Radang Usus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Radang Usus

Penyakit radang usus adalah kondisi saat usus mengalami peradangan. Istilah ini merupakan sebuah wadah yang mengacu kepada dua jenis penyakit yang sama-sama menyebabkan peradangan pada usus yaitu penyakit kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

Penyakit kolitis ulseratif merupakan peradangan yang bertahan lama dan menyebabkan ulster (luka) pada lapisan dinding usus besar kolon dan rektum. Sedangkan penyakit Crohn ditandai dengan adanya suatu peradangan pada dinding saluran pencernaan seseorang yang menyebar luas dan jauh hingga ke dalam jaringan yang terkena. Baik penyakit kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu dan komplikasinya mengancam nyawa.

Baca juga: Jaga Kesehatan Usus, Ini Bedanya Radang Usus dan Radang Usus Besar

 

Faktor Risiko Radang Usus

Beberapa faktor risiko yang dipercaya meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini, meliputi:

  1. Usia.

  2. Ras dan etnis tertentu.

  3. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga.

  4. Merokok

  5. Konsumsi obat anti radang golongan non-steroid terus menerus.

  6. Lingkungan tempat tinggal.

 

Penyebab Radang Usus

Penyebab dari penyakit radang usus sendiri masih belum diketahui. Beberapa faktor seperti diet dan stres dipercaya dapat menjadi salah satu faktor yang memperparah gejala dari penyakit ini. Walau begitu, hal tersebut bukan faktor pemicu munculnya penyakit ini. Salah satu penyebabnya diperkirakan karena adanya malfungsi atau kelainan dari sistem kekebalan tubuh.

Kelainan fungsi sistem imun terjadi ketika sistem imun seseorang yang seharusnya melawan bakteri dan virus justru malah menyerang lapisan dinding usus pengidap dan mengganggu kerja usus.

 

Gejala Radang Usus

Gejala dari penyakit radang usus dapat bervariasi dan tergantung pada derajat keparahan radang yang terjadi. Gejala yang dapat muncul baik pada kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn antara lain adalah:

  1. Diare.

  2. Demam dan rasa tidak enak badan.

  3. Nyeri perut dan kram perut.

  4. Terdapat darah pada feses.

  5. Penurunan nafsu makan.

  6. Berat badan turun secara progresif tanpa direncanakan.

Baca juga: Waspada Sakit Perut Parah Tanda Terinfeksi Radang Usus

 

Diagnosis Radang Usus

Diagnosis penyakit radang usus ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan dibantu dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Laboratorium darah untuk memeriksa kondisi anemia.

  2. Pemeriksaan feses untuk memeriksa apakah ada darah pada feses.

  3. Prosedur endoskopi:

    • Kolonoskopi.

    • Sigmoidoskopi.

    • Endoskopi

  4. Pemeriksaan pencitraan:

    • X-ray.

    • CT scan.

    • MRI.

 

Pengobatan Radang Usus

Terapi yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit radang usus memiliki tujuan untuk mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan munculnya tanda dan gejala dari penyakit. Penanganan yang dapat dilakukan antara lain dengan:

  1. Obat antiinflamasi.

  2. Obat-obatan untuk menekan kerja sistem imun.

  3. Antibiotik.

  4. Obat anti diare.

  5. Obat anti nyeri.

  6. Suplemen zat besi.

  7. Suplemen kalsium dan Vitamin D.

  8. Pemberian nutrisi.

  9. Terapi pembedahan menjadi salah satu opsi apabila obat-obatan tidak lagi berfungsi secara optimal dalam mengurangi tanda dan gejala yang dialami oleh pengidap.

Baca juga: 3 Kebiasaan Makan Ini Bisa Sebabkan Radang Usus

 

Pencegahan Radang Usus

Pencegahan secara pasti yang dapat dilakukan untuk terhindar dari penyakit ini masih belum diketahui, pasalnya penyebab dari penyakit radang usus sendiri pun masih belum diketahui. Namun, beberapa penelitian menyarankan bahwa beberapa hal yang dipercaya memiliki peran sebagai pencetus dari penyakit perlu dihindari, hal ini meliputi:

  1. Hindari merokok.

  2. Hindari kondisi stres.

  3. Hindari makan makanan yang tinggi lemak.

  4. Hindari makanan dan minuman yang mengiritasi dinding saluran pencernaan seperti makanan yang pedas dan minuman berkafein.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami masalah dengan pencernaan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Referensi
MedicalNewsToday. Diakses pada 2019. What to Know About Inflammatory Bowel Disease

Diperbarui pada 4 September 2019