• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Munculnya Bisul

4 Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Munculnya Bisul

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Bisul adalah benjolan kulit berisi nanah yang terbentuk di bawah kulit, dan rasanya menyakitkan. Pada awalnya, bisul muncul tampak seperti benjolan merah dan lunak. Benjolan ini dengan cepat berisi nanah, tumbuh lebih besar, menyakitkan dan dapat pecah. 

Area yang paling mungkin dihinggapi benjol adalah wajah, bagian belakang leher, ketiak, paha, dan bokong. Bisul sebenarnya bukan kondisi kulit yang serius, sehingga kamu bisa mengatasinya di rumah. Namun, jangan pernah mencoba menusuk atau memencet bisul, karena dapat menyebabkan infeksi. 

Baca juga: Biar Cepat Sembuh Bisul Sebaiknya Dipecahkan, Benarkah?

Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bisul

Bisul biasanya disebabkan oleh bakteri Staph (Staphylococcus aureus), yang dibawa oleh banyak orang sehat di kulit atau hidungnya. Saat kulit terkikis, terpotong, atau pecah, bakteri dapat memasuki folikel rambut dan memulai terjadinya infeksi. Bisul lainnya, seperti yang terkait dengan jerawat, berkembang dari pori-pori tersumbat yang terinfeksi. 

Beberapa kebiasaan buruk juga dapat menyebabkan terjadinya bisul, di antaranya:

  • Sering Mencukur Bulu Ketiak

Ketiak adalah area yang rentan tumbuh bisul jika bulu ketiak sering dicukur, terutama jika cara mencukur bulu ketiak yang tidak tepat. Kebiasaan mencukur yang tidak tepat, misalnya menggunakan pisau cukur yang kotor, dapat menyebabkan iritasi atau luka di kulit ketiak. Dengan begitu, bakteri lebih leluasa masuk ke bawah permukaan kulit. Akibatnya, infeksi dan bisul di ketiak dapat terjadi. 

  • Membiarkan Kulit Kotor Terlalu Lama

Pada dasarnya, malas membersihkan kulit tubuh dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati. Hal ini memicu terbentuknya jerawat atau bisul di area kulit manapun yang berpotensi. 

  • Membiarkan Kulit yang Terluka

Jika kamu mengalami luka di kulit, sebaiknya jaga agar tetap bersih. Jika area luka tidak bersih, bakteri akan mudah masuk ke dalam kulit yang terluka. Kemungkinan bakteri masuk ke dalam bagian kuku dan berpindah ke area kulit manapun, termasuk kulit terluka yang terbuka.

Kamu juga perlu hati-hati jika menggaruk kulit, jangan sampai terluka. Ketika menggaruk kulit terluka, bakteri dengan mudahnya berpindah ke luka yang terbuka. 

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Bisul pada Bayi

  • Tidak Menjaga Kebersihan

Kebersihan badan dan lingkungan yang tidak dijaga dengan baik, akan memudahkan bakteri penyebab virus hinggap di tubuh kamu. Selain itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik agar tidak mengalami obesitas. 

Mencegah Terjadinya Bisul Di Kulit

Meskipun jarang terjadi, namun bakteri bisul dapat memasuki aliran darah dan menyebar ke bagian lain di tubuh. Infeksi yang menyebar, biasanya dikenal sebagai keracunan darah (sepsis), dapat menyebabkan infeksi jauh di dalam tubuh kamu, seperti jantung (endokarditis) dan tulang (osteomielitis). 

Mungkin mencegah bisul tidak selalu mudah, terutama jika kamu memiliki sistem kekebalan yang lebah. Tapi langkah-langkah berikut dapat membantu kamu menghindari infeksi akibat bisul:

  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun. Jika tidak sempat mencuci tangan, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol untuk melawan kuman.
  • Tutupi Luka. Jaga kebersihan luka dan lecet, sebaiknya ditutupi dengan perban kering steril sampai luka sembuh.
  • Hindari berbagai barang pribadi. Jangan pernah berbagi handuk, seprai, pisau cukur, pakaian, perlengkapan olahraga, dan barang pribadi lainnya.

Baca juga: Ketahui 5 Penyebab Bisul dan Cara Mengobatinya, Awas Jangan Asal ya!

Jika kamu melihat adanya gejala bisul di tubuh, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan segera. Dokter akan meninjau riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa bisul secara visual. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Boils.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Boils and carbuncles
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes a Skin Abscess?