Advertisement

3 Prosedur Tes Widal untuk Mendiagnosis Tifus

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   10 Desember 2025

Tes Widal adalah pemeriksaan penting untuk mendiagnosis tifus beserta pengobatan dan langkah pencegahannya.

3 Prosedur Tes Widal untuk Mendiagnosis Tifus3 Prosedur Tes Widal untuk Mendiagnosis Tifus

DAFTAR ISI


Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini dapat dialami oleh seseorang yang mengonsumsi makanan dan air yang terpapar dengan bakteri ini.

Biasanya, penyakit ini dapat didiagnosis dari keluhan kesehatan yang dialami dan melakukan pemeriksaan yang dikenal sebagai tes widal.

Saat melakukan tes widal, maka akan diperlukan sampel darah dari pasien. Kemudian, dokter akan memeriksa sampel darah tersebut menggunakan antigen untuk memastikan kondisi kesehatan.

Yuk, simak lebih banyak mengenai prosedur tes widal sehingga kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pemeriksaan tersebut berikut ini!

Ketahui Prosedur Tes Widal

Tes Widal adalah pemeriksaan darah yang digunakan untuk mendeteksi demam tifoid (tifus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Pemeriksaan ini pertama kali diperkenalkan oleh Georges Ferdinand Widal pada tahun 1896.

Tes ini bekerja dengan mendeteksi antibodi tubuh terhadap bakteri, terutama antibodi O dan H, yang masing-masing menunjukkan kondisi infeksi berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Cara kerja tes widal

  • Salmonella typhi masuk ke tubuh sebagai antigen, memicu reaksi sistem imun.
  • Tubuh menghasilkan antibodi O yang umumnya meningkat saat infeksi akut, dan antibodi H yang dapat meningkat baik pada infeksi aktif maupun akibat paparan atau vaksinasi sebelumnya.
  • Sampel darah diambil oleh tenaga medis, lalu dicampurkan dengan antigen di laboratorium.
  • Jika antibodi ada di dalam darah, akan terjadi reaksi penggumpalan (aglutinasi), yang menjadi dasar pembacaan hasil.

2. Makna hasil tes

  • Antibodi O positif: infeksi tifus sedang berlangsung.
  • Antibodi H positif: kamu pernah terinfeksi atau pernah terpapar bakteri sebelumnya.

3. Prosedur pemeriksaan tes widal

Tes Widal dapat dilakukan dengan beberapa metode berikut:

  • Slide Test
    Pemeriksaan cepat untuk melihat ada tidaknya aglutinasi. Cocok untuk skrining, tetapi tidak setepat metode lainnya.
  • Metode Semi Kuantitatif
    Mengukur kadar (titer) antibodi secara lebih rinci, sehingga dokter bisa menilai tingkat keparahan respons imun.
  • Uji Tabung Standar (Standard Tube Test)
    Metode paling akurat, menggunakan pengenceran bertahap untuk menentukan titer antibodi dengan presisi tinggi.

4. Faktor yang memengaruhi akurasi tes widal

Meskipun sering digunakan, hasil tes Widal dapat dipengaruhi oleh beberapa hal:

  • Kualitas sampel darah.
  • Jenis antigen yang dipakai oleh laboratorium.
  • Teknik pemeriksaan.
  • Riwayat infeksi tifus sebelumnya (antibodi H bisa bertahan lama).
  • Kondisi kesehatan tertentu, termasuk paparan bakteri serupa.

Karena faktor-faktor di atas, dokter biasanya membandingkan hasil tes Widal dengan gejala klinis atau pemeriksaan tambahan seperti Typhidot, TUBEX, atau kultur darah.

Ketahui lebih lanjut mengenai Tes Widal – Proses, Prosedur, dan Cara Membaca Hasil Tesnya di sini.

Lakukan Pengobatan untuk Mencegah Komplikasi

Pengobatan tipes bertujuan untuk mengatasi infeksi Salmonella typhi, meredakan gejala, serta mencegah komplikasi. Diagnosis yang tepat sangat penting agar penanganan efektif. Berikut bentuk pengobatan yang umum diberikan dokter:

1. Antibiotik

Ini adalah terapi utama untuk tipes. Jenisnya dapat berbeda tergantung keparahan dan pola resistensi bakteri di daerah setempat.

  • Ciprofloxacin atau antibiotik golongan fluorokuinolon (umumnya untuk pasien dewasa).
  • Ceftriaxone atau cefixime (sering digunakan ketika ada resistensi).
  • Azithromycin (alternatif jika ada intoleransi terhadap obat lain).

Dokter akan menentukan jenis, dosis, dan durasi pengobatan agar infeksi benar-benar tuntas.

2. Cairan dan elektrolit

Tipes dapat menyebabkan demam tinggi, muntah, dan diare sehingga tubuh rentan dehidrasi.

  • Pemberian oralit atau cairan infus membantu menjaga hidrasi.
  • Terapi ini sangat penting terutama pada pasien yang tampak lemah atau tidak bisa makan-minum dengan baik.

3. Obat penurun panas dan nyeri

Paracetamol biasa diberikan untuk menurunkan demam dan meredakan sakit kepala atau nyeri otot. Dokter menghindari obat antiinflamasi tertentu yang dapat mengiritasi lambung.

4. Istirahat total

Tubuh memerlukan energi untuk pulih dari infeksi bakteri. Pasien biasanya dianjurkan banyak istirahat, tidur cukup, dan mengurangi aktivitas berat.

5. Pola makan saat tipes

Disarankan makan makanan lembut, rendah serat, dan mudah dicerna. Hindari makanan pedas, berminyak, atau yang mengiritasi usus.

6. Rawat inap (jika perlu)

Kondisi berikut biasanya memerlukan perawatan rumah sakit:

  • Kecurigaan komplikasi seperti perdarahan usus.
  • Demam sangat tinggi dan tidak kunjung turun.
  • Dehidrasi berat.
  • Muntah terus-menerus.

Kenali lebih dalam tentang Apa itu Tipes? Gejala, Penyebab & Pengobatannya di sini.

Pencegahan Tifus

Tipes termasuk penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena penularannya lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi, berikut langkah pencegahan yang efektif:

1. Kebersihan tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah memegang benda umum. Gunakan hand sanitizer jika tidak ada air.

2. Pilih makanan dan minuman yang aman

Pastikan makanan dimasak hingga matang. Hindari makanan mentah yang berisiko membawa bakteri. Pilih air minum yang sudah direbus atau air kemasan yang tersegel.

3. Kebersihan peralatan makan

Gunakan peralatan makan yang bersih dan tidak dipakai bergantian. Bersihkan dapur dan tempat penyimpanan makanan secara rutin.

4. Vaksinasi tifoid

Vaksin tifoid dianjurkan terutama bagi:

  • Anak-anak,
  • Orang dewasa dengan risiko tinggi (pekerja pangan, pelancong ke daerah endemis),
  • Masyarakat di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.

Vaksin tersedia dalam bentuk suntik dan oral. Perlindungannya bertahan beberapa tahun dan perlu diulang sesuai anjuran dokter.

Ini yang perlu kamu ketahui tentang Vaksin Tifoid – Dosis, Manfaat, dan Efek Sampingnya.

5. Hindari jajan sembarangan

Pilih tempat makan yang bersih dan terpercaya. Makanan yang dijajakan di tempat terbuka rawan terpapar debu, lalat, dan bakteri.

6. Perbaikan sanitasi lingkungan

Buang sampah pada tempatnya. Gunakan toilet yang bersih dan aman. Pastikan saluran air rumah tidak tercemar limbah.

Hubungi Dokter Ini untuk Info Seputar Tes Widal

Apabila kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut seputar tes widal, kamu bisa hubungi dokter spesialis di Halodoc.

Dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc telah berpengalaman selama bertahun-tahun serta memperoleh ulasan positif dari pasien sebelumnya.

Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:

  • dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Pengalaman 9 tahun, lulusan Universitas Sriwijaya (2015) dan Universitas Hasanuddin (2023). Berpraktik di Lampung Tengah, Lampung, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
  • dr. Vera Bahar, Sp.PD: Pengalaman 15 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2008) dan Universitas Hasanuddin (2021). Berpraktik di Wajo, Sulawesi Selatan, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.

Itulah dokter spesialis yang bisa menjawab pertanyaan terkait tes widal maupun diagnosis tifus dengan lebih akurat.

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter tepercaya:

Referensi:
Metropolis. Diakses pada 2025. Widal Test – Introduction, Principle and Procedure.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Typhoid Fever.
Microbiology. Diakses pada 2025. Widal Test- Introduction, Principle, Procedure, Interpretation and Limitation.
SRL Diagnostics. Diakses pada 2025. Widal Test For Typhoid: Procedure, Test Results, Price, Labs.

FAQ

1. Benarkah tes widal adalah pemeriksaan yang dipengaruhi oleh riwayat vaksin tifoid?

Ya. Vaksin tifoid dapat membuat tubuh membentuk antibodi H, sehingga hasil tes Widal adalah bisa tampak positif meski kamu tidak sedang mengalami infeksi aktif.

2. Apakah tes widal adalah pemeriksaan yang hasilnya dapat berbeda antar-lab?

Benar. Setiap laboratorium bisa menggunakan antigen dan standar pengenceran berbeda, sehingga hasil tes Widal adalah tidak selalu konsisten antar fasilitas.

3. Benarkah tes widal adalah pemeriksaan yang tidak bisa mendeteksi awal infeksi?

Ya. Tes Widal adalah tes yang membutuhkan waktu bagi tubuh membentuk antibodi, sehingga hasilnya sering negatif pada minggu pertama infeksi.

4. Apakah tes widal adalah metode yang bisa memberikan hasil positif palsu akibat bakteri lain?

Bisa. Infeksi oleh bakteri seperti Salmonella paratyphi atau beberapa bakteri enterik lain dapat membuat hasil Widal adalah positif meski bukan tifus.

5. Benarkah tes widal adalah pemeriksaan yang lebih akurat jika dilakukan berulang?

Betul. Perbandingan titer antibodi dalam dua kali tes (paired sera) memberikan gambaran yang lebih akurat, karena peningkatan titer menunjukkan infeksi yang benar-benar aktif.