• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pubertas Dini
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pubertas Dini

Pubertas Dini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pubertas DiniPubertas Dini

Pengertian Pubertas Dini

Pubertas dini adalah kondisi saat tubuh anak bertumbuh dan berkembang terlalu cepat untuk menjadi dewasa (pubertas). Pada anak perempuan, biasanya pubertas akan dialami setelah anak memasuki usia 8 hingga 13 tahun. Sedangkan, pada anak laki-laki, pubertas akan dialami saat ia memasuki usia 9 hingga 14 tahun.

Pada saat perkembangan dan pertumbuhan tersebut terjadi sebelum usia yang diperkirakan, anak tersebut dianggap mengalami pubertas dini. Kondisi ini meliputi pertumbuhan dan perkembangan tulang dalam tubuh, perubahan bentuk dan ukuran tubuh, serta perkembangan kemampuan dan alat reproduksi.

Penyebab Pubertas Dini

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seorang anak mengalami pubertas dini. Namun, kondisi ini bisa dipicu oleh salah satu hormon yang diketahui mampu merangsang hormon esterogen pada anak perempuan dan hormon testosteron pada anak laki-laki, yaitu hormon gonadotropin.

Pubertas dini yang disebabkan oleh hormon tersebut dikenal sebagai pubertas normal atau Central Precocious Puberty. Dalam kasus yang jarang terjadi, pubertas dini jenis ini dapat disebabkan oleh:

  • Tumor pada otak atau sumsum tulang belakang.
  • Cacat pada otak saat dilahirkan.
  • Radiasi pada otak atau sumsum tulang belakang.
  • Hipotiroidisme.

Sedangkan, pubertas dini yang tidak dipengaruhi oleh hormon gonadotropin dikenal sebagai Peripheral Precocious Puberty. Peningkatkan hormon yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa penyakit atau gangguan kesehatan, seperti tumor pada kelenjar pituitari, indung telur, hingga sel penghasil sperma.

Faktor Risiko Pubertas Dini

Pubertas dini juga disebabkan oleh faktor risiko lainnya, seperti:

  • Jenis Kelamin. Anak perempuan lebih rentan mengalami kondisi ini.
  • Obesitas. Hindari kelebihan berat badan dengan pola makan yang tepat.

Gejala Pubertas Dini

Pubertas dini bisa diwaspadai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Pada Anak Perempuan. Perkembangan dan pertumbuhan dada terjadi saat anak memasuki usia 7 hingga 8 tahun. Selain itu, anak perempuan bisa memulai siklus menstruasi sebelum memasuki usia 10 tahun. Anak perempuan juga dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sangat signifikan di usia 7 hingga 8 tahun.
  • Pada Anak Laki-Laki. Sebelum memasuki usia sembilan tahun, anak laki-laki sudah mengalami perkembangan dan pertumbuhan testis atau penis. Selain itu, pertumbuhan fisik akan sangat signifikan.

Selain gejala yang cukup berbeda pada tiap jenis kelamin, ada beberapa gejala lainnya yang dialami semua anak yang mengalami pubertas dini, seperti:

  • Munculnya rambut halus pada bagian tubuh tertentu, seperti ketiak atau kemaluan.
  • Perubahan suara.
  • Perubahan perilaku menjadi lebih dewasa.
  • Munculnya jerawat.
  • Adanya aroma tubuh yang khas.

Diagnosis Pubertas Dini

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anak yang mengalami gejala kondisi ini. Dokter juga akan melakukan rontgen untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tulang anak. 

Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk memastikan kondisi hormon anak. MRI otak juga bisa dilakukan untuk memastikan tidak adanya gangguan kesehatan, seperti tumor pada otak. 

Pengobatan Pubertas Dini

Pubertas dini bisa diatasi dengan menggunakan obat-obatan untuk mengontrol atau menghentikan produksi hormon reproduksi. Selain itu, kondisi ini juga bisa diatasi dengan tindakan bedah untuk mengangkat tumor yang memicu munculnya gejala pubertas dini pada anak-anak.

Komplikasi Pubertas Dini

Ada berbagai komplikasi yang disebabkan oleh kondisi ini, seperti:

  • Tubuh Lebih Pendek. Anak-anak yang mengalami pubertas dini mungkin akan lebih tinggi dibandingkan teman sebayanya di usia 9 hingga 10 tahun. Namun, seiring bertambahnya usia dan semakin matangnya tulang, maka anak dengan kondisi pubertas dini akan mengalami henti tumbuh lebih cepat dibandingkan anak lainnya.
  • Gangguan Sosial dan Emosi. Anak-anak yang mengalami pubertas dini, akan lebih memahami situasi dan kondisi yang terjadi disekelilingnya dibandingkan anak lain. Hal ini dapat memengaruhi harga diri dan jenis pergaulan anak.

Pencegahan Pubertas Dini

Tidak ada cara pencegahan pasti untuk menghindari pubertas dini. Namun, tidak ada salahnya untuk mengajak anak menjalani gaya hidup sehat agar terhindar dari berbagai gangguan penyakit yang bisa memicu kondisi ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan ragu untuk tanyakan langsung pada dokter ketika anak mengalami tanda-tanda pubertas dini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Precocious Puberty.
Kids Health. Diakses pada 2022. Precocious Puberty.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Precocious (Early) Puberty.
Web MD. Diakses pada 2022. Precocious (Early) Puberty.