Ad Placeholder Image

4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemasangan Ring Jantung

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Prosedur pemasangan ring jantung dilakukan dengan teknik non-bedah, sehingga cepat, dan minim risiko komplikasi.

4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemasangan Ring Jantung4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemasangan Ring Jantung

DAFTAR ISI


Penyakit jantung koroner tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (arteri koroner) mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak kolesterol. Salah satu solusi medis yang paling umum dan efektif untuk mengatasi kondisi ini adalah pemasangan ring jantung atau yang secara medis dikenal sebagai stent.

Bagi banyak orang, istilah “pemasangan ring” mungkin terdengar menakutkan atau membingungkan. Seperti apa sebenarnya bentuk benda tersebut? Bagaimana mungkin sebuah benda kecil bisa menyelamatkan nyawa seseorang dari serangan jantung? Memahami mekanisme dan bentuk ring jantung sangat penting bagi pasien maupun keluarga agar dapat menjalani prosedur medis dengan lebih tenang.

Secara garis besar, ring jantung berfungsi sebagai penyangga agar pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah kaya oksigen menuju otot jantung kembali lancar. Tanpa penanganan yang tepat, penyumbatan ini dapat menyebabkan nyeri dada (angina) hingga kerusakan permanen pada otot jantung. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala nyeri dada yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis dini.

Nah, mau tahu seperti apa detail bentuk, jenis, dan proses pemasangan teknologi medis ini? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Ring Jantung dan Bagaimana Bentuknya?

Ring jantung atau stent adalah tabung kecil berbentuk jaring-jaring (mesh) yang sangat halus. Meski namanya “ring”, bentuknya lebih menyerupai pegas kecil atau per yang ada di dalam pulpen, namun dalam ukuran yang jauh lebih mikro. Panjangnya biasanya berkisar antara 10 hingga 40 milimeter dengan diameter yang disesuaikan dengan ukuran pembuluh darah pasien.

Bahan utama pembuat ring jantung biasanya adalah logam khusus yang aman bagi tubuh (biokompatibel), seperti baja tahan karat (stainless steel), kobalt kromium, atau nikel titanium. Struktur jaring-jaring ini didesain agar sangat fleksibel namun kuat untuk menahan tekanan dinding arteri yang menyempit. Saat dimasukkan ke dalam tubuh, ring dalam kondisi menguncup menyelimuti balon kateter. Ketika sampai di titik penyumbatan, balon akan dikembangkan sehingga ring ikut mengembang dan menempel permanen pada dinding pembuluh darah.

Jenis-Jenis Ring Jantung yang Umum Digunakan

Teknologi ring jantung telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Secara umum, dokter spesialis jantung akan memilih jenis ring berdasarkan kondisi kesehatan pasien, lokasi penyumbatan, dan risiko komplikasi di masa depan.

1. Bare-Metal Stents (BMS)

Ini adalah jenis ring jantung generasi awal yang terbuat dari logam polos tanpa lapisan obat. BMS berfungsi murni sebagai penyangga mekanis. Kelemahannya adalah risiko terjadinya restenosis atau pertumbuhan jaringan parut di dalam ring yang bisa menyumbat kembali pembuluh darah dalam jangka waktu tertentu.

2. Drug-Eluting Stents (DES)

Saat ini, DES adalah jenis yang paling sering direkomendasikan. Ring ini dilapisi dengan obat khusus yang dilepaskan secara perlahan ke dinding arteri. Obat ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan, sehingga risiko pembuluh darah menyempit kembali jauh lebih rendah dibandingkan jenis logam biasa.

3. Bioresorbable Vascular Scaffolds (BVS)

Ini adalah teknologi terbaru di mana ring tidak terbuat dari logam permanen, melainkan bahan yang bisa diserap oleh tubuh (seperti polimer). Setelah beberapa tahun menjalankan fungsinya sebagai penyangga dan pembuluh darah sudah kembali kuat, ring ini akan meluruh secara alami dan menghilang dari tubuh.

Siapa yang Memerlukan Ring Jantung?
  1. Pasien dengan penyakit jantung koroner dengan penyumbatan di atas 70%.
  2. Pasien yang mengalami serangan jantung akut (stenting darurat).
  3. Pasien dengan nyeri dada kronis yang tidak membaik dengan pengobatan oral.

Prosedur Pemasangan Ring Jantung: Langkah demi Langkah

Banyak pasien khawatir bahwa pemasangan ring jantung melibatkan pembedahan besar seperti operasi bypass. Kenyataannya, prosedur ini dikategorikan sebagai tindakan invasif minimal yang dikenal dengan istilah Percutaneous Coronary Intervention (PCI).

Prosedur dimulai dengan pemberian bius lokal di area akses, biasanya di pergelangan tangan atau pangkal paha. Dokter kemudian memasukkan kateter (selang tipis) melalui pembuluh darah menuju jantung dengan panduan teknologi sinar-X (fluoroskopi). Setelah posisi penyumbatan ditemukan melalui zat pewarna kontras, sebuah balon kecil yang membawa ring akan diletakkan di titik tersebut.

Balon dikembangkan untuk menekan plak ke dinding arteri dan mengembangkan ring. Setelah ring terpasang dengan kuat, balon dikempiskan dan ditarik keluar, sementara ring tetap tinggal di dalam arteri selamanya sebagai kerangka penyangga. Seluruh proses ini biasanya memakan waktu 30 hingga 90 menit, tergantung pada tingkat kesulitan dan jumlah ring yang dipasang.

Pemulihan dan Gaya Hidup Pasca Pemasangan Ring

Setelah prosedur, pasien biasanya perlu menjalani observasi selama satu malam di rumah sakit. Masa pemulihan di rumah tergolong cepat, di mana sebagian besar pasien sudah bisa kembali beraktivitas ringan dalam waktu satu minggu. Namun, perlu diingat bahwa ring jantung bukan berarti penyakit jantung “sembuh” total, melainkan sebuah alat bantu.

Pasien diwajibkan mengonsumsi obat pengencer darah (antiplatelet) sesuai resep dokter untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah pada ring yang baru dipasang. Selain itu, modifikasi gaya hidup sangat krusial. Berhenti merokok, menjaga pola makan rendah lemak jenuh, dan rutin berolahraga adalah harga mati agar tidak terjadi penyumbatan baru di titik lain. Untuk mendukung kesehatan jantung sehari-hari, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen atau vitamin pendukung jantung yang produknya terjamin 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Studi Mengenai Ring Jantung

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan Drug-Eluting Stents (DES) generasi terbaru secara signifikan menurunkan angka kematian dan kebutuhan operasi ulang pada pasien dengan penyumbatan arteri yang kompleks.

Studi tersebut menegaskan bahwa integrasi antara teknologi ring yang canggih dengan terapi obat antiplatelet yang disiplin memberikan hasil jangka panjang yang jauh lebih baik bagi pasien jantung koroner dibandingkan hanya mengandalkan terapi obat saja pada kasus penyumbatan berat.

FAQ

1. Apakah ring jantung bisa berkarat atau bergeser?

Tidak. Bahan logam yang digunakan seperti kobalt kromium atau titanium tidak bisa berkarat di dalam tubuh. Ring juga akan menyatu dengan dinding pembuluh darah dalam beberapa minggu, sehingga tidak akan bergeser meskipun kamu melakukan aktivitas fisik berat.

2. Berapa lama ring jantung bisa bertahan?

Ring jantung didesain untuk bertahan seumur hidup. Namun, yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan plak baru di sekitar ring jika gaya hidup sehat tidak diterapkan.

3. Apakah orang dengan ring jantung bisa melakukan MRI?

Sebagian besar ring jantung modern bersifat MRI-compatible atau aman untuk mesin MRI. Namun, selalu beritahukan petugas medis bahwa kamu memiliki implan ring jantung sebelum menjalani prosedur radiologi apa pun.

4. Apa pantangan setelah pasang ring jantung?

Pantangan utama adalah merokok dan konsumsi makanan tinggi lemak trans. Selain itu, hindari mengangkat beban yang sangat berat pada beberapa hari pertama setelah prosedur di area bekas sayatan kateter.


Punya Keluhan Kesehatan Jantung tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu mungkin merasa khawatir dengan kondisi jantungmu atau bingung memahami prosedur medis yang disarankan dokter. Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2026. What is a Stent?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Coronary Angioplasty and Stents.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Diakses pada 2026. Stents.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Heart Stent: Purpose, Procedure & Risks.