“Ada beberapa manfaat mahkota dewa, salah satunya adalah berpotensi sebagai obat diabetes. Sementara itu, buah ini dapat diolah melalui beberapa cara, seperti dijadikan teh.”

DAFTAR ISI
Tanaman obat asli Indonesia memang tidak ada habisnya untuk dibahas, salah satunya adalah mahkota dewa atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Phaleria macrocarpa. Buah yang berasal dari tanah Papua ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari yang ringan hingga penyakit kronis. Bentuk buahnya yang bulat berwarna merah maroon saat matang menyimpan berbagai senyawa aktif yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Penting bagi kamu untuk memahami bahwa meskipun mahkota dewa adalah bahan alami, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Tanaman ini mengandung senyawa kimia kuat seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki efek farmakologis signifikan. Tanpa pengolahan yang benar, bagian tertentu dari buah ini bahkan bisa memicu keracunan. Oleh karena itu, edukasi mengenai manfaat dan cara pengolahan yang tepat menjadi krusial agar kamu mendapatkan khasiat maksimal tanpa risiko kesehatan.
Kini, seiring kemajuan teknologi farmasi di Indonesia, ekstrak mahkota dewa telah banyak dikembangkan menjadi produk kesehatan yang lebih praktis dan teruji keamanannya. Kamu tidak perlu lagi repot mengolahnya secara manual jika khawatir akan efek sampingnya. Mengonsumsi produk yang sudah terstandarisasi BPOM adalah pilihan bijak untuk mendukung kesehatan harianmu.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan berbahan dasar mahkota dewa serta manfaat lengkapnya bagi tubuh? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Produk Mahkota Dewa yang Ampuh
Mengonsumsi mahkota dewa dalam bentuk suplemen atau produk herbal terstandar memastikan kamu mendapatkan dosis yang tepat dan aman. Berikut adalah rekomendasi produk yang memanfaatkan kebaikan mahkota dewa untuk membantu meredakan keluhan kesehatan kamu.
1. HerbaVOMITZ Sirup 60 ml
HerbaVOMITZ adalah produk herbal modern yang diformulasikan khusus untuk mengatasi gangguan pencernaan, terutama kembung dan mual. Produk ini mengandung zat aktif Avominol, yaitu fraksi spesifik dari tanaman mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Avominol bekerja dengan cara membantu memecah gas di dalam lambung dan menenangkan otot-otot saluran pencernaan sehingga rasa tidak nyaman segera mereda.
Manfaat utamanya adalah meredakan mual dan kembung akibat telat makan, masuk angin, atau gangguan pencernaan ringan lainnya. Karena bentuknya sirup, obat ini lebih cepat diserap oleh tubuh untuk memberikan efek lega yang instan.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 2 sendok takar (10 ml), 1-3 kali sehari tergantung tingkat keluhan.
- Kocok dahulu sebelum diminum. Sebaiknya diminum segera saat gejala mual atau kembung muncul.
Obat ini termasuk kategori obat herbal terstandar (OHT) yang aman dikonsumsi mandiri. Perhatikan aturan pakai pada kemasan atau konsultasikan jika gejala berlanjut.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan HerbaVOMITZ Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. HerbaVOMITZ 5 Tablet
Bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi, HerbaVOMITZ juga tersedia dalam bentuk tablet. Sama seperti varian sirupnya, tablet ini mengandung fraksi bioaktif Avominol dari mahkota dewa. Keunggulan bentuk tablet adalah praktis dibawa ke mana saja dalam tas atau saku, sehingga siap digunakan kapan pun mual menyerang.
Cara kerjanya berfokus pada sistem pencernaan, membantu menurunkan tekanan gas di lambung yang seringkali memicu rasa ingin muntah. Produk ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang sering mengalami motion sickness atau mabuk perjalanan serta gangguan lambung ringan.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet, 1-3 kali sehari.
- Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Obat ini aman untuk penggunaan mandiri sesuai dosis yang dianjurkan. Hindari penggunaan berlebihan melampaui dosis harian yang tertera pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan HerbaVOMITZ 5 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Peringatan Penting Mahkota Dewa
- Dilarang mengonsumsi biji mahkota dewa karena mengandung racun yang bisa menyebabkan bengkak hingga kelumpuhan.
- Wanita hamil dilarang mengonsumsi olahan mahkota dewa karena efek oksitosin yang bisa memicu kontraksi rahim.
- Selalu gunakan wadah non-logam saat merebus mahkota dewa untuk menghindari reaksi kimia.
Cara Aman Mengolah Mahkota Dewa
Jika kamu memilih untuk mengolah buah mahkota dewa secara langsung, kamu harus sangat berhati-hati. Berikut adalah langkah-langkah medis yang dianjurkan untuk meminimalisir risiko racun:
1. Pemilihan dan Pembersihan
Pilihlah buah yang sudah matang sempurna (berwarna merah tua). Cuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran. Pastikan buah tidak dalam kondisi busuk atau berjamur karena dapat mengandung mikroorganisme berbahaya.
2. Teknik Pengirisan dan Pembuangan Biji
Ini adalah langkah paling krusial. Iris buah tipis-tipis, lalu buang seluruh bijinya. Biji mahkota dewa mengandung alkaloid tinggi yang bersifat toksik bagi manusia. Hanya bagian daging buah dan kulitnya saja yang boleh digunakan untuk pengobatan.
3. Proses Pengeringan
Irisan daging buah sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan dehidrator. Proses pengeringan ini membantu mengurangi kadar racun dan membuat bahan lebih awet untuk disimpan sebagai stok herbal.
4. Perebusan yang Benar
Ambil sekitar 5-7 irisan mahkota dewa kering, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Gunakan panci keramik atau kaca, hindari panci aluminium atau besi karena senyawa aktif flavonoid dapat bereaksi negatif dengan logam tersebut.
Studi Mengenai Khasiat Mahkota Dewa
The Journal of Ethnopharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekstrak Phaleria macrocarpa mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang efektif sebagai agen anti-diabetes. Senyawa ini bekerja dengan menghambat enzim alfa-glukosidase, sehingga penyerapan gula dalam darah menjadi lebih terkendali.
Selain itu, penelitian dalam jurnal medis lokal Indonesia juga menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dalam mahkota dewa setara dengan vitamin C dosis tinggi dalam hal menangkal radikal bebas. Hal ini memperkuat alasan mengapa tanaman ini sering digunakan dalam terapi pendukung untuk penderita tumor dan kanker guna membantu regenerasi sel yang rusak.
Apabila kamu mengalami gejala kesehatan yang tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi herbal, sangat penting untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Kamu bisa mendapatkan produk herbal terstandar dan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan layanan yang praktis dan cepat.
Punya Keluhan Pencernaan atau Ingin Konsumsi Herbal tapi Ragu? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa mual, kembung, atau ingin mencoba manfaat mahkota dewa tapi bingung dengan dosisnya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Taksonomi dan Khasiat Phaleria macrocarpa.
Journal of Ethnopharmacology. Diakses pada 2026. Anti-diabetic activity of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl fruit.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Phaleria macrocarpa: A Review on Its Phytochemistry and Pharmacological Activities.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan Mandiri.
FAQ
1. Apakah mahkota dewa bisa mengobati asam urat?
Ya, mahkota dewa mengandung flavonoid yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat dengan cara menghambat enzim xantin oksidase. Namun, tetap diperlukan pola makan rendah purin untuk hasil maksimal.
2. Apa efek samping jika tidak sengaja memakan biji mahkota dewa?
Biji mahkota dewa mengandung racun alkaloid yang sangat keras. Efek sampingnya meliputi bengkak di mulut, rasa terbakar di tenggorokan, mual hebat, hingga risiko kejang atau kelumpuhan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
3. Bolehkah anak-anak minum air rebusan mahkota dewa?
Sangat tidak disarankan bagi anak di bawah usia 12 tahun untuk mengonsumsi rebusan tradisional mahkota dewa karena sistem pencernaan dan ginjal mereka belum sekuat orang dewasa. Gunakan produk herbal khusus anak yang sudah teruji klinis jika diperlukan.
4. Berapa lama hasil konsumsi mahkota dewa terlihat?
Untuk keluhan ringan seperti mual, produk berbasis mahkota dewa biasanya bekerja dalam 30-60 menit. Namun untuk kondisi kronis seperti diabetes, diperlukan konsumsi rutin selama beberapa minggu dibarengi pengawasan medis.



