• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara

3 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah merasa payudara memiliki bentuk yang tidak seharusnya, atau kadang terasa sakit saat disentuh pada area tertentu? Penting untuk menyadari kondisi ini, apalagi jika gejala seperti nyeri semakin parah karena bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami masalah pada payudara, misalnya yang membahayakan adalah kanker payudara

Deteksi dini kanker payudara menjadi hal yang wajib bagi setiap wanita. Semakin dini penyakit ini terdeteksi, semakin cepat pula penanganan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran yang mungkin terjadi. Namun, bagaimana langkah yang tepat untuk mendeteksi dini kanker payudara? Untuk lebih lengkapnya baca ulasan berikut ini!

Baca juga: 4 Gerakan Olahraga untuk Mengencangkan Payudara

Apa Saja Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara?

Banyak wanita yang bingung terhadap gejala yang dirasakannya, apakah disebabkan oleh kanker payudara atau menstruasi. Faktanya, perasaan berbeda dirasakan pada payudara wanita yang tengah memasuki periode dengan mengidap penyakit berbahaya ini. Wanita akan merasa bahwa payudara mengencang dan lebih padat, hingga disertai pembengkakan pada puting serta area di sekitarnya.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin?

Pemeriksaan wajib kamu lakukan untuk mengetahui bentuk payudara normal, menyadari ada tidaknya perubahan pada payudara, dan agar perubahan apa pun bisa segera dikonsultasikan dan tidak terlambat ditangani. Dengan melakukan deteksi dini payudara, banyak wanita berhasil selamat dari kanker payudara. 

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah terdapat perubahan fisik pada payudara. Proses ini pemeriksaan ini dilakukan supaya semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius bisa segera ditangani.

Waktu yang tepat untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah periode menstruasi berakhir. Pada masa menstruasi, kadar hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang. Nah, beberapa cara untuk yang bisa dilakukan untuk melakukan pemeriksaan, antara lain: 

  • Pemeriksaan di Depan Cermin. Kamu hanya membutuhkan cermin dan pencahayaan ruangan yang baik. Berdirilah di depan kaca, lalu buka pakaian dari pinggang ke atas. Perhatikan dengan seksama kondisi payudara kamu. Kebanyakan wanita umumnya memiliki ukuran payudara yang tidak sama besarnya. Kemudian, coba berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan, warna kulit, dan bentuk puting payudara. Periksa juga apakah terdapat cairan yang keluar dari puting dengan cara menempatkan jempol dan jari telunjuk di sekitar puting, lalu tekan perlahan. Ulangi pada payudara yang lain.
  • Saat Mandi. Kamu bisa memeriksa payudara saat mandi. Busa sabun bisa memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan payudara. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. 
  • Berbaring. Pemeriksaan SADARI bisa dilakukan dengan cara berbaring sebab saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa. Sambil berbaring, kamu bisa menempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Gunakanlah losion untuk memijat payudara dan pijatlah dengan gerakan sesuai arah jam. Lakukan hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba. Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, tetapi sebagian besar perubahan fisik tidak selalu mengarah pada kanker. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan ini. 

Jika kamu masih ragu saat melakukan pemeriksaan sendiri, pemesanan pemeriksaan fisik di rumah sakit dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan terhadap akses kesehatan bisa didapatkan hanya dengan penggunaan smartphone. Segera unduh aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Adakah Cara Membesarkan Payudara Secara Medis?

Apa Saja Kondisi yang Dicurigai Kanker Payudara?

Benjolan atau perubahan pada payudara bisa banyak penyebabnya, tetapi kebanyakan tidak menyebabkan kondisi yang serius. Namun, kanker yang terlambat ditangani bisa membawa dampak yang sangat serius. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika terdapat beberapa kondisi ini: 

  • Benjolan keras pada payudara atau ketiak;
  • Perubahan pada permukaan kulit seperti berkerut, atau terdapat cekungan;
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika mengangkat payudara atau menggerakkan lengan;
  • Keluar cairan dari puting payudara, tetapi bukan ASI;
  • Keluar darah dari puting;
  • Terdapat bagian puting yang memerah dan menjadi lembap, serta tidak kunjung berubah menjadi seperti semula;
  • Puting berubah bentuk, misalnya menjadi melesak ke dalam;
  • Ruam di sekitar puting;
  • Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada payudara.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Benjolan Payudara

Nah, sekarang kamu dapat melakukan pemeriksaan fisik sendiri dengan menerapkan beberapa cara yang telah disebutkan. Dengan mendapatkan pemeriksaan dini, diharapkan kanker payudara yang terjadi dapat segera teratasi. Jadi, dampak buruk yang mungkin saja terjadi dapat mampu dihindari. Kamu juga dapat melakukan pemeriksaan rutin tahunan untuk memastikan kesehatan secara keseluruhan.

Referensi:
Mainline Health. Diakses pada 2021. Breast Cancer Testing- Types of Breast Cancer Test.
National Breast Cancer. Diakses pada 2021. Breast Self Exam.