• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Mendampingi Anak saat Memasuki Masa Pubertas
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Mendampingi Anak saat Memasuki Masa Pubertas

5 Cara Mendampingi Anak saat Memasuki Masa Pubertas

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Desember 2022

“Perubahan besar yang terjadi pada fisik dan emosi selama masa pubertas bisa membuat anak kewalahan, bingung, khawatir, atau bahkan stress. Namun, orang tua bisa membantu anak melalui masa tersebut dengan baik dengan cara-cara seperti memberikan pengertian dan menjadi teman bicara yang baik.”

5 Cara Mendampingi Anak saat Memasuki Masa Pubertas5 Cara Mendampingi Anak saat Memasuki Masa Pubertas

Halodoc, Jakarta – Saat anak memasuki masa pubertas, mereka akan mengalami banyak perubahan, baik pada tubuhnya maupun mentalnya. Beberapa anak bisa melewati masa tersebut dengan baik, tapi ada juga beberapa yang kewalahan menghadapi semua perubahan yang terjadi.

Nah, sebagai orang tua, dukungan dan perhatian ibu sangat penting untuk membantu anak bisa melewati masa pubertas dengan baik dan positif. Namun, ibu mungkin bingung untuk mencari cara terbaik untuk mendampingi anak remaja melalui perubahan fisik, psikologis, dan emosional yang mereka alami. 

Jangan khawatir, ada banyak hal yang bisa ibu lakukan untuk membantu anak remaja ibu. Salah satunya dengan meyakinkan anak bahwa ibu adalah orang yang bisa diajak bicara bila mereka perlu teman bicara. Yuk, simak cara mendampingi anak memasuki masa pubertas lebih lengkap di sini.

Cara Mendampingi Anak Remaja Melalui Masa Pubertas

Masa pubertas biasanya dimulai sekitar usia 7 dan 13 tahun pada anak perempuan, dan sekitar usia 9-15 tahun pada anak laki-laki. Tiap anak memasuki masa tersebut pada waktu yang berbeda-beda. Ada beberapa anak yang mengalami pubertas dini, ada juga yang terlambat mengalaminya. 

Masa pubertas biasanya ditandai dengan sejumlah perubahan pada fisik anak remaja. Misalnya, pada anak perempuan, mereka akan mengalami menstruasi, perkembangan payudara, dan rambut dalam beberapa bagian tubuhnya. Pada anak laki-laki, tubuh mereka akan bertambah tinggi, mereka juga akan memiliki jakun, jerawat dan lain-lain.

Nah, tidak semua anak bisa menerima dengan baik semua perubahan fisik tersebut. Mereka mungkin khawatir atau malu tentang bentuk tubuh mereka, suara mereka, perasaan seksual, atau ada ketertarikan romantis dan lain sebagainya. Ditambah lagi, perubahan hormon yang cukup besar juga bisa membuat anak remaja lebih sensitif. Itulah mengapa anak remaja terkadang sulit untuk ‘didekati’.

Namun, jangan khawatir, berikut adalah beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mendampingi anak remaja melalui masa pubertas:

1. Membantu anak memahami perubahan yang terjadi

Mungkin tanda pubertas yang paling jelas adalah perubahan fisik yang akan terjadi pada tubuh anak remaja ibu. Mulai dari bintik jerawat, rambut dan bau tubuh, hingga perubahan bentuk fisik dan perkembangan organ seksual, perubahan suara, ereksi, menstruasi bulanan, dan masih banyak lagi. Perubahan fisik bisa terlalu banyak dan sulit untuk dipahami.

Oleh karena itu, ibu bisa membantu anak remaja ibu dengan memberi informasi praktis tentang apa yang terjadi dan bagaimana merawat tubuh pubernya. Yakinkan anak bahwa perubahan tersebut adalah normal dan tiap anak akan mengalaminya, sehingga ia tidak perlu malu.

Bicaralah juga pada anak tentang penggunaan deodoran dan perawatan kulit yang benar, tunjukkan kepada anak laki-laki cara mencukur, dan jelaskan kepada anak perempuan tentang perlindungan sanitasi selama menstruasi. Bantu mereka untuk memperkuat rutinitas harian baru di rumah, dan memiliki solusi profesional yang masuk akal untuk masalah yang sangat merepotkan.

2. Bersabar dan siap menjadi teman bicara

Perubahan hormon selama masa pubertas bisa memengaruhi tubuh dan pikiran anak. Ini berarti bahwa selain menghadapi perubahan fisik, anak remaja ibu juga akan bergumul dengan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Mereka mungkin merasa bingung atau memiliki emosi yang kuat yang belum pernah mereka alami sebelumnya. 

Selain itu, mereka mungkin merasa terlalu sensitif, mudah marah, dan merasa cemas dengan penampilan mereka. Biasanya, anggota keluarga adalah orang pertama yang akan terkena dampak dari perubahan suasana hati remaja. Jadi, cobalah untuk bersabar dan tetap tenang saat menghadapi ledakan amarah dari anak remaja ibu. Tunggu sampai anak tenang sebelum mengajaknya berbicara.

Kemudian, yakinkanlah anak remaja ibu bahwa emosi mereka yang campur aduk adalah bagian normal dari pubertas. Beri tahu dirinya bahwa ibu akan mendukung dan memahami dalam membantu mereka belajar bagaimana mengatur emosi. Yang terpenting, pastikan anak ibu tahu bahwa mereka bisa berbicara dengan ibu tentang apa pun.

3. Beri edukasi seks

Pubertas adalah proses di mana anak laki-laki dan perempuan menjadi dewasa secara seksual. Jadi, memberikan edukasi seks pada anak remaja adalah hal yang sangat penting ketika mereka memasuki masa pubertas. Anak perlu memiliki pemahaman yang baik tentang sistem reproduksi, bukan hanya alasan di balik perubahan fisik yang mereka alami, tetapi juga konsekuensi dari melakukan hubungan seks tanpa kondom. Anak perempuan perlu tahu bahwa mereka bisa hamil, sedangkan anak laki-laki perlu tahu bahwa mereka bisa menjadi ayah dari seorang anak. 

4. Membangun citra diri yang baik dan positif

Media sosial memberi banyak pengaruh pada kehidupan anak remaja. Hal itu bisa membuat mereka membandingkan diri dengan teman-teman mereka atau influencer selebritas, sehingga menjadi tidak percaya diri. Bila anak perempuan ibu merasa dirinya jelek, berjerawat, atau bertanya-tanya mengapa payudara mereka belum membesar seperti anak perempuan yang lain, dan lain-lain, yakinkanlah anak bahwa mereka cantik luar dan dalam sebagaimana adanya mereka. 

Bantu anak memahami bahwa ia akan mengalami perubahan fisik yang sama seperti anak-anak lain, hanya saja waktunya bisa berbeda. Yakinkan anak bahwa  tubuhnya akan mencapai perkembangan yang seimbang pada akhirnya nanti.

5. Mendorong anak menerapkan hidup sehat

Doronglah anak remaja laki-laki dan perempuan ibu untuk mengonsumsi makanan yang sehat, tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menemukan cara sehat untuk menghilangkan stres.

Itulah beberapa cara mendampingi anak remaja melalui masa pubertas yang bisa ibu lakukan. Bila anak sakit atau memiliki keluhan kesehatan tertentu, coba periksakan saja ke dokter dengan buat janji medis melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk memudahkan ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap untuk keluarga.

Referensi:
Psychreg. Diakses pada 2022. 4 Ways to Support Your Child During Puberty.
Better Health Channel. Diakses pada 2022. Parenting children through puberty and adolescence.
Northwell Health. Diakses pada 2022. 4 Tips To Help Your Child Safely Make It Through Puberty