• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Pemeriksaan Penunjang untuk Diagnosis Radang Usus

4 Pemeriksaan Penunjang untuk Diagnosis Radang Usus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Radang usus alias inflammatory bowel disease adalah penyakit pada saluran pencernaan. Kondisi ini terjadi karena ada peradangan pada saluran pencernaan yang memicu terjadinya iritasi hingga luka. Gejala khas dari penyakit radang usus adalah diare, nyeri perut, serta penurunan berat badan. Lantas, apa saja pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini? 

Gangguan radang usus bisa terjadi pada siapa saja, tapi risikonya disebut lebih tinggi pada usia 15-30 tahun. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab radang usus. Namun, penyakit ini diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar radang usus di artikel berikut ini!

Baca juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Radang Usus

Gejala dan Cara Mendiagnosis Radang Usus

Pada dasarnya, ada dua jenis penyakit yang masuk pada kategori radang usus, yaitu kolitis ulseratif dan Crohn’s disease. Perbedaan kedua penyakit ini ada pada lokasi terjadinya peradangan. Kolitis ulseratif merupakan peradangan kronis yang terjadi pada lapisan terdalam usus besar atau kolon. Sementara Crohn’s disease memicu peradangan pada seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke dubur.

Penyakit ini bisa ditandai dengan beberapa gejala tergantung pada lokasi peradangan saluran pencernaan. Namun, secara umum penyakit ini bisa memicu gejala seperti nyeri perut atau kram perut, diare, perut kembung, penurunan nafsu makan, BAB berdarah (hematochezia), serta berat badan berkurang. 

Tidak hanya di usus, peradangan juga bisa terjadi di luar sistem pencernaan, seperti di mata, kulit, atau sendi. Gejala yang muncul akibat penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. BAB berdarah yang terjadi akibat radang usus bisa menimbulkan anemia atau kurang darah. Kondisi ini kemudian bisa menyebabkan pengidapnya mengalami mudah lelah dan pucat. 

Masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini, tapi radang usus diduga terkait dengan autoimun atau kondisi di mana sistem kekebalan tubuh bekerja secara abnormal. Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh seharusnya berfungsi melawan infeksi bakteri atau virus. Sementara pada pengidap autoimun, sistem kekebalan tubuh malah menyerang jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini adalah usus. 

Baca juga: Jaga Kesehatan Usus, Ini Bedanya Radang Usus dan Radang Usus Besar

Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Maka dari itu, perlu untuk segera melakukan pemeriksaan medis dan merencanakan pengobatan. Setelah mengamati gejala dan kondisi fisik yang dicurigai sebagai tanda radang usus, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis radang usus adalah: 

1.Pemeriksaan Tinja

Infeksi bisa dinilai dari ada atau tidaknya darah pada tinja yang dikeluarkan. Maka dari itu, perlu dilakukan pemeriksaan tinja untuk memastikan diagnosis. Sebab, darah pada tinja umumnya tidak bisa dilihat secara kasat mata. 

2.Endoskopi dan Teropong

Endoskopi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi radang usus. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat lapisan rongga usus. Endoskopi dilakukan dengan memasukkan alat khusus yang dilengkapi kamera melalui mulut atau dubur. 

3.Tes darah

Tes darah juga dibutuhkan. Jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah gejala yang muncul merupakan tanda anemia atau infeksi.

4.Tes pencitraan

Sebagai penunjang, tes pencitraan juga bisa dilakukan. Foto Rontgen, USG perut, CT scan, atau MRI biasanya akan dilakukan jika dicurigai ada hal lain yang menyebabkan timbulnya gejala.

Baca juga: 5 Kebiasaan Sepele Ini Menyebabkan Radang Usus Buntu

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Inflammatory Bowel Disease (IBD).
Healthline. Diakses pada 2020. Inflammatory Bowel Disease (IBD)