• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi & Cara Penanganannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi & Cara Penanganannya

3 Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi & Cara Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Februari 2022
3 Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi & Cara Penanganannya3 Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi & Cara Penanganannya

“Terdapat beberapa masalah kulit bayi yang umum terjadi. Salah satunya seperti ruam popok yang ditandai dengan kulit berwarna merah pada area popok. Agar dapat mengatasinya, ibu perlu membersihkan kulit Si Kecil menggunakan sabun khusus bayi dengan kandungan kimia yang ringan dan jangan menggosoknya.”

Halodoc, Jakarta – Kebersihan dan kesehatan kulit bayi merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika mengurus bayi. Sebab, kulit bayi yang baru lahir memang rentan untuk mengalami ruam kulit atau masalah kulit lainnya. Namun, ibu tidak perlu khawatir karena biasanya sebagian besar ruam tersebut tidaklah berbahaya. 

Meski begitu, rasa gatal akibat masalah kulit tertentu tentu dapat membuat Si kecil menggaruk kulitnya secara refleks. Hal ini tentunya berisiko menyebabkan lecet pada kulitnya. Maka dari itu, penting bagi ibu untuk mengetahui apa saja masalah kulit bayi yang umum terjadi, sekaligus cara penanganannya. Yuk ketahui informasinya di sini! 

Beberapa Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi 

Pada umumnya, bayi rentan untuk mengalami masalah kulit seperti jerawat, biang keringat, hingga ruam popok. Nah, berikut adalah penjabaran dan cara penanganannya, yaitu: 

1. Munculnya Jerawat

Tentunya jerawat pada bayi berbeda dengan yang terjadi pada kulit remaja dan orang dewasa. Jerawat pada bayi didefinisikan sebagai benjolan merah kecil atau jerawat yang berkembang di wajah atau tubuh (biasanya punggung) si kecil. Sebenarnya jerawat pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi. Meski demikian, penyebab masalah kulit bayi ini masih belum diketahui secara pasti.

Biasanya jerawat bayi dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, sehingga tidak membutuhkan perawatan medis. Akan tetapi, jika jerawat bayi tak kunjung membaik setelah beberapa bulan, maka dokter biasanya akan merekomendasikan krim obat atau perawatan lain. Penting untuk tidak mencoba memberikan Si Kecil obat yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebab, beberapa produk penghilang jerawat dapat merusak kulit bayi yang halus. 

Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan wajah bayi. Hal ini bisa dilakukan dengan mencuci muka bayi setiap hari dengan air hangat dan sabun bayi yang lembut. Ibu juga perlu menghindari mencubit atau menggosok jerawat karena  dapat menyebabkan lebih banyak iritasi atau infeksi.

2. Biang Keringat

Biang keringat merupakan ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal dan bisa menyebabkan sensasi tidak nyaman seperti menyengat atau perih. Biang keringat bisa muncul di bagian mana saja pada tubuh seseorang, tapi pada umumnya muncul di area leher, wajah, punggung, dada, atau paha. Masalah kulit bayi yang satu ini biasanya muncul beberapa hari setelah terpapar suhu panas. Biang keringat biasanya muncul pada tubuh bayi dan anak-anak, karena kelenjar keringat mereka belum sepenuhnya berkembang.

Ibu bisa mengatasi biang keringat pada Si Kecil dengan beberapa cara. Misalnya seperti menggunakan baju yang longgar pada buah hati, menggunakan handuk berbahan katun untuk menyerap keringatnya, hingga memandikan si kecil dengan air hangat. Selain itu, ibu juga dapat menggunakan bedak yang mengandung Witch Hazel dan Calamine untuk bayi ibu. 

Hal ini lantaran kandungan Witch Hazel berguna untuk kulit yang tengah mengalami gatal-gatal, luka akibat gigitan serangga, memar, inflamasi atau pembengkakan, dan iritasi kulit lainnya. Sementara itu, kandungan Calamine bersifat menenangkan dan melindungi kulit dari iritasi kulit ringan, seperti biang keringat. 

3. Ruam Popok

Ruam popok disebabkan karena adanya gesekan kulit si kecil yang sensitif dengan popok yang sudah basah. Di samping itu, ruam popok juga dapat disebabkan karena jamur dan alergi (terhadap tisu, popok, deterjen, sabun, losion). Biasanya ruam popok terjadi pada bayi dan anak-anak yang usianya di bawah usia 2 tahun. Kondisi ini ditandai dengan kulit berwarna merah pada area popok.

Agar dapat mengatasinya, ibu perlu membersihkan kulit Si Kecil menggunakan sabun khusus bayi dengan kandungan kimia yang ringan dan jangan menggosoknya. Sebab, menggosok kulit bayi dapat menyebabkan iritasi. Selain itu, penting bagi ibu untuk secara rutin mengganti popok bayi agar kulitnya tetap kering dan bersih. Hindari pula penggunaan tisu yang mengandung alkohol atau pewangi, saat membersihkan kulit Si Kecil. 

Ibu juga bisa menggunakan krim khusus dengan kandungan Zinc Oxide, Allantoin, dan juga Witch Hazel. Zinc Oxide berguna untuk untuk mengobati dan mencegah ruam popok, sedangkan Allantoin dan Witch Hazel juga dipercaya bisa mengobati ruam popok pada si kecil dan iritasi kulit ringan lainnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai tiga masalah kulit bayi yang umum terjadi dan cara penanganannya. Mulai dari munculnya jerawat bayi, biang keringat, hingga ruam popok. Merawat kulit bayi tentunya membutuhkan kehati-hatian karena kulitnya masih sensitif. 

Jika Si Kecil mengalami salah satu dari masalah kulit tersebut dan tak lekas membaik, segeralah memeriksakan dirinya ke dokter spesialis anak. Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihan ibu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang! 

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Baby acne
Raising Children.net.au. Diakses pada 2022. Heat rash
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Diaper rash
Parenting First Cry. Diakses pada 2022. 20 Amazing Benefits of Calamine Lotion for Babies
Healthline. Diakses pada 2022. 8 Benefits and Uses of Witch Hazel