4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemasangan Ring Jantung
Prosedur pemasangan ring jantung dilakukan dengan teknik non-bedah, sehingga cepat, dan minim risiko komplikasi.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Ring Jantung (Stent Jantung)?
- Kenapa Perlu Pemasangan Ring Jantung?
- Jenis-Jenis Ring Jantung
- Bagaimana Prosedur Pemasangan Ring Jantung?
- Apa Saja Risiko Pemasangan Ring Jantung?
- Perawatan Setelah Pemasangan Ring Jantung
Ring jantung, atau disebut juga stent dalam istilah medis, adalah alat yang digunakan untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit di jantung. Penyempitan pembuluh darah tersebut bisa terjadi karena adanya plak dari kolesterol atau zat lain yang menumpuk.
Dengan pemasangan alat ini, penyempitan dan penyumbatan lebih lanjut di pembuluh darah bisa diatasi. Hal ini memungkinkan jantung menerima suplai darah yang cukup dan mencegah terjadinya serangan jantung.







Apa Itu Ring Jantung (Stent Jantung)?
Ring jantung, atau lebih dikenal sebagai stent jantung, adalah sebuah tabung kecil yang terbuat dari logam atau bahan lainnya yang dimasukkan ke dalam arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.
Tujuan utama pemasangan stent adalah untuk menjaga arteri tetap terbuka setelah prosedur angioplasti, yaitu prosedur medis untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat.
Dengan arteri yang terbuka, aliran darah ke otot jantung dapat kembali normal.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, pemasangan ring jantung merupakan salah satu intervensi medis yang penting dalam penanganan penyakit jantung koroner.
Prosedur ini membantu mengurangi gejala seperti nyeri dada (angina) dan sesak napas, serta menurunkan risiko terjadinya serangan jantung.
Kamu perlu tahu, Ini Tujuan dan Risiko Pemasangan Ring Jantung.
Kenapa Perlu Pemasangan Ring Jantung?
Pemasangan ring jantung diperlukan ketika arteri koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:
- Nyeri dada (angina).
- Sesak napas.
- Kelelahan.
- Serangan jantung.
Pemasangan stent jantung membantu membuka arteri yang tersumbat, memulihkan aliran darah ke jantung, dan mengurangi risiko komplikasi serius.
Dokter biasanya merekomendasikan pemasangan ring jantung setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahan penyumbatan, dan faktor risiko lainnya.
Jenis-Jenis Ring Jantung
Terdapat beberapa jenis ring jantung yang umum digunakan, di antaranya:
- Bare-metal stents (BMS): Stent yang terbuat dari logam tanpa lapisan obat.
- Drug-eluting stents (DES): Stent yang dilapisi dengan obat untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut yang dapat menyebabkan penyempitan kembali arteri (restenosis).
- Bioabsorbable stents: Stent yang terbuat dari bahan yang dapat diserap oleh tubuh seiring waktu.
Pemilihan jenis stent jantung akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan rekomendasi dokter. DES umumnya lebih efektif dalam mencegah restenosis dibandingkan BMS.
Cari tahu selengkapnya mengenai Pasang Ring Jantung: Prosedur, Tujuan dan Risikonya.
Bagaimana Prosedur Pemasangan Ring Jantung?
Prosedur pemasangan ring jantung biasanya dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung (cath lab).
Berikut adalah tahapan umum dalam prosedur ini:
- Pasien diberikan obat penenang untuk membantu rileks.
- Area selangkangan atau lengan dibersihkan dan dibius lokal.
- Dokter memasukkan kateter (tabung kecil) melalui pembuluh darah di selangkangan atau lengan menuju arteri koroner yang tersumbat.
- Melalui kateter, balon kecil dikembangkan di area penyempitan untuk membuka arteri.
- Stent kemudian ditempatkan di area yang sama untuk menjaga arteri tetap terbuka.
- Balon dikempiskan dan kateter ditarik keluar.
Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 1-2 jam. Pasien biasanya perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari setelah pemasangan stent.
Apa Saja Risiko Pemasangan Ring Jantung?
Seperti semua prosedur medis, pemasangan ring jantung juga memiliki risiko, meskipun jarang terjadi.
Beberapa risiko yang mungkin timbul antara lain:
- Perdarahan atau infeksi di tempat kateter dimasukkan.
- Reaksi alergi terhadap obat.
- Kerusakan pada pembuluh darah.
- Pembentukan gumpalan darah di dalam stent (trombosis stent).
- Penyempitan kembali arteri (restenosis).
Penting untuk membahas risiko ini dengan dokter sebelum menjalani prosedur pemasangan ring jantung.
Dokter akan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko dan memastikan keamanan pasien.
Perawatan Setelah Pemasangan Ring Jantung
Setelah pemasangan ring jantung, pasien perlu menjalani perawatan rutin untuk memastikan stent berfungsi dengan baik dan mencegah komplikasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Minum obat sesuai resep dokter untuk mencegah pembekuan darah.
- Menjalani gaya hidup sehat, termasuk berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan berolahraga secara teratur.
- Mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
- Menghadiri janji temu dengan dokter secara teratur.
Pasien juga perlu mewaspadai gejala-gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau bengkak di kaki, dan segera hubungi dokter jika mengalaminya.



