“Kehamilan melalui ibu pengganti bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keturunan. Namun, ada berbagai macam fakta yang perlu diketahui terkait tindakan medis ini.”

DAFTAR ISI
- Apa itu Surogasi?
- Jenis-Jenis Surogasi
- Prosedur Medis dalam Surogasi
- Bagaimana Hukum Surogasi di Indonesia?
- Studi Terkait
- FAQ
Memiliki buah hati adalah impian bagi banyak pasangan. Namun, tidak semua pasangan dapat melaluinya dengan cara alami karena berbagai faktor kesehatan, seperti gangguan kesuburan atau kondisi medis tertentu yang membuat kehamilan menjadi sangat berisiko bagi sang ibu. Di tengah perkembangan teknologi reproduksi, istilah “surogasi” sering kali muncul sebagai salah satu jalan keluar bagi mereka yang ingin memiliki keturunan biologis.
Surogasi adalah sebuah praktik yang melibatkan seorang wanita (ibu pengganti) yang setuju untuk mengandung dan melahirkan anak bagi orang lain. Secara medis, praktik ini sangat kompleks karena melibatkan prosedur reproduksi berbantu (assisted reproductive technology) seperti bayi tabung atau IVF. Penting bagi kamu untuk memahami bahwa surogasi bukan hanya sekadar masalah medis, tetapi juga melibatkan aspek etika, emosional, dan hukum yang sangat ketat di berbagai negara.
Memahami surogasi secara mendalam membantu pasangan dalam menimbang pilihan program hamil yang paling tepat. Jika kamu atau pasangan mengalami kendala dalam perencanaan kehamilan, langkah pertama yang sangat disarankan adalah melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis awal yang akurat mengenai kesehatan reproduksi.
Nah, mau tahu apa saja fakta mendalam mengenai surogasi? Berikut ulasannya!
Apa itu Surogasi?
Surogasi adalah sebuah perjanjian medis dan legal di mana seorang wanita, yang disebut sebagai ibu pengganti (surrogate mother), memikul tanggung jawab untuk mengandung dan melahirkan bayi untuk orang lain (orang tua yang dimaksud atau intended parents). Setelah bayi lahir, ibu pengganti tersebut menyerahkan hak asuh sepenuhnya kepada orang tua biologis atau orang tua yang membuat perjanjian tersebut.
Metode ini biasanya menjadi pilihan terakhir bagi wanita yang tidak memiliki rahim, mengalami keguguran berulang, memiliki kelainan bentuk rahim, atau menderita kondisi medis serius (seperti penyakit jantung atau ginjal) yang dapat mengancam nyawa jika mereka hamil. Dalam banyak kasus, surogasi menjadi harapan bagi pasangan untuk mendapatkan keturunan yang memiliki materi genetik dari salah satu atau kedua orang tuanya.
Jenis-Jenis Surogasi
Dalam dunia medis dan praktik global, terdapat dua jenis utama surogasi yang perlu kamu ketahui:
1. Surogasi Gestasional
Ini adalah jenis surogasi yang paling umum dilakukan saat ini. Dalam surogasi gestasional, sel telur dari ibu (atau donor) dan sperma dari ayah (atau donor) dipertemukan di laboratorium melalui prosedur In Vitro Fertilization (IVF). Embrio yang terbentuk kemudian ditanamkan ke dalam rahim ibu pengganti. Secara biologis, ibu pengganti tidak memiliki hubungan genetik dengan bayi yang dikandungnya.
2. Surogasi Tradisional
Pada jenis ini, ibu pengganti diinseminasi secara buatan menggunakan sperma dari ayah calon bayi. Karena menggunakan sel telur dari ibu pengganti itu sendiri, maka secara biologis ibu pengganti adalah ibu genetik dari anak tersebut. Praktik ini kini mulai jarang dilakukan karena kompleksitas hukum dan emosional yang lebih tinggi dibandingkan surogasi gestasional.
Pertimbangan Sebelum Memilih Program Kehamilan
- Pastikan kesehatan fisik dan mental calon orang tua dalam kondisi prima.
- Lakukan pemeriksaan fertilitas lengkap bersama dokter spesialis.
- Pahami regulasi hukum yang berlaku di wilayah tempat tinggal kamu.
Prosedur Medis dalam Surogasi
Prosedur surogasi gestasional diawali dengan proses stimulasi ovarium pada ibu biologis untuk menghasilkan sel telur yang sehat. Sel telur ini kemudian diambil melalui prosedur ovum pick-up. Di saat yang sama, sperma ayah juga disiapkan. Setelah pembuahan terjadi di laboratorium, embrio akan dipantau perkembangannya sebelum akhirnya ditransfer ke rahim ibu pengganti.
Selama masa kehamilan, ibu pengganti harus menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan kontrol kehamilan. Meskipun ibu pengganti yang mengandung, dukungan nutrisi dan vitamin prenatal tetap menjadi kunci utama. Jika dibutuhkan suplemen penguat selama persiapan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah.
Bagaimana Hukum Surogasi di Indonesia?
Penting untuk dicatat bahwa di Indonesia, praktik surogasi adalah tindakan yang dilarang secara hukum. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 127 menyebutkan bahwa upaya kehamilan di luar cara alami hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan: hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal.
Dengan demikian, menyewa rahim atau menggunakan jasa ibu pengganti tidak diperbolehkan secara hukum di tanah air. Bagi pasangan yang mengalami kendala kesuburan di Indonesia, opsi yang tersedia dan legal adalah prosedur bayi tabung (IVF) selama embrio ditanamkan kembali ke rahim istri yang sah.
Studi Mengenai Keberhasilan Prosedur Reproduksi Berbantu
Human Reproduction Update menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kesuksesan kehamilan melalui surogasi gestasional memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, terutama jika ibu pengganti berusia produktif dan sehat. Namun, studi ini juga menekankan pentingnya skrining psikologis bagi semua pihak yang terlibat.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kesejahteraan anak yang lahir melalui surogasi tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan anak yang lahir secara alami atau melalui IVF standar. Hal ini membuktikan bahwa aspek pola asuh tetap memegang peranan paling vital dalam perkembangan anak.
Kesimpulan
Surogasi adalah solusi medis yang menawarkan harapan, namun dibatasi oleh berbagai norma dan regulasi di setiap negara. Di Indonesia, kamu didorong untuk memaksimalkan promil (program hamil) melalui prosedur yang sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, seperti inseminasi buatan atau IVF.
Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kesuburan atau ingin tahu lebih dalam mengenai prosedur kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Kamu bisa mendapatkan vitamin pendukung kesuburan di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
American Society for Reproductive Medicine. Diakses pada 2026. Gestational Surrogacy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. In vitro fertilization (IVF).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Surrogacy: What You Need to Know.
FAQ
1. Apakah surogasi adalah metode yang sama dengan bayi tabung?
Tidak sama sepenuhnya. Bayi tabung (IVF) adalah teknik pembuahannya, sedangkan surogasi adalah praktik di mana bayi tersebut dikandung oleh wanita lain. Surogasi gestasional menggunakan teknik IVF dalam prosedurnya.
2. Siapa yang menjadi ibu biologis dalam surogasi gestasional?
Ibu biologis adalah wanita yang menyumbangkan sel telur untuk proses pembuahan tersebut, bukan wanita yang mengandung (ibu pengganti).
3. Mengapa surogasi dilarang di Indonesia?
Surogasi dilarang di Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan norma agama, etika, dan hukum kesehatan yang mewajibkan embrio ditanam di rahim istri yang sah.
4. Apa risiko medis bagi ibu pengganti?
Risikonya serupa dengan kehamilan pada umumnya, termasuk risiko hipertensi kehamilan, diabetes gestasional, dan komplikasi persalinan lainnya.
Bingung Mengenai Program Kehamilan yang Tepat? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan atau pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



