• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Penyebab Kelainan Pola Makan pada Remaja
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Penyebab Kelainan Pola Makan pada Remaja

3 Penyebab Kelainan Pola Makan pada Remaja

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 September 2022

“Kelainan pola makan yang dialami remaja bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari tekanan lingkungan sampai faktor genetik.”

3 Penyebab Kelainan Pola Makan pada Remaja3 Penyebab Kelainan Pola Makan pada Remaja

Halodoc, Jakarta – Kelainan pola makan atau gangguan makan didefinisikan sebagai pandangan yang berbeda terhadap makanan sehingga mengubah perilaku dan kebiasaan makan seseorang. 

Tidak hanya itu, gangguan ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan fisik, emosi, dan mengganggu kehidupan jika tidak ditangani. Oleh karenanya, gangguan ini tergolong masalah kesehatan mental. Gangguan makan bisa menimpa siapa saja, termasuk remaja. Ditengarai banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan ini.

Berbagai Penyebab Kelainan Pola Makan pada Remaja

1. Tekanan sosial

Remaja yang mengalami tekanan sosial dalam segi fisik maupun prestasi dapat mengalami kelainan pola makan. Tekanan kelompok dan pandangan orang tersebut dapat memicu keinginan untuk makan berlebihan atau pun sebaliknya.

2. Genetik

Beberapa orang memiliki gen untuk mengembangkan gangguan makan. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengidap gangguan ini cenderung berisiko mengalaminya juga.

3. Masalah emosi dan psikologi

Orang yang mengalami kelainan pola makan biasanya juga mengalami masalah emosi dan psikologi. Mereka umumnya tidak percaya diri, perfeksionis, sikap impulsif dan lain-lain. 

Selain itu, masalah ini juga bisa dipicu oleh keadaan yang sarat tekanan dan pengalaman buruk. Misalnya, bullying, pelecehan seksual, ataupun kehilangan orang yang dekat.

Bagaimana Menanganinya?

Psikoterapi atau disebut juga terapi bicara sering dijadikan pengobatan lini pertama gangguan makan. Tujuannya untuk menggantikan kebiasaan tidak sehat menjadi lebih sehat. Psikoterapi biasanya dikombinasikan dengan terapi pola makan untuk mengembalikan pola makan yang sehat. 

Pemberian obat-obatan juga dapat dipertimbangkan. Meskipun tidak dapat menyembuhkan gangguan makan, obat membantu mengendalikan keinginan makan, muntah, ataupun kecemasan berlebihan. 

Jenis-Jenis Kelainan Pola Makan

1. Gangguan makan berlebihan

Saat mengidap gangguan ini, pengidapnya mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak seakan tidak bisa dikendalikan. Setelahnya, mereka bisa merasa jijik pada dirinya sendiri dan malu atas perilakunya.

2. Anoreksia nervosa

Gangguan ini ditandai dengan kurang berat badan hingga di angka yang tidak normal. Penyebabnya karena pengidap anoreksia sangat takut jika berat badan bertambah. Akibatnya, mereka berupaya keras menjaga asupan makanan guna menjaga berat dan bentuk tubuhnya.

3. Bulimia nervosa

Mirip seperti gangguan makan berlebihan, pengidap bulimia tidak mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus. Bedanya, mereka lalu mengeluarkannya kembali (eating and purging).

Tujuannya untuk mengurangi kalori yang berlebih karena merasa bersalah, malu, dan takut mengalami kenaikan berat badan berlebih. Cara lainnya dengan memaksakan diri untuk muntah dan berolahraga terlalu keras.

4. Gangguan Asupan Makan Avoidant/Restriktif (ARFID)

ARFID sebelumnya dikenal sebagai gangguan makan selektif. Kondisi ini terjadi ketika seseorang membatasi jumlah atau jenis makanan yang dikonsumsi. Bedanya dengan anoreksia nervosa, pengidap ARFID tidak mengalami ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan. 

Gangguan makan ini paling sering menimpa remaja ketimbang orang dewasa. Anak-anak umumnya mengalami fase pilih-pilih makanan. Namun, bagi yang mengidap ARFID, pilih-pilih makanan ini sampai memengaruhi kebutuhan kalori yang dibutuhkan. Pada akhirnya, mereka tidak mendapatkan cukup kalori dan mengalami masalah pertumbuhan. 

Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download  Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2022. Eating Disorders.
Healthline. Diakses pada 2022. 6 Common Types of Eating Disorders (and Their Symptoms)