Advertisement

4 Jenis Mainan Anak Agar Menjadi Arsitek di Masa Depan

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   22 Maret 2022

“Semua anak-anak suka bermain. Nah, melalui permainan ini, ibu bisa mengarahkan anak pada sesuatu yang bisa menjadi bekalnya di masa depan. Salah satu contohnya adalah arsitek. Ibu perlu memberikan mainan yang termasuk dalam jenis STEAM.”

4 Jenis Mainan Anak Agar Menjadi Arsitek di Masa Depan4 Jenis Mainan Anak Agar Menjadi Arsitek di Masa Depan

Halodoc, Jakarta – Mainan anak dapat menjadi sarana yang tepat untuk pendidikan. Ibu bisa memilih jenis mainan tertentu agar anak memiliki minat ke suatu bidang, termasuk arsitek. Maka dari itu, ibu perlu tahu beberapa mainan yang cocok diberikan agar anak bisa tumbuh kembang menjadi calon arsitek. Berikut ulasan lengkapnya!

Beberapa Mainan Anak agar Membuatnya Menjadi Arsitek

Kegiatan yang paling disukai oleh anak-anak adalah bermain. Saat memasuki masa preschool, tidak sedikit anak yang semangat untuk tiba di sekolah karena sangat ingin bermain. Faktanya, ibu bisa lho mengarahkan keterampilan dan minat anak melalui bermacam-macam mainan. Termasuk juga mainan agar anak dapat menjadi arsitek kelak.

Mainan dapat membuat proses belajar anak menjadi lebih mudah. Jika ibu ingin mengedukasi anak menjadi seorang arsitek, pilih mainan yang mengandung konsep STEAM. Nah, STEAM sendiri adalah science, technology, engineering, art, and math

Dilansir dari Mother & Baby, mainan-mainan dengan konsep STEAM ini dapat membantu anak untuk belajar sejak dini mulai dari membuat bangunan, robot, hingga yang tema seni. Mainan dengan konsep STEAM ini dibuat agar anak lebih mudah belajar mengenai hal-hal yang disuka dan disenangi.

Maka dari itu, ibu perlu tahu jika ada cara unik yang bisa dilakukan untuk memberikan pendidikan pada anak. Dengan begitu anak bisa menjadi seorang arsitek. Salah satunya adalah dengan memberikan mainan dengan konsep STEAM. Berikut beberapa mainan STEAM yang dibuat khusus sesuai dengan umur:

1. Mainan untuk Anak 2 Tahun

Saat berusia dua tahun, ibu bisa memperkenalkan mainan anak yang fokus pada warna, bentuk, hitungan dasar dan juga bangunan. Pilih mainan yang aman, dan membuat anak tertarik dengan bentuknya yang unik. Lalu, tunjukkan sesuatu yang bisa dibentuk atau dibuat dengan mainan tersebut. Beberapa mainan dengan konsep STEAM yang bisa dipilih adalah rumah-rumahan atau menyusun balok.

2. Mainan untuk Anak 4 Tahun

Pada usia ini, anak biasanya sudah bersekolah di taman kanak-kanak. Tentu saja pertumbuhan anak membuatnya menjadi lebih aktif dan bersemangat untuk bermain. Usia ini adalah masa emas pertumbuhan anak, sehingga ia akan lebih mudah belajar dan memahami situasi di sekitarnya. 

Mainan anak yang sebaiknya dipilih pada usia ini adalah sesuatu yang memiliki pola. Contohnya adalah mainan mengurutkan angka, menyeleksi benda, menganalisis gambar, serta berhitung dengan benda. Ibu juga bisa memilih mainan yang konsep kuat seperti membuat bangunan. Dengan begini, keterampilan anak untuk “membangun” sesuatu pun bisa terasah sejak dini.

3. Mainan untuk Anak 8 Tahun

Saat memasuki usia 8 tahun, nalar anak sudah semakin baik. Nah, ibu sudah bisa memberikan anak mainan dengan tema sains. Selain itu, ajak juga anak untuk mengunjungi museum sains. Beritahu anak cara-cara bereksperimen dengan mainan tersebut. Contoh paling dasar adalah membuat warna dari campuran warna lainnya. Dengan cara ini, anak semakin terlatih logikanya, sehingga lebih kreatif.

4. Memasuki Usia 10 Tahun

Saat anak sudah memasuki usia 10 tahun, ia cenderung tertarik untuk membuat sesuatu dengan mengikuti petunjuk. Contohnya berupa pembuatan lego, robot-robotan, dan lain sebagainya. Pilih mainan yang bisa membantu anak untuk mengembangkan imajinasinya. Selain itu, anak juga menjadi disiplin karena mengikuti instruksi yang diberikan untuk mencapai suatu hal.

Mainan anak memang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Jadi tak ada salahnya untuk memilihkan mainan yang tepat untuk Si Kecil. Apalagi jika ibu ingin mengasah kemampuan anak sejak dini. Sehingga, ia bisa menjadi arsitek di kemudian hari. 

Namun ibu juga perlu ingat, jika anak menyukai bidang yang berbeda dengan yang dikehendaki, ada baiknya tidak kecewa. Melainkan tetap berikan dukungan dan kasih sayang tanpa syarat untuk masa depan anak. Tentu saja hal ini untuk kebaikan bersama. Dan tentu saja, sesuatu yang dipaksakan tentu tidak baik.

Ibu juga bisa lho berdiskusi dengan psikolog anak dari Halodoc untuk mengetahui bakat dan minat Si Kecil. Dengan download aplikasi Halodoc, interaksi dengan ahli bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui fitur Chat dan Voice/Video Call.

Referensi:
Mother and Baby. Diakses pada 2022. The best STEM toys for your baby or toddler.
Scientifics Online. Diakses pada 2022. Discover STEM Toys.