
4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemasangan Ring Jantung
Prosedur pemasangan ring jantung dilakukan dengan teknik non-bedah, sehingga cepat, dan minim risiko komplikasi.

DAFTAR ISI
- Lokasi Anatomi Pemasangan Ring Jantung
- Titik Akses Masuknya Kateter ke Dalam Tubuh
- Kapan Seseorang Membutuhkan Ring Jantung?
- Studi Terkait Pemasangan Ring Jantung
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi salah satu masalah kesehatan mematikan yang paling banyak dialami oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak kolesterol. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu serangan jantung fatal.
Untuk mengatasi penyumbatan tersebut dan mengembalikan aliran darah agar kembali normal, dokter jantung sering merekomendasikan prosedur medis yang dikenal dengan istilah Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau yang lebih awam disebut dengan pemasangan ring jantung (stent). Ring ini berbentuk tabung jaring kawat kecil yang berfungsi sebagai penyangga agar pembuluh darah tetap terbuka lebar.
Namun, bagi pasien yang baru pertama kali didiagnosis dan disarankan menjalani prosedur ini, rasa cemas kerap muncul. Pertanyaan mendasar sering kali ditanyakan di ruang praktik. Salah satunya, banyak orang yang masih bingung tentang ring jantung dipasang dimana serta bagaimana proses medis ini berlangsung tanpa harus melakukan operasi bedah terbuka yang besar.
Nah, mau tahu penjelasan medis lengkap mengenai lokasi penempatan dan proses masuknya ring jantung ke dalam tubuh? Berikut ulasan selengkapnya!
Lokasi Anatomi Pemasangan Ring Jantung
Jika kita berbicara dari segi anatomi tubuh, ring jantung atau stent dipasang secara spesifik di dalam Arteri Koroner. Arteri koroner adalah pembuluh darah utama yang terletak tepat di permukaan otot jantung luar. Fungsinya sangat krusial, yaitu mengalirkan darah bersih yang kaya akan oksigen langsung ke sel-sel otot jantung agar jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh tanpa henti.
Saat seseorang mengalami aterosklerosis (penumpukan plak kolesterol, kalsium, dan zat sisa lainnya di dinding pembuluh darah), arteri koroner akan menyempit. Di titik penyempitan atau penyumbatan inilah ring jantung akan ditanamkan.
Jantung manusia memiliki beberapa cabang arteri koroner utama tempat ring biasanya dipasang, yaitu:
- Left Anterior Descending (LAD): Pembuluh darah yang menyuplai bagian depan dinding jantung kiri. Penyumbatan di area ini sangat berbahaya dan sering disebut sebagai “widow-maker”.
- Left Circumflex Artery (LCX): Pembuluh darah yang melingkari sisi kiri dan belakang jantung.
- Right Coronary Artery (RCA): Pembuluh darah yang menyuplai darah ke bagian kanan jantung dan bagian bawah jantung.
Stent yang dipasang tidak diletakkan di rongga dada atau bagian luar organ, melainkan langsung melekat permanen di dinding dalam pembuluh darah arteri koroner tersebut untuk menekan plak dan menjaga diameter pembuluh darah tetap optimal.
Titik Akses Masuknya Kateter ke Dalam Tubuh
Pertanyaan tentang di mana ring jantung dipasang sering kali merujuk pada “dari mana dokter memasukkan alat tersebut ke dalam tubuh?”. Mengingat pemasangan ring bukanlah operasi bedah terbuka yang harus membelah tulang dada, dokter menggunakan teknik minimal invasif berbasis kateterisasi. Ada dua lokasi utama yang umum dijadikan titik akses (jalur masuk) kateter berisi ring jantung:
1. Melalui Pergelangan Tangan (Arteri Radialis)
Saat ini, pendekatan Transradial atau melalui pembuluh darah di pergelangan tangan (arteri radialis) adalah standar emas dan metode yang paling sering digunakan oleh dokter spesialis jantung. Dokter akan membius lokal area pergelangan tangan kamu, lalu memasukkan selang tipis (kateter) yang fleksibel menelusuri pembuluh darah di lengan, naik ke area bahu, hingga mencapai jantung.
Keuntungan dari jalur pergelangan tangan ini adalah risiko perdarahan pasca-tindakan sangat minim, dan pasien bisa langsung duduk atau berjalan tak lama setelah prosedur selesai. Masa pemulihan di rumah sakit pun menjadi jauh lebih singkat.
2. Melalui Pangkal Paha (Arteri Femoralis)
Jika pendekatan melalui tangan tidak memungkinkan (misalnya pembuluh darah radialis pasien terlalu kecil, berkelok-kelok, atau terjadi spasme), dokter akan memilih jalur Transfemoral, yaitu melalui pembuluh darah besar di area lipatan paha (selangkangan).
Meski merupakan metode klasik yang sangat efektif karena ukuran pembuluh darahnya yang lebih besar untuk memasukkan alat yang kompleks, pasien yang menggunakan jalur ini diwajibkan untuk berbaring lurus (tidak boleh menekuk kaki) selama 4 hingga 6 jam setelah prosedur untuk mencegah perdarahan yang hebat di area tusukan paha.
Tips Persiapan Pemasangan Ring Jantung
- Pastikan kamu berpuasa sesuai instruksi dokter (biasanya 6-8 jam sebelum tindakan).
- Beri tahu dokter semua jenis obat yang sedang rutin dikonsumsi, terutama obat pengencer darah atau obat diabetes.
- Tetap tenang, prosedur ini umumnya menggunakan bius lokal sehingga kamu tetap sadar namun tidak merasakan nyeri sayatan.
Kapan Seseorang Membutuhkan Ring Jantung?
1. Peredaan Gejala Angina Pektoris
Angina pektoris adalah rasa nyeri dada kronis, sesak, atau sensasi seperti tertindih benda berat akibat kurangnya aliran oksigen ke jantung. Pemasangan ring dilakukan agar suplai darah kembali lancar sehingga pasien tidak mudah merasa sesak saat beraktivitas fisik ringan maupun sedang.
2. Penanganan Gawat Darurat Serangan Jantung
Saat terjadi serangan jantung akut (STEMI), pembuluh koroner tersumbat total oleh gumpalan darah dan plak yang pecah. Pemasangan ring jantung harus dilakukan secepat mungkin, idealnya dalam waktu kurang dari 90 menit sejak tiba di rumah sakit, untuk menyelamatkan otot jantung agar tidak mati permanen.
Studi Mengenai Pemasangan Ring Jantung
The Lancet menerbitkan sebuah hasil studi klinis komprehensif bernama MATRIX Trial yang menjelaskan bahwa pemasangan kateterisasi jantung melalui jalur pergelangan tangan (akses radialis) secara signifikan menurunkan komplikasi dan tingkat morbiditas dibandingkan jalur pangkal paha.
Studi yang melibatkan lebih dari 8.000 pasien sindrom koroner akut tersebut membuktikan bahwa tingkat perdarahan mayor pasca-operasi menurun drastis saat dokter menggunakan pergelangan tangan sebagai akses utama. Temuan inilah yang akhirnya mengubah panduan medis global, merekomendasikan dokter jantung di seluruh dunia untuk memprioritaskan area lengan sebagai titik masuk penempatan ring jantung demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
FAQ
1. Sebenarnya ring jantung dipasang dimana letak pastinya?
Secara letak di dalam organ tubuh, ring jantung dipasang tepat di dalam pembuluh darah arteri koroner yang berada di permukaan jantung. Stent tersebut ditanam di area yang mengalami penyempitan plak kolesterol agar aliran darah kembali terbuka.
2. Apakah pemasangan ring jantung merupakan operasi bedah terbuka?
Tidak. Prosedur ini adalah tindakan minimal invasif. Dokter hanya membuat tusukan kecil (seukuran jarum infus) di pembuluh darah pergelangan tangan atau pangkal paha, lalu memasukkan selang kecil bernama kateter menuju jantung tanpa harus membuka rongga dada pasien.
3. Berapa lama proses pemulihan setelah tindakan?
Jika melalui pergelangan tangan, pasien bisa duduk dan berjalan dalam beberapa jam, serta pulang ke rumah pada keesokan harinya. Pemulihan penuh untuk kembali beraktivitas normal biasanya memakan waktu sekitar 1 minggu, bergantung pada instruksi spesifik dari dokter.
4. Apakah ring jantung yang sudah dipasang bisa dilepas kembali?
Tidak bisa. Ring jantung dipasang secara permanen dan seiring berjalannya waktu jaringan sel pembuluh darah akan tumbuh menutupi ring tersebut sehingga menyatu dengan struktur alami arteri. Karenanya, pasien wajib disiplin minum obat pengencer darah dan menjaga gaya hidup.
Menjaga kesehatan jantung sejak dini adalah investasi terbaik untuk masa depan. Hindari kebiasaan merokok, pantau kadar kolesterol, dan kelola stres dengan baik. Jika dokter sudah merekomendasikan pemasangan stent, pahami bahwa ini adalah prosedur medis dengan tingkat keberhasilan yang tinggi demi mencegah risiko serangan jantung fatal di kemudian hari.
Dalam masa pemulihan setelah tindakan medis atau untuk menjaga kebugaran jantung sehari-hari, pastikan kamu mendapatkan asupan vitamin yang cukup. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, mulai dari vitamin hingga suplemen kesehatan, yang akan diantar langsung ke depan pintu rumahmu dengan aman dan praktis.
Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis jantung melalui Halodoc apabila muncul rasa tidak nyaman di area dada yang tidak kunjung reda.


