak kunjung sembuh setelah buang air besar.
  • Diare dengan demam di atas 38,33 derajat Celcius pada orang dewasa dan di atas 38 derajat Celcius pada anak-anak.
  • Baru bepergian ke luar negeri dan mengidap diare.
  • Diare semakin parah atau tidak membaik dalam waktu dua hari untuk bayi atau anak, atau lima hari untuk orang dewasa.
  • Bayi berusia di atas 3 bulan yang muntah selama lebih dari 12 jam.

Baca juga: Diare Menyerang, Obati dengan 6 Cara Ini

Hati-hati, dampak diare pada anak-anak dan lansia tak boleh dianggap remeh. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi yang bisa mengancam nyawanya. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 525 ribu anak (di bawah lima tahun) meninggal akibat diare tiap tahunnya. Sungguh mengkhawatirkan, bukan? 

Jadi, apabila ada anggota keluarga yang mengalami diare dan tak kunjung membaik, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. When you have diarrhea
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Diarrhea
National Health Service - Inform Scotland's Diakses pada 2020. 
WHO. Diakses pada 2020. Diarrhoeal disease - Key facts