• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Kondisi yang Membuat Anak Rentan Alami Hidrosefalus

3 Kondisi yang Membuat Anak Rentan Alami Hidrosefalus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Banyak hal yang perlu dijaga oleh ibu hamil selama menjalani kehamilan, mulai dari pola makan seimbang, kebersihan diri, serta kebersihan lingkungan menjadi hal yang cukup penting agar ibu terhindar dari berbagai risiko penyakit maupun infeksi. Sebaiknya waspada ketika ibu hamil mengalami infeksi yang disebabkan oleh virus penyebab penyakit rubella maupun sifilis. Tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu hamil, infeksi virus ini juga dapat menyebabkan risiko gangguan kesehatan pada bayi dalam kandungan.

Baca juga: Terserang Hidrosefalus, Bisakah Disembuhkan?

Salah satu kondisi yang dapat disebabkan paparan virus rubella maupun sifilis pada bayi dalam kandungan adalah hidrosefalus. Kondisi ini merupakan penumpukan cairan pada rongga otak sehingga menyebabkan tekanan pada otak. Hidrosefalus pada bayi rentan mengakibatkan ukuran kepala bayi menjadi membesar. Untuk itu, ibu perlu mengetahui kondisi yang dapat memicu hidrosefalus pada bayi serta penanganan yang tepat. Berikut ulasanya.

Inilah Kondisi yang Memicu Hidrosefalus pada Anak

Otak menjadi salah satu organ yang memproduksi cairan terus-menerus yang kemudian akan diserap oleh pembuluh darah. Fungsi cairan atau cerebrospinal fluid pada otak cukup penting, seperti melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan otak, serta membuang limbah dari otak. Penyerapan cairan yang tidak berjalan dengan optimal akan menyebabkan penumpukan cairan yang mengakibatkan seseorang mengalami hidrosefalus.

Kondisi ini menyebabkan cairan terlalu banyak dalam otak dan terjadi penumpukan. Akibatnya, tekanan dalam otak menjadi meningkat. Ada berbagai faktor pemicu yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hidrosefalus, seperti memiliki gangguan pada otak serta adanya penyumbatan aliran cairan pada otak.

Lalu, apa yang memicu anak-anak dapat mengalami hidrosefalus? Melansir Mayo Clinic, ada beberapa penyebab yang menjadi pemicu kondisi ini pada anak-anak, seperti:

  1. Adanya perkembangan sistem saraf pusat yang tidak normal sehingga dapat menyebabkan hambatan dari aliran cairan serebrospinal.
  2. Adanya perdarahan yang terjadi pada otak akibat proses kelahiran prematur.
  3. Adanya infeksi yang memengaruhi kondisi kehamilan, seperti infeksi rubella maupun sifilis, yang dapat memicu peradangan pada jaringan otak. 

Baca juga: Kurang Gizi Bisa Sebabkan Hidrosefalus pada Janin?

Kenali Gejala Hidrosefalus pada Anak

Melansir Children Health, kondisi ini nyatanya bisa dideteksi oleh ibu saat kehamilan memasuki usia trimester ketiga. Untuk itu, sangat penting rutin melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan di rumah sakit terdekat agar gangguan yang dialami oleh ibu maupun bayi dalam kandungan dapat segera terdeteksi dan diberikan penanganan dengan tepat.

Gejala yang akan dialami oleh pengidap hidrosefalus nyatanya akan berbeda-beda dan disesuaikan dengan usia. Pada usia bayi, biasanya akan terlihat pada ukuran kepala yang lebih besar dibandingkan anak normal lainnya. Tidak hanya itu, ukuran kepala juga akan membesar lebih cepat. Bayi dengan hidrosefalus juga akan memiliki bagian lunak di atas kepala.

Selain terlihat pada ukuran kepala, bayi juga akan rentan mengalami muntah, sulit tidur, susah mengonsumsi ASI, kelopak mata yang terlihat menutup, dan gangguan perkembangan. Sedangkan pada anak-anak yang lebih besar, biasanya akan mengalami keluhan sakit kepala yang cukup sering, gangguan penglihatan, ukuran kepala yang kurang normal, gangguan keseimbangan, hingga gangguan perkembangan berjalan dan berbicara.

Adanya gangguan tumbuh kembang pada anak bukan hanya menjadi gejala penyakit hidrosefalus. Sebaiknya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung dengan dokter spesialis anak untuk memastikan penyebab tumbuh kembang tidak sesuai dengan usia anak. Dengan begitu, ibu akan lebih cepat untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada anak.

Baca juga: Bukan Cuma Bayi, Orang Dewasa juga Bisa Terkena Hidrosefalus

Jika kondisi ini menjadi salah satu gejala dari hidrosefalus, tentunya anak dapat melakukan berbagai pengobatan, seperti pemasangan shunt hingga mengatasi penyumbatan yang terjadi pada otak. Jangan lupa untuk lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala saat menjalani kehamilan untuk mencegah berbagai gangguan penyakit yang dapat dialami oleh anak.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hydrocephalus.
Children Health. Diakses pada 2020. Pediatric Hydrocephalus.