Advertisement

5 Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   18 September 2025

Kanker paru sering kali tidak menimbulkan gejala signifikan pada tahap awal.

5 Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai5 Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI

  1. Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai
  2. Gejala Kanker Paru-Paru Lainnya yang Mungkin Muncul
  3. Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Paru-Paru
  4. Bagaimana Kanker Paru-Paru Didiagnosis?
  5. Pilihan Pengobatan Kanker Paru-Paru
  6. Langkah-Langkah Pencegahan Kanker Paru-Paru
  7. Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengidap Kanker Paru
  8. Kapan Harus ke Dokter?

Kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang dialami oleh banyak orang di dunia.

Menurut World Health Organization, terdapat 2,21 juta orang di dunia didiagnosis kanker paru-paru pada tahun 2020. Namun, sayangnya penyakit tersebut sering kali terlambat ditangani akibat gejalanya tidak disadari. 

Itulah mengapa penting untuk mengenali beberapa gejala awal kanker paru, agar penyakit tersebut bisa diketahui dan ditangani lebih awal, sehingga peluang kesembuhan pun meningkat.

Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

Kanker paru memang sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada tahap awal.

Itulah mengapa banyak orang tidak terdiagnosis sampai penyakitnya sudah memasuki stadium lanjut.

Namun, ada juga beberapa tanda atau gejala awal kanker paru yang bisa terjadi, antara lain:

1. Batuk yang tidak membaik atau berubah

Waspadalah bila kamu atau orang terdekat kamu mengalami batuk yang tidak kunjung membaik.

Batuk yang disebabkan oleh pilek atau infeksi pernapasan biasanya bisa hilang dalam seminggu atau lebih.

Namun, batuk terus menerus yang bertahan lama bisa menjadi gejala awal kanker paru-paru.

Perhatikan juga setiap perubahan yang terjadi pada batuk kronis, apalagi bila kamu merokok.

Segera hubungi dokter spesialis paru bila batuk kamu:

  • Tidak kunjung berhenti.
  • Menjadi lebih sering.
  • Semakin parah.
  • Terdengar serak.
  • Menghasilkan darah.
  • Menghasilkan banyak lendir.

2. Perubahan pernapasan atau mengi

Sesak napas atau mudah lelah juga kemungkinan bisa menjadi gejala kanker paru-paru.

Perubahan pernapasan bisa terjadi bila kanker tersebut menyumbat atau mempersempit jalan napas, atau bila cairan dari tumor paru menumpuk di dada.

Nah, bila kamu merasa sulit bernapas setelah menaiki tangga atau melakukan tugas yang dulunya kamu rasa mudah, jangan abaikan.

Selain itu, ketika saluran udara menyempit, tersumbat, atau meradang, paru-paru mungkin juga bisa mengeluarkan suara mengi atau siulan saat kamu bernapas. 

Gejala tersebut sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kanker paru-paru. Jadi, bila kamu mengalami mengi, ada baiknya periksakan diri ke dokter.

Sebaiknya jangan berasumsi mengi mungkin hanya disebabkan oleh asma atau alergi. Mintalah dokter untuk memastikan penyebabnya.

3. Nyeri Badan

Kanker paru-paru juga bisa menyebabkan rasa sakit di dada, bahu, atau punggung.

Gejala tersebut bisa dirasakan ketika kamu batuk atau sepanjang hari. Beri tahu dokter bila kamu mengalami nyeri dada dan bila nyeri tersebut terasa tajam atau tumpul, konstan atau berselang. 

Kamu juga perlu memperhatikan apakah nyeri tersebut terbatas pada area tertentu saja atau terjadi di seluruh dada.

Kanker paru-paru yang sudah menyebar ke tulang juga bisa menyebabkan rasa sakit di punggung atau di area lain dari tubuh.

Nyeri tulang sering lebih buruk pada malam hari dan meningkat dengan gerakan. 

Sakit kepala terkadang juga bisa menjadi tanda bahwa kanker paru-paru telah bermetastasis (menyebar) ke otak.

Namun, tidak semua sakit kepala berhubungan dengan metastasis kanker ke otak.

Komplikasi kanker paru tak boleh disepelekan, baca selengkapnya di sini: Ini 8 Komplikasi Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

4. Suara serak

Bila kamu menyadari adanya perubahan signifikan dalam suaramu, atau bila orang lain memberitahu bahwa suara kamu terdengar lebih dalam atau serak, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Suara serak memang biasanya disebabkan oleh kondisi yang tidak terlalu serius, seperti pilek.

Namun, bila hal itu berlanjut lebih lama, suara serak bisa menjadi pertanda kondisi yang lebih serius.

Suara serak bisa menjadi gejala awal kanker paru-paru, karena tumor memengaruhi saraf yang mengontrol laring, atau kotak suara.

Baca juga: Review Paket Vaksinasi Influenza dan Pneumonia PCV20 di Halodoc.

5. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan sebesar 4,5 kilogram atau lebih, bisa disebabkan oleh berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru.

Ketika kanker hadir, penurunan berat badan ini bisa disebabkan oleh sel-sel kanker yang menggunakan energi tubuh. Ini juga bisa diakibatkan oleh perubahan cara tubuh menggunakan energi dari makanan.

Jadi, bila berat badan kamu menurun ketika tidak sedang melakukan diet untuk menurunkan berat badan, sebaiknya hati-hati.

Ini mungkin merupakan petunjuk adanya perubahan dalam kesehatan tubuh. 

Kanker Paru-Paru - gejala kanker paru

Gejala Kanker Paru-Paru Lainnya yang Mungkin Muncul

Selain gejala di atas, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul, seperti:

  • Infeksi pernapasan yang sering terjadi, seperti bronkitis atau pneumonia
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Nyeri tulang
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan di wajah atau leher

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Paparan asap rokok dari orang lain (perokok pasif) juga meningkatkan risiko.

Selain itu, paparan zat berbahaya seperti asbes, radon, arsenik, kromium, dan nikel juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Faktor risiko lain termasuk riwayat keluarga dengan kanker paru-paru, usia lanjut, dan penyakit paru-paru lainnya seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Bagaimana Kanker Paru-Paru Didiagnosis?

Diagnosis kanker paru-paru melibatkan beberapa langkah, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik
  • Rontgen dada
  • CT scan
  • MRI
  • Biopsi (pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis)

Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

Pilihan Pengobatan Kanker Paru-Paru

Pengobatan kanker paru-paru tergantung pada jenis kanker, stadium, dan kondisi kesehatan pasien. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Operasi: Pengangkatan tumor dan jaringan sekitarnya.
  • Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
  • Radioterapi: Penggunaan radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Terapi target: Penggunaan obat-obatan yang menargetkan molekul spesifik pada sel kanker.
  • Imunoterapi: Penggunaan obat-obatan yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.

Langkah-Langkah Pencegahan Kanker Paru-Paru

Pencegahan kanker paru-paru melibatkan perubahan gaya hidup dan menghindari faktor risiko:

  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Hindari paparan zat berbahaya di tempat kerja atau lingkungan.
  • Menjalani pola makan sehat dan berolahraga teratur.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Menurut ahli, berhenti merokok adalah langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kanker paru-paru.

Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengidap Kanker Paru

Jika kamu mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau bahkan batuk berdarah, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi pada dokter spesialis paru. 

Gejala tersebut bisa menjadi tanda awal kanker paru yang perlu segera ditangani.

Dokter spesialis paru di Halodoc berpengalaman dalam menangani berbagai masalah pernapasan, termasuk deteksi dini dan perawatan kanker paru. 

Berikut dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:

  • dr. Made Agustya Darma Putra Wesnawa, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Udayana (2014) dan Universitas Airlangga (2021). Saat ini praktik di Badung, Bali, anggota PDPI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Ayudiah Puspita Mayasari, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2012) dan Universitas Lambung Mangkurat (2021). Kini praktik di Banjarbaru dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, anggota PDPI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Kornelis Aribowo, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Andalas (2014, 2022). Saat ini praktik di Padang, Sumatera Barat, anggota PDPI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Itulah dokter yang siap membantu kamu dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani kanker paru sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi secara mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.

Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter spesialis paru di Halodoc jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, terutama jika memiliki faktor risiko kanker paru-paru.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

 Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter spesialis paru dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. Early Signs of Lung Cancer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2025. Gejala Kanker Paru yang Sering Diabaikan.
World Health Organization. Diakses pada 2025. Cancer