• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Fakta Menarik Sindrom Kaki Gelisah yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Fakta Menarik Sindrom Kaki Gelisah yang Perlu Diketahui

3 Fakta Menarik Sindrom Kaki Gelisah yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 Desember 2022

“Terdapat beberapa fakta menarik terkait kondisi sindrom kaki gelisah (RLS) yang perlu diketahui. Salah satunya adalah gejala sindrom kaki gelisah yang tak hanya soal menggerakan kaki.”

3 Fakta Menarik Sindrom Kaki Gelisah yang Perlu Diketahui3 Fakta Menarik Sindrom Kaki Gelisah yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Sindrom kaki gelisah atau penyakit Willis-Ekbom merupakan kondisi kesehatan yang membuat pengidapnya terpicu untuk menggerak-gerakan kakinya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya ketidaknyamanan pada bagian kaki.

Selain itu, dorongan atau keinginan pengidapnya untuk menggerakan kakinya muncul pada sore atau malam hari. Tepat ketika seseorang tengah duduk, atau berbaring di tempat tidur. Nah, sindrom kaki gelisah dapat berkembang pada usia berapa pun dan biasanya menjadi parah seiring bertambahnya usia. 

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat merusak kualitas tidur, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari pengidapnya. Nah, sebagai sebuah kondisi medis yang dianggap cukup unik, tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa faktanya, agar kamu dapat memahaminya lebih mendalam. 

Beberapa Fakta Menarik Seputar Sindrom Kaki Gelisah

Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait kondisi medis ini: 

1. Tak hanya soal menggerakan kaki

Gejala utama dari sindrom kaki gelisah adalah dorongan untuk menggerakkan kaki. Karakteristik umum gejala menyertai RLS meliputi:

  • Sensasi yang dimulai saat istirahat. Sensasi biasanya dimulai setelah pengidapnya berbaring atau duduk dalam waktu lama, seperti di dalam mobil, pesawat terbang, atau bioskop.
  • Mereda dengan gerakan. Sensasi atau keinginan untuk menggerakan kaki biasanya berkurang dengan gerakan tertentu. Misalnya seperti peregangan, goncangan kaki, mondar-mandir atau berjalan.
  • Kaki berkedut di malam hari. Gejala dari sindrom kaki gelisah biasanya akan memburuk di malam hari.  

Orang biasanya menggambarkan gejala RLS sebagai sensasi yang menarik dan tidak menyenangkan di tungkai atau kaki. Mereka biasanya terjadi di kedua sisi tubuh. Lebih jarang, sensasi memengaruhi lengan. Namun, tak hanya soal perasaan gelisah atau ketidaknyamanan untuk menggerakan kaki, kondisi ini juga menimbulkan sensasi lain. Mulai dari perasaan denyutan, sakit, gatal, atau seperti ada sengatan listrik dalam tubuh pengidapnya. 

Terkadang sensasinya sulit dijelaskan dan pengidapnya biasanya tidak menggambarkan kondisinya sebagai kram otot atau mati rasa. Namun, mereka secara konsisten menggambarkan keinginan untuk menggerakkan kaki.

2. Penyebabnya dapat diakibatkan oleh faktor tertentu

Sering kali, penyebab sindrom kaki gelisah tidak diketahui. Namun, peneliti menduga kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan dopamin pada susunan kimia otak. Dopamin sendiri merupakan senyawa yang berperan dalam mengirimkan pesan atau impuls untuk mengontrol gerakan otot. Selain itu, para ahli berpikiran kalau beberapa faktor lain juga dapat menjadi penyebabnya, yaitu: 

  • Keturunan

Kadang-kadang RLS diturunkan dalam keluarga, terutama jika kondisinya dimulai sebelum usia 40 tahun. 

  • Kehamilan

Kehamilan atau perubahan hormonal dapat memperburuk tanda dan gejala sindrom kaki gelisah untuk sementara. Beberapa wanita mengalami kondisi ini untuk pertama kalinya selama kehamilan, terutama selama trimester terakhir. Namun, gejala biasanya hilang setelah melahirkan.

3. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya

Pengobatannya disesuaikan dengan penyebab sindrom ini. Misalnya, jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan dopamin, dokter akan meresepkan obat yang berfungsi untuk meningkatkan dopamin di otak. Sementara itu, obat tidur atau relaksan otot juga dapat diresepkan guna membantu pengidapnya tidur lebih nyenyak. 

Itulah beberapa fakta dari sindrom kaki gelisah yang perlu diketahui. Mulai dari gejalanya yang tak hanya soal menggerakan kaki, penyebabnya yang dapat disebabkan oleh faktor tertentu, hingga pengobatannya yang dapat dilakukan.

Meski dianggap tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya kesulitan tidur. Hal ini tentunya akan berdampak pada produktivitas dan aktivitas sehari-hari pengidapnya. Karena itu, segeralah periksakan kondisi kesehatanmu jika kamu mengalami gejalanya. Apalagi jika keinginan untuk menggerakan kaki tak kunjung mereda. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc kamu bisa membuat janji temu dokter di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Restless legs syndrome. 
NHS. Diakses pada 2022. Restless legs syndrome.