• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Menjaga Kebersihan Rongga Mulut

3 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Menjaga Kebersihan Rongga Mulut

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Menurut The Global Burden of Disease Study 2016, masalah kesehatan gigi dan mulut, khususnya karies gigi, dialami hampir dari setengah populasi dunia, yaitu 3,58 miliar orang. Sedangkan di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sekitar 57,6 persen masyarakat mengaku mengalami masalah gigi dan mulut.

Sayangnya, masalah Kesehatan mulut dan gigi ini seringkali diabaikan. Padahal, kalau enggak ditangani secara tepat bisa mengakibatkan gangguan kesehatan serius. Beberapa masalah Kesehatan akibat mulut dan gigi adalah sebagai berikut:

Baca juga: Ini 5 Gangguan Mulut dan Gigi yang Berbahaya

1. Picu Masalah Jantung

Penyakit penyakit jantung sering dihubungkan hipertensi atau kolesterol tinggi. Namun, menurut studi dalam Journal of The American Heart Association, gangguan kesehatan pada mulut dan gigi dapat menyebabkan risiko penyakit pada jantung.

Hal ini disebabkan oleh gigi berlubang atau infeksi pada gusi atau periodontitis. Infeksi bakteri akibat terbentuknya kantung yang berisi nanah di dekat akar gigi ini bisa menyebar ke anggota tubuh lain termasuk jantung.

Beberapa bakteri yang dapat sebabkan gigi berlubang yaitu, Lactobacillus acidophilus, Streptococcus, dan Odontomyces viscosus. Bakteri ini bisa masuk melalui aliran darah menuju arteri jantung sehingga menyebabkan aterosklerosis (proses penyempitan pembuluh arteri). Inilah yang memicu terjadinya sumbatan pembuluh darah dan mempengaruhi kinerja jantung.

Tak cuma itu saja, infeksi pada gigi juga bisa memicu terjadinya endokarditis, yaitu gangguan pada jantung ketika endokardium atau bagian dalam jantung mengalami infeksi.

2. Meningitis

Jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health mengatakan, komplikasi dari infeksi gigi sangat heterogen. Mulai dari selulitis, sepsis, hingga osteomielitis. Walaupun infeksi gigi sering dianggap sepele, tetapi terkadang infeksi tersebut menyebabkan komplikasi yang mengerikan. Salah satu contohnya adalah meningitis.

Meningitis merupakan peradangan pada meninges, yaitu lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang. Penumpukan sisa makanan pada gigi berlubang dapat menyebabkan munculnya bakteri yang dapat menyebar hingga ke otak sehingga menimbulkan risiko peradangan.

Baca juga: Mengenal Gejala dan Cara Mengobati Periodontitis

3. Diabetes

Ahli di American Diabetes Association (ADA) mengakui hubungan antara penyakit periodontal dan diabetes. Peradangan dan bakteri yang dihasilkan oleh periodontal bisa berpindah ke hati dan pankreas lewat aliran darah. Hal inilah yang memicu diabetes atau resistensi insulin.

Hal yang perlu diingat, infeksi gigi dan diabetes memiliki hubungan dua arah. Ketika diabetes dimulai, infeksi periodontal bisa semakin parah. Tak hanya itu saja, semakin tinggi kadar gula darah, maka akan semakin tinggi pula risiko mengalami gigi busuk.


Sempurnakan dengan Mouthwash

Lantas, bagaimana sih cara menjaga kesehatan gigi yang baik dan benar? Simpel kok, berikut ini tipsnya:

  1. Sikat gigi dua kali sehari atau setelah makan untuk bantu mencegah gigi berulang.
  2. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Zat ini bisa melindungi gigi dari asam yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.
  3. Hindari makanan penyebab gigi berlubang, seperti makanan manis atau makanan yang bisa menempel di celah gigi.
  4. Rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter.
  5. Gunakan mouthwash untuk bantu mengurangi plak dan melawan bakteri dalam mulut, serta bantu mencegah penumpukan plak, gigi berlubang, dan menjaga kesehatan gusi.

Baca juga: 6 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi


Kamu bisa mencoba LISTERINE Mouthwash Antiseptik Cool Mint untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut dan gigi. Mau tahu apa saja manfaat LISTERINE Mouthwash Antiseptik Cool Mint?

●       Mengurangi 99.9% kuman penyebab bau mulut, mengurangi plak dan menjaga gusi tetap sehat di rongga mulut.

●       Rasa mint dalam Listerine bisa membuat napas lebih segar.

●       Mulut ekstra bersih hingga 12 jam dibanding hanya sikat gigi dan flossing.

●        3X bantu mengurangi plak dan menjaga kesehatan gusi.

●       Menjaga mulut ekstra bersih dengan kandungan 4 essential oil yang mengandung eucalyptol, thymol, menthol, dan methyl salicylate.

●       Dapat Digunakan dari umur 12 tahun ke atas.

Cara menggunakan LISTERINE Mouthwash Antiseptik Cool Mint juga simpel, kok. Tuangkan sebanyak 20 mililiter, lalu berkumurlah selama 30 detik dan buang cairan setelah berkumur. Untuk hasil yang maksimal, gunakan obat kumur ini dua kali sehari setelah menyikat gigi atau sesudah makan, ya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah gigi dan mulut? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Meningitis and subdural empyema as complication of pterygomandibular space abscess upon tooth extraction.
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Periodontitis: A risk for delivery of premature labor and low-birth-weight infants.
Journal of The American Heart Association. Diakses pada 2020. Unraveling the Link Between Periodontitis and Cardiovascular Disease.
Journal of Oral Hygiene & Health. Diakses pada 2020. Dental Infection and Diabetes: The Cycle.
American Heart Association. Diakses pada 2020. Mouth bacteria found in stroke patients' brains. What does it mean?
Harvard Health Publishing Harvard Medical School. Diakses pada 2020. Gum disease and heart disease: The common thread.
WebMD. Diakses pada 2020. Caring for Your Teeth and Gums.
Healthline. Diakses pada 2020. 11 Ways to Keep Your Teeth Healthy.
Pusat Data dan Informasi - Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2020. Situasi Kesehatan Gigi dan Mulut 2019.