Air mata yang keluar terus menerus menjadi tanda adanya gangguan pada saluran mata.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Tetes Mata yang Ampuh
- Penyebab Mata Berair dan Faktor Pemicunya
- Studi Terkait Sindrom Mata Kering dan Mata Berair
- FAQ
Pernahkah kamu tiba-tiba mengalami kondisi di mana air mata terus menetes tanpa sebab yang jelas? Banyak orang sering bertanya-tanya, mata berair kenapa bisa terjadi padahal sedang tidak menangis atau bersedih? Secara medis, kondisi mata yang terus-menerus mengeluarkan air mata disebut dengan epifora. Air mata sejatinya memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kelembapan permukaan mata, membersihkan kotoran, dan melindungi mata dari infeksi. Namun, produksi air mata yang berlebihan justru bisa mengganggu kenyamanan dan penglihatan.
Kondisi mata berair umumnya dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal. Mulai dari paparan debu, asap kendaraan, angin kencang, hingga kebiasaan menatap layar gadget (komputer, televisi, dan smartphone) terlalu lama yang memicu mata lelah. Selain itu, ironisnya, salah satu penyebab paling umum dari mata berair adalah sindrom mata kering. Saat mata menjadi terlalu kering, kelenjar air mata akan merespons dengan memproduksi air mata secara berlebihan sebagai mekanisme pertahanan otomatis tubuh.
Meski sebagian besar kasus mata berair tidak berbahaya dan bisa mereda dengan sendirinya, kondisi yang berlangsung terus-menerus tentu membutuhkan penanganan. Jika keluhan disertai dengan rasa gatal, merah, atau perih, kamu bisa beli obat mata online di Halodoc untuk meredakan gejalanya dengan cepat. Namun, sangat penting untuk memilih produk yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.
Nah, mau tahu apa saja pilihan obat tetes mata yang aman dan bisa diandalkan untuk mengatasi masalah ini? Berikut ulasan lengkap rekomendasi produk yang bisa kamu gunakan secara mandiri di rumah!
Rekomendasi Obat Tetes Mata yang Ampuh
Untuk mengatasi mata berair yang disebabkan oleh iritasi ringan, alergi, atau mata lelah, kamu bisa menggunakan beberapa pilihan obat tetes mata yang dijual bebas (OTC) di apotek. Berikut adalah rekomendasi produk yang aman dan efektif:
1. Rohto Cool Eye Drop 7 ml
Rohto Cool Eye Drop adalah obat tetes mata yang diformulasikan khusus untuk memberikan sensasi dingin yang menyegarkan pada mata. Sensasi dingin ini sangat membantu dalam mengalihkan rasa gatal atau perih yang sering menyertai keluhan mata berair akibat iritasi ringan. Obat ini mengandung bahan aktif Naphazoline Hydrochloride yang bekerja sebagai dekongestan topikal. Cara kerjanya adalah dengan menyempitkan pembuluh darah yang melebar di area mata (vasokonstriksi), sehingga kemerahan dan mata berair bisa segera mereda.
Manfaat spesifik dari produk ini adalah meredakan mata merah, mata berair akibat debu, asap, angin, atau kelelahan setelah berenang dan membaca. Selain itu, sensasi cooling-nya sangat disukai karena memberikan efek relaksasi instan pada mata yang lelah akibat menatap layar.
Dosis dan aturan pakai:
- Teteskan 1-2 tetes pada masing-masing mata yang sakit.
- Gunakan 3-4 kali sehari atau sesuai dengan kebutuhan.
- Jangan digunakan saat menggunakan lensa kontak lunak (softlens). Lepaskan lensa kontak sebelum meneteskan obat dan tunggu sekitar 15 menit sebelum memakainya kembali.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Rohto Cool Eye Drop 7 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Insto Regular Tetes Mata 7.5 ml
Insto Regular adalah salah satu merek tetes mata yang paling populer di Indonesia. Obat ini sangat efektif untuk mengatasi keluhan mata merah dan berair ringan. Kandungan utama dalam Insto Regular adalah Tetrahydrozoline HCl 0.05%. Tetrahydrozoline adalah agen simpatomimetik yang bekerja merangsang reseptor alfa-adrenergik di pembuluh darah mata. Hasilnya, pembuluh darah yang bengkak akan menyusut, mengurangi peradangan ringan, serta menekan produksi air mata berlebih yang disebabkan oleh iritasi eksternal.
Manfaat utama obat ini adalah untuk mengobati mata merah dan berair yang disebabkan oleh iritasi ringan seperti paparan asap rokok, debu, angin, cuaca dingin, atau air kolam renang. Obat ini bekerja dengan sangat cepat, biasanya memberikan hasil dalam hitungan menit setelah diteteskan.
Dosis dan aturan pakai:
- Teteskan 2-3 tetes pada setiap mata yang mengalami iritasi.
- Gunakan 3 hingga 4 kali sehari.
- Hindari penggunaan terus-menerus selama lebih dari 72 jam (3 hari) untuk mencegah efek rebound (mata menjadi lebih merah setelah obat dihentikan).
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Insto Regular Tetes Mata 7.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Mata Berair Sehari-hari
- Digital Eye Strain: Menatap layar gawai terlalu lama membuat frekuensi berkedip berkurang drastis, menyebabkan lapisan air mata menguap dan mata merespons dengan memproduksi air mata berlebih.
- Paparan Alergen: Debu rumah, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari tanaman sering kali masuk ke mata tanpa disadari dan memicu reaksi alergi.
- Penggunaan Lensa Kontak: Memakai lensa kontak terlalu lama atau kurang menjaga kebersihannya dapat mengiritasi kornea.
3. Cendo Eyefresh Minidose 0.6 ml 5 Catch Cover
Berbeda dengan dua produk sebelumnya yang berfokus menyempitkan pembuluh darah, Cendo Eyefresh merupakan produk air mata buatan (artificial tears). Ini adalah solusi sempurna bagi kamu yang mengalami mata berair akibat sindrom mata kering. Cendo Eyefresh mengandung kombinasi HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose) dan Dextran. Kedua bahan ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas kornea mata, menahan kelembapan, dan mencegah penguapan air mata alami.
Manfaat spesifik dari produk ini adalah melumasi mata yang kering, meredakan rasa perih akibat angin atau matahari, dan menghentikan siklus mata berair refleks yang terjadi saat mata terlalu kering. Kemasan minidose ini sangat higienis karena tidak mengandung bahan pengawet kimia yang keras, sehingga sangat aman digunakan secara rutin atau bagi mereka yang memiliki mata sensitif.
Dosis dan aturan pakai:
- Teteskan 1-2 tetes pada mata yang bermasalah.
- Dapat digunakan sesuai kebutuhan, kapan pun mata terasa kering, lelah, atau berair karena iritasi angin.
- Satu botol minidose (ampul kecil) sebaiknya dibuang setelah 3×24 jam sejak dibuka agar tetap steril.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Aman digunakan sebagai pelembap mata harian.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Eyefresh Minidose di Toko Kesehatan Halodoc
4. Braito Original Tetes Mata 5 ml
Braito Original adalah pilihan obat tetes mata lain yang ampuh untuk meredakan iritasi ringan. Produk ini mengandung Tetrahydrozoline Hydrochloride 0.05% yang bekerja cepat mengatasi hiperemia konjungtiva (mata merah). Mekanisme kerja obat ini secara farmakologi adalah dengan merangsang reseptor alfa adrenergik, menghasilkan efek vasokonstriksi lokal yang mengurangi pembengkakan mukosa mata.
Manfaat Braito Original terbukti efektif dalam meringankan mata merah, gatal, serta produksi air mata berlebih yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti asap rokok, debu, sengatan sinar matahari, atau saat berkendara motor tanpa kaca mata pelindung.
Dosis dan aturan pakai:
- Teteskan 1 hingga 2 tetes pada mata yang sakit atau mengalami iritasi.
- Frekuensi penggunaan bisa dilakukan 2-3 kali sehari.
- Lepas lensa kontak sebelum meneteskan cairan ini, dan jika iritasi tidak mereda dalam 3 hari, hentikan penggunaan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Braito Original Tetes Mata 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Penyebab Mata Berair dan Faktor Pemicunya
Setelah mengetahui berbagai pilihan obat yang bisa digunakan, sangat penting untuk memahami akar masalahnya. Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa mata bisa berair secara terus-menerus:
1. Respons Refleks Terhadap Mata Kering
Ini mungkin terdengar berlawanan dengan logika, tetapi mata kering (dry eye syndrome) adalah penyebab paling sering dari mata yang terus berair. Ketika permukaan kornea kekurangan pelumas alami (basal tears), sistem saraf akan mengirimkan sinyal ke kelenjar lakrimal (kelenjar air mata) bahwa mata dalam bahaya iritasi. Sebagai respons darurat, kelenjar ini akan memproduksi “air mata refleks” dalam jumlah besar. Air mata refleks ini sebagian besar terdiri dari air dan kekurangan minyak/lendir penahan kelembapan, sehingga air tersebut cepat mengalir keluar kelopak mata dan membasahi pipi.
2. Alergi Konjungtivitis
Reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, atau debu mikroskopis memicu pelepasan histamin di dalam jaringan mata. Histamin menyebabkan pembuluh darah melebar (mata menjadi merah) dan kelenjar air mata menjadi hiperaktif. Ciri khas mata berair karena alergi biasanya disertai dengan rasa gatal yang sangat hebat di sudut mata dan hidung yang meler.
3. Saluran Air Mata Tersumbat
Air mata yang sehat akan mengalir melalui lubang kecil di sudut mata bagian dalam, masuk ke saluran nasolakrimalis, dan bermuara di hidung. Jika saluran ini tersumbat (akibat infeksi, pembengkakan, atau faktor usia), air mata tidak memiliki jalan keluar selain meluap ke wajah. Kondisi ini secara medis disebut obstruksi duktus nasolakrimalis.
Studi Terkait Sindrom Mata Kering dan Mata Berair
The Ocular Surface menerbitkan studi komprehensif di tahun 2017 yang menjelaskan bahwa disfungsi kelenjar meibom (kelenjar penghasil minyak di kelopak mata) adalah penyebab utama sindrom mata kering tipe evaporatif yang sering berujung pada epifora (mata berair berlebih).
Studi tersebut mengelaborasi bahwa tanpa lapisan lipid (minyak) yang cukup, air mata akan menguap 4 hingga 10 kali lebih cepat. Penguapan yang sangat cepat ini memicu iritasi konstan pada permukaan kornea, yang memaksa kelenjar lakrimalis mensekresikan volume air yang sangat besar secara tiba-tiba. Hal ini menjelaskan mengapa penggunaan air mata buatan (seperti yang mengandung HPMC) lebih disarankan untuk jangka panjang dibandingkan obat tetes pengecil pembuluh darah.
Jika setelah menggunakan obat bebas di atas keluhan tidak membaik, atau kamu bingung mata berair kenapa dan disertai nyeri hebat, pastikan untuk segera konsultasi dengan dokter spesialis.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan akan langsung diantar ke depan pintu rumahmu.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. What Is Epiphora (Watering Eyes)?
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Watery eyes – Symptoms and causes.
National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Dry Eye Syndrome and Tearing: A Paradox.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Watery Eyes: Causes, Symptoms & Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Mata Kering.
FAQ
1. Mata berair kenapa bisa terjadi saat saya menatap layar HP terlalu lama?
Saat menatap layar HP atau komputer, frekuensi kedipan mata manusia menurun drastis hingga 60%. Berkurangnya kedipan ini membuat lapisan air mata cepat menguap, memicu mata kering. Sebagai respons, tubuh memproduksi air mata refleks berlebih yang membuat mata tampak berair.
2. Apakah mata berair kenapa-napa jika dibiarkan tanpa diobati?
Jika mata berair disebabkan oleh kelelahan ringan atau debu, kondisi ini biasanya bisa membaik sendiri dan tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan berhari-hari dan disertai belekan kental, nyeri, atau pandangan kabur, ini bisa menjadi tanda infeksi kornea atau penyumbatan saluran air mata yang memerlukan intervensi medis.
3. Obat tetes mata seperti apa yang paling aman untuk digunakan sehari-hari?
Untuk penggunaan harian atau jangka panjang, pilihlah obat tetes mata berjenis air mata buatan (artificial tears) yang tidak mengandung bahan pengawet keras dan bukan golongan dekongestan. Obat jenis ini hanya melumasi mata tanpa menyempitkan pembuluh darah secara paksa.
4. Mata berair kenapa sering kali terasa lebih parah saat bangun tidur?
Saat tidur, produksi air mata basal secara alami menurun, dan terkadang kelopak mata tidak menutup sepenuhnya (nokturnal lagophthalmos). Hal ini menyebabkan permukaan kornea menjadi sangat kering di malam hari, sehingga saat bangun, mata merespons kekeringan tersebut dengan mengeluarkan air mata berlebihan.



