02 January 2019

Biar Cepat Sembuh Bisul Sebaiknya Dipecahkan, Benarkah?

Biar Cepat Sembuh Bisul Sebaiknya Dipecahkan, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Ayo ngaku, siapa yang hobi memencet-mencet bisul hingga pecah? Jika kamu termasuk yang suka memecahkan bisul, sebaiknya hentikan kebiasaan ini, ya. Sebab, alih-alih sembuh, kebiasaan ini malah dapat memicu penyebaran infeksi. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bisul adalah benjolan merah pada kulit yang berisi nanah, dan terasa sakit ketika dipegang. Benjolan tersebut muncul akibat adanya infeksi bakteri yang memicu peradangan pada folikel rambut, yaitu lubang tempat tumbuhnya rambut.

Baca juga: Kenalan dengan Hidradenitis Suppurativa alias Bisul

Bisul dapat tumbuh di mana saja, tetapi bagian tubuh yang paling sering menjadi ladang tumbuhnya bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, dan paha. Sebab, bagian-bagian tubuh tersebut merupakan area yang paling sering mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul jarang membutuhkan penanganan medis khusus, karena dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meski begitu, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami bisul dengan kondisi berikut:

  • Disertai demam.

  • Bisul terus membesar hingga mencapai diameter di atas 5 sentimeter dan terasa sangat sakit.

  • Bisul tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan bisul sabut atau karbunkel, dan kondisi ini merupakan infeksi yang lebih serius.

  • Bisul tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.

  • Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.

  • Sering kambuh.

  • Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang mengganggu sistem imun.

Disebabkan oleh Infeksi Bakteri

Bisul disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya kerap ditemukan pada kulit dan di dalam hidung manusia, tanpa menimbulkan masalah atau penyakit tertentu. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam folikel rambut, melalui berbagai cara, seperti luka gores atau gigitan serangga.

Selain itu, seseorang juga bisa terserang bisul, jika memiliki faktor-faktor risiko berikut:

  • Kontak langsung dengan pengidap. Risiko penyakit menular ini akan meningkat jika seseorang sering berhubungan langsung dengan orang yang mengalami bisul, misalnya karena tinggal serumah.

  • Kebersihan yang tidak terjaga, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV, diabetes, atau sedang menjalani kemoterapi.

  • Mengalami masalah kulit, misalnya kulit berjerawat atau eksim.

Baca juga: Mitos Sering Makan Telur Bikin Bisulan, Benarkah?

Jangan Dipecahkan

Bisul umumnya dapat pecah dan sembuh dengan sendirinya. Memecahkan bisul secara paksa hanya akan memperparah infeksi, sekaligus menyebarkan bakteri. Bakteri dari bisul (karbunkel) yang menyebar itu dapat memicu berbagai penyakit lain seperti selulitis, osteomielitis, endokarditis, bahkan sepsis. Selain itu, bisul yang dipecahkan secara paksa juga dapat meninggalkan bekas luka.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Bisul pada Bayi

Sebaiknya, biarkan bisul pecah dengan sendirinya, dan lakukan beberapa langkah berikut, untuk mempercepat penyembuhannya:

  • Mengompres bisul dengan air hangat. Lakukanlah setidaknya tiga kali sehari. Langkah ini akan mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.

  • Ketika bisul pecah, bersihkan area bisul yang pecah dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun anti-bakteri. Jangan lupa untuk menutup bisul yang pecah dengan kain kasa steril.

  • Selanjutnya, ganti perban sesering mungkin, dua hingga tiga kali sehari.

  • Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.

  • Untuk mengurangi nyeri, pengidap bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau analgesik, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Untuk mengatasi bisul berukuran besar atau karbunkel, biasanya dibutuhkan tindakan oleh dokter. Dokter akan membedah bisul guna mengeluarkan nanah. Kadang diperlukan saluran sementara (drain), bila nanah tidak dapat dikeluarkan semua, misalnya pada infeksi yang cukup dalam.

Itulah sedikit penjelasan tentang bisul dan langkah penanganan yang dapat dilakukan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!