• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Cara Mengatasi Keputihan yang Berbau Tidak Sedap
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Cara Mengatasi Keputihan yang Berbau Tidak Sedap

3 Cara Mengatasi Keputihan yang Berbau Tidak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Mei 2021
3 Cara Mengatasi Keputihan yang Berbau Tidak Sedap3 Cara Mengatasi Keputihan yang Berbau Tidak Sedap

Halodoc, Jakarta – Keputihan adalah hal yang normal pada wanita. Kondisi ini termasuk proses yang terjadi dalam sistem reproduksi wanita. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan yang dibuat oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim. Cairan ini membawa sel-sel mati dan bakteri. Jumlah, bau, dan warnanya pun dapat bervariasi tergantung pada waktu dalam siklus menstruasi wanita. 

Meski sebagian besar keputihan adalah normal, terkadang bau yang keluar saat mengalami keputihan membuat kamu tidak percaya diri dengan pasangan. Nah, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi keputihan yang berbau tidak sedap.

Baca juga: Tampon dan Pembalut, Mana yang Lebih Nyaman Digunakan?

Tips Mengatasi Keputihan yang Berbau Tidak Sedap

Keputihan yang berbau tidak sedap biasanya disebabkan oleh bakteri yang ada pada Miss V. Nah, untuk mengatasinya, berikut tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi keputihan yang berbau tidak sedap: 

1. Jaga Kebersihan Miss V

Pastikan kebersihan Miss V tetap terjaga dengan rutin membasuhnya. Selalu basuh Miss V dengan air mengalir dari arah depan ke belakang supaya bakteri pada anus tidak berpindah pada Miss V. Setelah itu, keringkan Miss V menggunakan handuk atau kain bersih supaya tidak lembap. Miss V yang lembap dapat memicu berkembangbiaknya bakteri penyebab bau tidak sedap.

2. Hindari Penggunaan Sabun Kewanitaan

Perlu kamu tahu bahwa Miss V merupakan organ yang mampu membersihkan dirinya sendiri. Kendati demikian, kamu tetap perlu membersihkannya sesekali dengan air bersih untuk menghilangkan bau. Namun, tak sedikit orang yang menggunakan sabun kewanitaan untuk menutupi bau Miss V. Padahal, sebagian besar sabun kewanitaan memiliki pH yang tidak sama dengan Miss V.

Baca juga: Waspada Bahaya Jarang Ganti Pembalut saat Menstruasi

Sabun kewanitaan juga umumnya ditambahkan dengan pewangi yang mengandung bahan kimia. Hal ini tentu dapat merusak keseimbangan pH dalam Miss V, sehingga memicu pertumbuhan bakteri lebih banyak. Lebih baik, basuh Miss V dengan air hangat saja sudah cukup.

3. Rutin Mengganti Pakaian Dalam

Selangkangan adalah salah satu area yang mudah berkeringat. Nah, timbulnya keringat inilah yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Oleh sebab itu, pastikan kamu rutin mengganti pakaian dalam. Sebaiknya pilih pakaian dalam yang berbahan seratus persen katun dan hindari mengenakan celana dalam berbahan satin, sutra, atau poliester yang tidak menyerap keringat. 

Baca juga: Kebiasaan Baik untuk Mencegah Keputihan

Jika tips tersebut tidak membantu, kamu mungkin perlu mencari penyebab utama keputihan yang kamu alami. Pasalnya, keputihan juga bisa disebabkan oleh penggunaan pil KB, stres emosional, infeksi atau olahraga yang berlebihan. Kamu juga bisa bicara dengan dokter lewat aplikasi Halodoc terkait kondisi yang kamu alami. Tak perlu repot ke rumah sakit, kamu dapat menghubungi dokter kapan pun kamu butuhkan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?
Healthline. Diakses pada 2021. 7 Tips When Dealing with Vaginal Odor.
Verywell Health. Diakses pada 2021. The Difference Between Normal and Abnormal Vaginal Discharge.