Advertisement

4 Olahraga yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   04 April 2022

“Jika tetap ingin aktif secara fisik, terdapat beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari saat puasa. Salah satunya adalah angkat beban, karena dapat membuatmu lemas, dan berpotensi mengganggu puasa sekaligus kesehatanmu.”

4 Olahraga yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa4 Olahraga yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi bahwa untuk mendapatkan tubuh yang sehat, kamu harus menjaga asupan makanan dan tetap melakukan olahraga. Tanpa terkecuali saat kita tengah berpuasa di bulan Ramadan. 

Seperti yang dikutip dari salah satu media daring nasional, Dr. Khalid Almuti, staf dokter di Heart & Vascular Institute di Cleveland Clinic, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab mengungkapkan bahwa terdapat cara aman untuk tetap berolahraga selama puasa Ramadan, yaitu dengan cara mengubah rutinitas normal sehari-hari. Ia juga menambahkan bahwa menjaga tubuh tetap aktif itu penting sebab olahraga mampu menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes. 

Kendati dapat dilakukan dengan aman, nyatanya berolahraga selama berpuasa juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebab, ada beberapa jenis olahraga yang sebaiknya dihindari saat puasa. Penasaran apa saja? Yuk, simak informasinya di sini! 

Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

Agar puasa tetap terjaga dan kamu tidak lemas seusai berolahraga, berikut adalah beberapa olahraga yang perlu dihindari saat puasa, di antaranya adalah:

1. Angkat Beban

Saat menjalani puasa, tubuhmu pasti akan rentan mengalami lemas karena menahan lapar selama kurang lebih 12 jam. Namun, jika kamu tetap memaksakan untuk melakukan olahraga ini, latihanmu tidak akan maksimal. Yang ada kamu menjadi lemas dan tidak ada tenaga untuk beraktivitas dan melanjutkan puasa. 

Jadi, angkat beban adalah salah satu olahraga yang dihindari saat puasa. Sebab, jika kamu lemas, kondisi ini malah berpotensi mengganggu puasa sekaligus kesehatanmu. 

2. Renang

Sebetulnya berenang saat puasa boleh saja dilakukan, asalkan kamu dapat memastikan bahwa tidak ada setetes air pun yang tertelan atau masuk ke dalam lubang di dalam tubuh. Beda juga ceritanya jika kamu melakukan renang saat puasa agar dahagamu hilang, sudah jelas ini membatalkan puasa. 

Nah, dari pada mencari perkara, alangkah lebih baik untuk menghindari olahraga renang saat puasa. Sebagai gantinya kamu dapat melakukannya pada malam hari seusai salat tarawih.

3. Sprint

Ini adalah salah satu olahraga yang dihindari saat puasa karena terlalu berat, sehingga setelahnya kamu bisa terkena dehidrasi. Sprint juga harus dihindari karena dapat menyebabkan cedera persendian atau otot dan menyebabkan komplikasi seperti hipoglikemia atau pusing. 

Jadi, saat puasa, lakukanlah latihan ringan 1 hingga 2 jam sebelum berbuka atau 2 hingga 3 jam setelah berbuka dengan total durasi 75 menit, termasuk pemanasan dan pendinginan. Lakukanlah olahraga ini 2 sampai 3 kali seminggu untuk mencegah pengecilan otot.

4. Latihan Intensitas Tinggi 

Beberapa jenis high intensity interval training (HIIT) yang dapat menyebabkan denyut nadi berada di angka 150 per menit, juga perlu dihindari. Contohnya seperti push-up, abdominal crunch, squat, hingga plank. Sebab, olahraga tersebut dapat menguras habis energimu dan malah dapat memengaruhi kekebalan tubuhmu.

Tips Olahraga Aman saat Puasa

Nah, selain menghindari olahraga di atas, saat puasa pun kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut agar olahragamu saat puasa tidak membuatmu lemas:

1. Memeriksakan Kondisi Kesehatan Terlebih Dahulu 

Seperti yang diketahui, selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan selama lebih dari 12 jam. Sementara itu, melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga berpotensi menurunkan tingkat kekebalan tubuh. Maka, pastikan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga, untuk mengetahui apakah kondisi tubuhmu aman atau tidak untuk tetap berolahraga selama puasa. 

2. Minum Cukup Air

Olahraga jelas membuat cairan tubuhmu berkurang. Maka dari itu, saat berbuka puasa hingga sahur usahakan untuk meminum 1,5 hingga 2 liter air. Kamu juga dapat mengonsumsi buah yang kaya kandungan air, seperti semangka atau jeruk.

3. Perhatikan Asupan Gizi

Selain memperhatikan jumlah air yang dikonsumsi, asupan makanan juga harus kamu perhatikan. Makanlah makanan dengan gizi seimbang dan pastikan agar makanan tersebut mengandung kalori, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk digunakan beraktivitas seharian.

4. Istirahat Cukup

Durasi istirahat juga harus kamu jaga, karena jika kamu mengalami kekurangan tidur beberapa masalah kesehatan akan rentan menyerangmu. Oleh sebab itu, pastikan untuk menjaga tidurmu sekitar 7 hingga 9 jam per hari.

5. Ketahui Batasan Tubuh

Olahraga saat puasa memang dapat memberikan dampak yang baik bagi tubuh. Namun, bukan berarti olahraga ketika puasa dapat dilakukan berlebihan. Maka dari itu, ketahuilah batasan kemampuan fisik tubuhmu demi meminimalkan risiko terjadinya gangguan kesehatan. 

Penting untuk segera menghentikan aktivitas fisik jika mengalami salah satu atau sejumlah indikasi peringatan pada tubuh. Misalnya seperti gemetar, sempoyongan, pusing, keringat dingin, hingga lemas. 

Itulah penjelasan mengenai beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari ketika kamu berpuasa. Mulai dari angkat beban, renang, sprint, hingga beberapa jenis latihan interval tinggi. 

Namun, bukan berarti olahraga dengan intensitas ringan juga benar-benar aman untukmu. Oleh sebab itu, sebaiknya periksakanlah kondisi kesehatanmu sebelum berolahraga. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Health X Change. Diakses pada 2022. Best Times to Exercise During Ramadan.
Tempo. Diakses pada 2022. Olahraga Saat Berpuasa, Cek Apa yang Boleh dan Dilarang. 
Tirto. Diakses pada 2022. Tips Ramadan 2019: Waktu Olahraga yang Tepat Saat Puasa.