Ini Jenis Diare yang Bikin Dehidrasi dan BAB Encer

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Jenis Diare yang Bikin Dehidrasi dan BAB Encer

Halodoc, Jakarta - Diare adalah penyakit yang cukup mengganggu. Seseorang dikatakan mengalami diare apabila ia mengalami peningkatan jumlah atau penurunan konsistensi dari tinja itu sendiri dalam waktu 24 jam. Diare yang berlangsung secara terus-menerus adalah kondisi yang cukup membahayakan, pasalnya ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi. Jangan membiarkan kondisi ini karena diare bikin dehidrasi yang dapat berbahaya bagi kondisi tubuhmu. 

Sebetulnya, semua jenis diare memiliki gejala yang mirip namun terdapat beberapa jenis yang berbeda. Dengan mengetahui jenis diare yang kamu alami, dokter bisa lebih mudah dan tepat dalam menentukan penyebab sekaligus menangani penyakit tersebut.

Baca Juga: Musim Hujan, Waspada 4 Penyebab Diare 

Jenis-Jenis Diare

Berikut beberapa jenis diare yang perlu kamu ketahui:

  • Diare Sekresi

Diare sekretorik terjadi akibat meningkatnya pengeluaran air dan elektrolit dari usus. Hal ini juga terjadi akibat menurunnya tingkat penyerapan usus. Akibatnya, seseorang mengalami dehidrasi dan bab yang encer. 

  • Diare Paradoxical

Diare jenis ini umumnya membuat pengidapnya kesulitan buang air besar. Meski begitu, pengidapnya tetap bisa mengeluarkan feses yang bersifat encer namun tetap bisa merasakan keluhan seperti sembelit.

  • Pseudodiarrhea

Jika kamu merasakan gejala buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari, berarti kamu tengah mengidap pseudodiarrhea. Penyebab diare jenis ini cukup banyak, mulai dari infeksi bakteri hingga konstipasi. Meski begitu, diare ini memiliki gejala yang hampir mirip dengan beberapa jenis diare lain yang umumnya adalah dehidrasi disertai tinja yang encer

Waspadai Komplikasi Akibat Dehidrasi

Jika dibiarkan, dehidrasi dapat memicu berbagai komplikasi yang serius, antara lain: 

  • Gangguan ginjal dan berkemih. Dehidrasi yang berlangsung secara terus menerus bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

  • Kejang. Mereka yang mengalami dehidrasi karena diare, biasanya mengalami ketidakseimbangan atau gangguan elektrolit seperti potasium dan sodium. Ketidakseimbangan ini kemudian bisa menyebabkan kontraksi otot hingga kehilangan kesadaran.

  • Syok Hipovolemik. Komplikasi ini bisa muncul akibat dehidrasi yang sangat serius. Syok hipovolemik inu akan menyebabkan penurunan volume darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan jumlah oksigen di dalam tubuh. Akibat yang paling fatal dari kondisi ini adalah kematian.

Tidak ingin mengalami komplikasi semacam ini kan? Oleh karena itu, penting untuk menemui dokter jika mengalami diare. Kamu bisa dengan mudah  buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat dan cepat membuatmu terhindar dari berbagai komplikasi berbahaya.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Disentri dan Diare 

Lantas, Bagaimana Cara Mencegah Dehidrasi Saat Diare?

Diare menyebabkan cairan tubuhmu hilang melalui tinja yang encer. Oleh karena itu, untuk mengembalikan cairan tubuh yang keluar tersebut, kamu memerlukan cairan yang tidak hanya mengandung air, tetapi juga ion.

Ion bisa didapatkan melalui minuman seperti minuman isotonik. Kamu bisa mengandalkannya untuk mengembalikan ion dan cairan yang hilang saat diare. Minuman isotonik mengandung ion serta gula yang hampir mirip dengan cairan tubuh. Sehingga, memudahkan tubuh untuk menyerap cairan, ion, serta gula yang ada di minuman tersebut.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Diare Kronis dengan Diare Akut

Terpenting dari penanganan diare adalah memastikan tubuh tidak mengalami kekurangan cairan, sekaligus menjaga keseimbangan ion. Penting juga diingat bahwa diare yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dehidrasi yang bahkan bisa menyebabkan kematian. Penting juga untuk melakukan beberapa upaya untuk mencegah diare supaya tidak sampai mengalami dehidrasi. Caranya antara lain:

  • Selalu mencuci tangan dalam berbagai kesempatan. Misalnya saat sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, setelah menggunakan toilet, atau setelah bersin dan batuk. Penting juga untuk menggunakan sabun dan air bersih, atau bila tidak tersedia sabun dan air, kamu bisa menggunakan hand-sanitizer.

  • Pastikan untuk selalu konsumsi makanan dan minuman yang sudah dimasak hingga matang. Hindari juga makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya seperti jajanan pinggir jalan.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Preventing Dehydration When You Have Diarrhea or Vomiting.
Everyday Health (Diakses pada 2019). Dehydration: A Complication That May Arise From Diarrhea.