• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 103 Orang Dinyatakan Sembuh dari Corona, Ini Kunci Penyembuhannya

103 Orang Dinyatakan Sembuh dari Corona, Ini Kunci Penyembuhannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Jumlah orang yang terinfeksi virus corona kian meningkat. Berdasarkan data dari National Health Commission of the People’s Republic of China, seperti dikutip dari situs The Wuhan Virus per 29 Januari 2019, jumlah orang yang dilaporkan terinfeksi adalah 6061 jiwa, dari 18 negara, dan 132 di antaranya meninggal dunia.

Meski angka kematian akibat infeksi virus corona semakin bertambah, jumlah pengidap yang dinyatakan sembuh pun meningkat. Hingga artikel ini ditulis, tercatat 103 pengidap infeksi corona di Cina berhasil sembuh. Hal ini sontak menimbulkan tanda tanya dan perbincangan, terutama di media sosial. Pasalnya, hingga saat ini belum ada obat untuk infeksi virus corona. Lalu, bagaimana caranya 103 orang di Cina itu bisa berhasil sembuh dari infeksi? 

Ya, obat ataupun vaksin yang efektif untuk menyembuhkan infeksi virus corona memang belum ada hingga saat ini. Hal ini pun dibenarkan oleh Center for Disease Control and Prevention. Oleh karena itu, pengidap infeksi virus corona biasanya hanya diberikan perawatan dan obat-obatan pendukung untuk meredakan gejala, menjaga asupan nutrisi, kebutuhan cairan tubuh, serta istirahat.

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

Kekuatan Sistem Kekebalan Tubuh Menjadi Kunci

Jika pengidap infeksi virus corona hanya bisa diberikan obat-obatan dan perawatan untuk meredakan gejala, berarti kemungkinan besar yang jadi kunci penyembuhannya adalah kekuatan sistem kekebalan tubuh. Dalam dunia medis, ada istilah fagositosis, yaitu kondisi ketika virus yang menginfeksi tubuh berhasil dikalahkan atau “ditelan” oleh sel-sel imun, sehingga virus tersebut mati.

Jadi, ketika sistem kekebalan tubuh seseorang berada pada kondisi yang optimal, tubuhnya kemungkinan besar dapat bertahan dan melawan serangan infeksi hingga virus mati. Masalahnya, setiap orang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang berbeda. Itulah sebabnya ada yang berhasil sembuh dan ada yang ketika virus menyerang, daya tahan tubuhnya sedang menurun, sehingga tak bisa bertahan dari serangan. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa menjaga keoptimalan sistem kekebalan tubuh adalah hal terpenting yang perlu dilakukan saat ini. Agar ketika virus apapun menyerang, tubuh dapat bertahan dan melawan balik. Soal menjaga kekebalan tubuh juga telah diimbau sejak beberapa hari lalu oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan Agus Putranto, yang dimuat dalam berbagai pemberitaan dalam negeri.

Baca juga: Jangan Panik, Virus Corona Tak Menular Lewat Barang Impor Cina

Tips Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Mengingat pentingnya kekuatan sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi virus corona, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga dan meningkatkannya:

1. Banyak Makan Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan 2 jenis makanan yang perlu banyak dikonsumsi, jika ingin meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini karena sayur dan buah memiliki kandungan vitamin dan mineral, yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

2. Rutin Olahraga

Penting tapi kerap disepelekan, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap harinya ternyata bisa bantu jaga kekebalan tubuh, lho. Jika terasa sulit dilakukan, cobalah untuk mulai aktif bergerak dan memilih banyak berjalan kaki ketimbang naik kendaraan dalam aktivitas sehari-hari.

3. Cukup Istirahat

Tahukah kamu? Kurang tidur nyatanya dapat membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menurun. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai mencukupi kuantitas dan kualitas tidur, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Baca juga: Wuhan Diisolasi, Ini Besar Ancaman Virus Corona ke Indonesia

4. Minum Vitamin

Mengonsumsi vitamin atau suplemen merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Agar lebih mudah dan cepat, kamu bisa membeli vitamin yang kamu butuhkan lewat aplikasi Halodoc.

5. Hindari Stres

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat membuat produksi hormon kortisol meningkat. Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, peningkatan hormon kortisol lambat laun dapat menyebabkan fungsi kekebalan tubuh menurun.

Referensi:
The Wuhan Virus. Diakses pada 2020. The Real-Time Infection and Death Numbers of Wuhan Virus.
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Coronavirus.
Verywell Health. Diakses pada 2020. 5 Ways to Boost Your Immune System Naturally.