
4 Jenis Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Epilepsi
“Epilepsi adalah gangguan yang mudah kambuh, terlebih jika tidak mendapatkan pengobatan rutin. Nah, salah satu tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah terapi.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Jenis Terapi Epilepsi pada Anak
- Pentingnya Kepatuhan dalam Menjalani Terapi
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Epilepsi atau yang sering disebut masyarakat sebagai penyakit ayan, merupakan gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Pada anak, epilepsi bisa menjadi tantangan besar karena dapat memengaruhi proses tumbuh kembang serta kualitas hidup mereka sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.
Mengetahui bahwa buah hati didiagnosis mengidap epilepsi tentu menjadi hal yang berat bagi orang tua. Namun, penting untuk dipahami bahwa dengan penanganan yang dini dan tepat, banyak anak dengan epilepsi dapat menjalani kehidupan yang normal, aktif, dan sehat. Tujuan utama dari terapi epilepsi adalah untuk menghentikan kejang sama sekali atau setidaknya mengurangi frekuensi kejang seminimal mungkin tanpa menimbulkan efek samping yang mengganggu.
Berbagai pilihan terapi saat ini tersedia, mulai dari penggunaan obat-obatan, pengaturan pola makan khusus, hingga prosedur medis tertentu. Pemilihan terapi ini sangat bergantung pada jenis kejang, penyebab epilepsi, serta kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk bekerja sama dengan dokter spesialis saraf anak guna menentukan metode yang paling sesuai.
Nah, mau tahu apa saja pilihan terapi epilepsi pada anak yang umum dilakukan secara medis? Berikut ulasannya!
Jenis Terapi Epilepsi pada Anak
Penanganan epilepsi pada anak bersifat personal atau individual. Artinya, apa yang berhasil pada satu anak belum tentu memberikan hasil yang sama pada anak lainnya. Secara umum, terdapat empat pilar utama dalam terapi epilepsi anak yang sering direkomendasikan oleh para ahli medis:
1. Terapi Obat-Obatan (Oat Anti-Epilepsi)
Langkah pertama yang biasanya diambil dokter adalah pemberian obat anti-epilepsi (OAE). Obat-obatan ini bekerja dengan cara menyeimbangkan zat kimia di otak yang mengirimkan sinyal listrik, sehingga ambang kejang meningkat dan frekuensi kejang menurun. Penting untuk diingat bahwa obat ini harus dikonsumsi secara rutin sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan oleh dokter untuk menjaga kadar obat yang stabil di dalam darah.
2. Terapi Diet Ketogenik
Bagi anak-anak yang tidak merespons obat-obatan dengan baik (epilepsi refrakter), dokter mungkin menyarankan diet ketogenik. Ini adalah pola makan tinggi lemak, rendah karbohidrat, dan protein yang terkontrol. Diet ini memaksa tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama (ketosis), yang diketahui memiliki efek antikonvulsan atau pelindung terhadap kejang pada otak.
3. Stimulasi Saraf Vagus (VNS)
Terapi ini melibatkan pemasangan perangkat kecil di bawah kulit dada yang terhubung ke saraf vagus di leher. Perangkat ini akan mengirimkan denyut energi listrik secara teratur ke otak melalui saraf vagus untuk membantu mengontrol aktivitas listrik yang menyebabkan kejang. VNS biasanya dipertimbangkan jika obat-obatan tidak efektif dan anak bukan kandidat yang cocok untuk operasi otak.
4. Prosedur Bedah (Operasi)
Jika kejang berasal dari satu area kecil yang teridentifikasi di otak dan area tersebut tidak mengontrol fungsi vital seperti bicara atau penglihatan, operasi dapat menjadi pilihan. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat jaringan otak yang menjadi pusat pemicu kejang. Pada kasus yang tepat, operasi dapat memberikan peluang bagi anak untuk benar-benar bebas dari kejang.
Tips Perawatan Anak dengan Epilepsi di Rumah
- Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup, karena kelelahan sering memicu kejang.
- Catat frekuensi, durasi, dan bentuk kejang dalam buku harian untuk bahan evaluasi dokter.
- Berikan lingkungan yang aman, seperti meminimalisir sudut furnitur yang tajam.
Pentingnya Kepatuhan dalam Menjalani Terapi
Kunci keberhasilan terapi epilepsi, terutama pada terapi obat, adalah kepatuhan. Melewatkan satu dosis saja bisa meningkatkan risiko terjadinya kejang berulang. Orang tua perlu memastikan stok obat selalu tersedia di rumah agar pengobatan tidak terputus.
Untuk mendukung kebutuhan perawatan kesehatan harian si kecil, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Selain kepatuhan dosis, pemantauan efek samping juga harus dilakukan. Jika anak tampak sangat mengantuk, mengalami perubahan suasana hati yang drastis, atau timbul ruam setelah minum obat, segera hubungi dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagai orang tua, kamu harus waspada jika melihat gejala kejang pada anak, seperti tatapan kosong yang lama, gerakan menyentak yang tidak terkendali, atau kehilangan kesadaran sesaat. Diagnosis dini sangat menentukan keberhasilan terapi jangka panjang.
Jika kejang pertama kali terjadi, atau jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera bawa ke instalasi gawat darurat. Namun, untuk konsultasi rutin atau diskusi mengenai efektivitas terapi, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter spesialis saraf anak akan membantu mengevaluasi apakah dosis perlu disesuaikan atau perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti EEG (elektroensefalogram) ulang.
Studi Mengenai Terapi Epilepsi pada Anak
The Lancet Neurology menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa intervensi dini dengan pemilihan obat anti-epilepsi yang tepat pada tahun pertama setelah diagnosis dapat meningkatkan kemungkinan remisi jangka panjang hingga 70% pada anak-anak.
Studi ini menekankan bahwa setiap keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter saraf, ahli gizi (untuk diet ketogenik), dan dukungan psikologis sangat disarankan untuk hasil yang optimal.
Menghadapi epilepsi pada anak memang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, dengan kemajuan teknologi medis saat ini, harapan untuk kesembuhan atau kontrol kejang yang baik sangatlah besar. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah dosis atau mencoba terapi alternatif apa pun pada anak.
Si Kecil Sering Mengalami Kejang tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya kekhawatiran tentang kondisi kesehatan si kecil, tapi bingung harus bertanya ke siapa terlebih dahulu? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Epilepsy in children: Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Childhood Epilepsy.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Epilepsy: Key Facts.
Epilepsy Foundation. Diakses pada 2026. Treatment Strategies for Children.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Epilepsi pada Anak dan Remaja.
FAQ
1. Apakah epilepsi pada anak bisa sembuh total?
Banyak anak dengan epilepsi dapat mengalami remisi atau berhenti mengalami kejang sepenuhnya seiring bertambahnya usia, terutama jika kejang terkontrol dengan baik melalui obat-obatan selama beberapa tahun.
2. Apa pemicu umum kejang pada anak?
Pemicu yang paling sering adalah kurang tidur, demam tinggi, stres emosional, melewatkan dosis obat, serta kilatan cahaya yang sangat terang pada beberapa jenis epilepsi fotosensitif.
3. Apakah anak pengidap epilepsi boleh berolahraga?
Sangat boleh dan dianjurkan untuk kesehatan mental serta fisiknya. Namun, olahraga tertentu seperti berenang harus tetap di bawah pengawasan ketat orang dewasa.
4. Apa yang harus dilakukan saat anak sedang kejang?
Tetap tenang, baringkan anak di tempat yang aman, miringkan tubuhnya agar jalan napas terbuka, dan jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya.


