“Ada beberapa manfaat mahkota dewa, salah satunya adalah berpotensi sebagai obat diabetes. Sementara itu, buah ini dapat diolah melalui beberapa cara, seperti dijadikan teh.”

DAFTAR ISI
- 4 Manfaat Pohon Mahkota Dewa untuk Kesehatan
- Kandungan Senyawa Aktif dalam Mahkota Dewa
- Cara Mengolah Mahkota Dewa yang Benar
- Efek Samping dan Perhatian Khusus
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pohon mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang pamornya sebagai tanaman obat herbal sudah tidak perlu diragukan lagi. Tanaman yang berasal dari daratan Papua ini sering ditanam di pekarangan rumah bukan hanya sebagai peneduh, tetapi juga sebagai apotek hidup. Buahnya yang berwarna merah merona saat matang menyimpan segudang khasiat luar biasa bagi tubuh manusia.
Di balik warnanya yang cantik, pengolahan buah mahkota dewa tidak boleh dilakukan sembarangan. Buah ini tidak bisa dikonsumsi langsung dalam keadaan mentah karena memiliki getah dan biji yang sangat beracun. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui cara penanganan yang tepat agar manfaat kesehatan yang didapatkan bisa maksimal tanpa menimbulkan risiko keracunan. Menjaga kesehatan dengan bahan alami memang menjadi tren saat ini, namun pemahaman medis tentang khasiat dan risikonosnya harus tetap diutamakan.
Banyak masyarakat yang menggunakan ramuan dari pohon mahkota dewa sebagai terapi pendamping untuk berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes, hipertensi, hingga asam urat. Namun, jika kamu mengalami gejala seperti sakit kepala berkepanjangan, kelelahan ekstrem, atau demam yang tidak kunjung turun, sebaiknya konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis medis yang pasti sebelum mencoba pengobatan herbal apa pun secara mandiri.
Nah, mau tahu apa saja manfaat luar biasa dari pohon mahkota dewa dan bagaimana cara aman mengolahnya? Berikut ulasan lengkapnya!
4 Manfaat Pohon Mahkota Dewa untuk Kesehatan
Bagian dari pohon mahkota dewa yang paling sering dimanfaatkan sebagai obat adalah daging buahnya. Kulit cangkang dan daunnya juga kadang digunakan, namun buahnyalah yang paling kaya akan khasiat. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari mahkota dewa jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat.
1. Menurunkan Kadar Gula Darah (Diabetes)
Salah satu khasiat paling populer dari pohon mahkota dewa adalah kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga sangat bersahabat bagi penderita diabetes. Senyawa saponin yang terdapat dalam ekstrak buah ini dipercaya mampu mengurangi penyerapan gula di dalam usus dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Dengan begitu, penumpukan glukosa dalam darah dapat diminimalkan.
2. Meredakan Gejala Asam Urat
Kandungan flavonoid dalam buah mahkota dewa bertindak sebagai inhibitor atau penghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh. Selain itu, sifat diuretik alami yang dimilikinya membantu ginjal bekerja lebih optimal dalam membuang kelebihan purin melalui urine. Hal ini sangat membantu dalam mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri pada persendian yang sering dialami oleh penderita asam urat.
3. Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi adalah “silent killer” yang bisa memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Ekstrak dari buah pohon mahkota dewa mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang mampu membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks (vasodilatasi). Proses relaksasi pembuluh darah ini akan membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan angka tekanan darah sistolik dan diastolik.
4. Menangkal Radikal Bebas dan Mencegah Tumor
Pohon mahkota dewa memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi berkat senyawa polifenol. Antioksidan ini bertugas menetralisir radikal bebas dalam tubuh yang kerap menjadi pemicu kerusakan sel, penuaan dini, hingga mutasi sel penyebab tumor dan kanker. Mengonsumsi seduhan mahkota dewa secara teratur dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melakukan detoksifikasi secara alami.
Faktor Pemicu Keracunan Mahkota Dewa
- Mengonsumsi buah secara langsung (mentah) tanpa proses pemanasan atau pengeringan.
- Ikut merebus atau mengonsumsi biji mahkota dewa. Biji ini adalah bagian paling beracun dari tanaman.
- Meminum air rebusan dengan dosis yang terlalu pekat atau berlebihan dalam sehari.
Kandungan Senyawa Aktif dalam Mahkota Dewa
Untuk memahami mengapa pohon mahkota dewa begitu berkhasiat, kita perlu membedah senyawa fitokimia yang ada di dalamnya. Ada empat senyawa aktif utama yang menyumbang peran terbesar dalam farmakologi herbal tanaman ini:
1. Alkaloid
Alkaloid adalah senyawa yang memiliki sifat detoksifikasi tinggi. Di dalam tubuh manusia, alkaloid bekerja layaknya penyapu racun, membantu organ hati menetralisir racun-racun kimia yang masuk melalui makanan, udara, maupun radikal bebas. Selain itu, alkaloid juga memberikan efek analgesik ringan yang membantu meredakan nyeri.
2. Saponin
Saponin adalah senyawa yang menghasilkan busa jika dikocok dalam air. Di dalam sistem pencernaan dan peredaran darah, saponin bertindak sebagai agen antibakteri dan antivirus. Saponin juga sangat efektif dalam mengikat kolesterol jahat (LDL) dalam darah serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
3. Flavonoid
Senyawa ini adalah antioksidan kuat yang bertanggung jawab dalam melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Flavonoid bekerja dengan cara mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis) sehingga risiko penyakit kardiovaskular dapat ditekan secara signifikan. Flavonoid juga terbukti memiliki efek anti-inflamasi (anti-peradangan).
4. Polifenol
Polifenol berfungsi hampir mirip dengan flavonoid, yaitu sebagai antihistamin (antialergi) dan antioksidan tingkat tinggi. Senyawa ini sangat baik untuk menjaga kesehatan organ-organ vital dan memperbaiki jaringan sel yang rusak akibat paparan polusi maupun stres oksidatif.
Cara Mengolah Mahkota Dewa yang Benar
Karena sifatnya yang beracun saat mentah, mengolah buah dari pohon mahkota dewa membutuhkan kehati-hatian ekstra. Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara mengolahnya agar aman dikonsumsi sebagai teh atau jamu herbal:
1. Pemilihan dan Pembersihan
Pilihlah buah mahkota dewa yang sudah matang sempurna, biasanya ditandai dengan warna kulit merah tua yang merata. Cuci bersih buah tersebut di bawah air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran. Belah buah menjadi dua bagian.
2. Pemisahan Biji (Sangat Penting)
Buang seluruh biji yang ada di bagian tengah buah. Jangan sampai ada biji yang tersisa karena biji pohon mahkota dewa mengandung toksin mematikan yang dapat memicu kejang, sariawan akut, pembengkakan mulut, hingga kerusakan hati. Setelah biji dibuang, iris tipis-tipis daging buah beserta kulitnya.
3. Proses Pengeringan
Jemur irisan daging buah mahkota dewa di bawah terik sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering kerontang. Proses penjemuran ini sangat penting untuk menghilangkan sisa getah beracun dan memperpanjang masa simpan. Kamu juga bisa menggunakan oven dengan suhu rendah, namun penjemuran alami lebih direkomendasikan.
4. Proses Perebusan
Ambil sekitar 3 hingga 5 lembar irisan mahkota dewa kering, lalu rebus dengan 3 gelas air bersih. Biarkan mendidih hingga air menyusut dan tersisa kira-kira 1 gelas saja. Saring air rebusan tersebut dan tunggu hingga hangat sebelum diminum. Air rebusan ini sebaiknya diminum 1-2 kali sehari, tidak lebih.
Jika kamu merasa kesulitan atau tidak punya waktu luang untuk meracik dan mengolah ramuan herbal ini sendiri, tidak perlu khawatir. Sekarang kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Mulai dari suplemen herbal matang, vitamin, hingga obat-obatan terstandarisasi yang diekstrak dengan teknologi modern tersedia lengkap di sana.
Efek Samping dan Perhatian Khusus
Meskipun alami, bukan berarti tanaman herbal sepenuhnya bebas dari efek samping. Mengonsumsi olahan pohon mahkota dewa dengan takaran berlebihan dapat memicu reaksi negatif pada tubuh, seperti rasa mual, muntah, sakit kepala parah, dan debaran jantung yang tidak beraturan.
Beberapa kelompok individu di bawah ini sangat disarankan untuk menghindari konsumsi mahkota dewa:
- Ibu hamil dan menyusui: Senyawa aktif dalam mahkota dewa dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi memengaruhi kualitas ASI, sehingga berbahaya bagi janin dan bayi.
- Pasien dengan gagal ginjal: Sifat diuretik yang kuat dapat memaksa ginjal yang sudah rusak untuk bekerja lebih keras, sehingga bisa memperburuk kondisi.
- Penderita tekanan darah rendah (Hipotensi): Karena sifat utamanya menurunkan tekanan darah, penderita hipotensi bisa mengalami pusing parah dan lemas jika mengonsumsinya.
Studi Terkait
Penelitian mengenai efektivitas pohon mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) telah banyak dilakukan di ranah medis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacognosy Reviews pada tahun 2013 menjelaskan bahwa ekstrak buah mahkota dewa memiliki sifat anti-hiperglikemik, anti-inflamasi, dan antioksidan yang signifikan.
Studi in vitro dan in vivo dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa fraksi aktif dari tanaman ini secara efektif mampu menurunkan kadar glukosa darah pada subjek uji coba. Hal ini mengonfirmasi klaim tradisional masyarakat bahwa mahkota dewa dapat dijadikan terapi alternatif pendamping untuk manajemen diabetes tipe 2, tentunya di bawah pengawasan medis.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Pharmacognosy Reviews. Diakses pada 2024. Phaleria macrocarpa (Boerl.) Nooteb.: A Review of Its Phytochemical and Pharmacological Properties.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Antioxidant and Anti-inflammatory Activities of Phaleria macrocarpa.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Traditional, Complementary and Integrative Medicine.
FAQ
1. Apa saja penyakit yang bisa diredakan dengan pohon mahkota dewa?
Pohon mahkota dewa banyak dimanfaatkan untuk membantu meredakan keluhan diabetes, hipertensi, asam urat, hingga penyakit kulit. Ekstraknya yang kaya antioksidan juga diyakini dapat membantu mencegah pertumbuhan tumor.
2. Apakah daun pohon mahkota dewa juga memiliki manfaat kesehatan?
Ya, daunnya juga mengandung senyawa alkaloid dan saponin. Air rebusan daun mahkota dewa sering digunakan masyarakat tradisional untuk membantu mengatasi masalah alergi, gatal-gatal, serta disentri ringan.
3. Berapa lama irisan mahkota dewa harus dijemur sebelum direbus?
Idealnya, irisan daging buah harus dijemur di bawah sinar matahari langsung selama 3 hingga 5 hari, atau sampai benar-benar kering dan teksturnya mengeras. Pengeringan yang sempurna meminimalisir risiko keracunan akibat getah mentah.
4. Bolehkah meminum rebusan mahkota dewa bersamaan dengan obat resep dokter?
Sebaiknya hindari meminumnya bersamaan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Mahkota dewa bisa memicu interaksi obat, terutama jika dikombinasikan dengan obat penurun gula darah atau obat hipertensi kimia, yang dapat menyebabkan efek penurunan drastis secara berlebihan.



