• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Jenis Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Epilepsi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Jenis Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Epilepsi

4 Jenis Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Epilepsi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 November 2022

“Epilepsi adalah gangguan yang mudah kambuh, terlebih jika tidak mendapatkan pengobatan rutin. Nah, salah satu tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah terapi.”

4 Jenis Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Epilepsi4 Jenis Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Epilepsi

Halodoc, Jakarta – Epilepsi adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kejang yang rentan untuk kambuh. Gangguan pada sistem saraf pusat ini terjadi saat aktivitas otak tidak normal, sehingga kejang menjadi salah satu dampaknya, bahkan bisa menimbulkan ketidaksadaran.

Seseorang yang mengalami kejang tunggal tidak berarti mengidap epilepsi. Setidaknya, seseorang yang mengalami dua kejang tanpa pemicu yang jelas perlu mendapatkan pemeriksaan terkait gangguan ini.

Jika benar kejang yang terjadi disebabkan oleh epilepsi, pengobatan perlu dilakukan untuk mengontrol agar tidak mudah kambuh. Nah, salah satu tindakannya adalah terapi agar epilepsi bisa diredam.

Berbagai Jenis Terapi untuk Sembuhkan Epilepsi

Ada beberapa jenis terapi yang memiliki potensi untuk mengatasi epilepsi, yaitu:

1. Stimulasi Saraf Vagus

Tindakan terapi ini mampu untuk membuat epilepsi lebih baik dan jarang untuk kambuh. Terapi ini menggunakan alat yang diletakkan di kulit dada yang kabelnya terhubung ke saraf vagus di leher.

Perangkat ini mengirimkan semburan energi listrik melalui saraf vagus yang mengarah ke otak. Belum ada garansi cara terapi ini menghambat kejang, tetapi biasanya dapat mengurangi kejang hingga 20 hingga 40 persen.

Tindakan terapi ini tetap perlu didukung dengan konsumsi obat anti-epilepsi, dengan dosis yang mungkin sudah diturunkan.

Di sisi lain, terapi ini dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti sakit tenggorokan, sesak napas, hingga batuk.

2. Stimulasi Otak Dalam

Pada tindakan terapi epilepsi ini, ahli medis menanamkan elektroda ke bagian tertentu dari otak, umumnya thalamus. Elektroda ini terhubung ke generator yang ditanamkan ke dada.

Generator secara teratur mengirimkan dorongan listrik ke otak pada interval waktu tertentu, sehingga kejang bisa berkurang. Stimulasi otak ini dilakukan pada seseorang yang gangguan kejangnya rentan kambuh dan tidak membaik dengan konsumsi obat.

3. Neurostimulasi Responsif

Tindakan terapi lainnya untuk mengobati epilepsi adalah neurostimulasi responsif. Cara melakukan terapi ini menggunakan perangkat implan dalam membantu untuk mengurangi kejang yang kerap kambuh.

Alat yang digunakan mampu menganalisis pola aktivitas otak untuk mendeteksi kejang saat mulai, lalu mengirimkan muatan listrik atau obat untuk menghentikan kejang sebelum menyebabkan masalah. 

Namun, terapi ini dapat menimbulkan beberapa efek samping setelahnya. Walaupun, manfaatnya tentu lebih besar dibandingkan efek sampingnya, terutama untuk mengurangi masalah kejang dalam jangka panjang.

4. Diet Ketogenik

Diet ini diterapkan dengan melakukan pengurangan konsumsi makanan yang tinggi lemak dan lebih memilih yang mengandung rendah karbohidrat. Terapi ini juga mampu mengurangi kejang yang rentan untuk kambuh.

Cara kerja diet ini adalah tubuh memecah lemak dibandingkan karbohidrat untuk menghasilkan energi. Setelah beberapa tahun, anak mungkin dapat berhenti dari diet ini, tetapi harus dalam pengawasan dokter.

Nah, sekarang kamu tahu beberapa jenis terapi yang efektif dalam meredam epilepsi untuk kambuh. Jika kamu rentan untuk mengalami gangguan ini, ada baiknya untuk segera menerapkan salah satu metode yang disebutkan agar menjadi lebih baik.

Jika ingin mendapatkan tindakan terapi ini, pemesanan pada beberapa rumah sakit rekanan Halodoc bisa dilakukan melalui fitur janji medis. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

banner download aplikasi halodoc
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Epilepsy.
Web MD. Diakses pada 2022. What Are the Treatments for Epilepsy?