Ad Placeholder Image

5 Kebiasaan Kerja yang Buruk Meningkatkan Risiko Penyakit

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   11 Juli 2022

“Kebiasaan kerja yang buruk meningkatkan risiko penyakit pada pekerja. Kebiasaan tersebut termasuk duduk membungkuk, kerja lebih dari 8 jam per hari, menunda waktu makan, dan mengabaikan work life balance.”

5 Kebiasaan Kerja yang Buruk Meningkatkan Risiko Penyakit5 Kebiasaan Kerja yang Buruk Meningkatkan Risiko Penyakit

Halodoc, Jakarta – Melakukan kebiasaan berulang adalah aktivitas yang kerap dilakukan pekerja kantoran. Berangkat pagi hari dan menghadapi kemacetan di jalanan jadi rutinitas yang melulu dilakukan nyaris lima kali dalam sepekan.

Sesampainya di kantor, mereka juga harus duduk dalam waktu yang lama. Kondisi ini juga pelan namun pasti akan berdampak pada kesehatan.

Oleh rutinitas ini, para pekerja mestinya awas. Sebab, kebiasaan buruk ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Bukan hanya memengaruhi kesehatan fisik saja, kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental

Ini beberapa contoh kebiasaan kerja yang buruk dan perlu dihindari:

1. Duduk Terlalu Membungkuk

Sebagian besar waktu karyawan kantoran diisi dengan duduk. Saat tubuh terasa lelah, terkadang duduk dalam posisi membungkuk bisa memberi sedikit relaksasi pada ketegangan tulang.

Namun, kebiasaan ini tidak baik dilakukan secara berulang terlebih dalam waktu yang lama. Duduk dalam posisi membungkuk bisa memicu terjadinya perubahan bentuk tulang belakang.

Dengan duduk membungkuk membuat tubuh lebih cepat lelah, bahkan bisa memicu gangguan pencernaan dan berisiko menciptakan tumpukan lemak perut. Ketimbang duduk membungkuk, sebaiknya kamu lakukan peregangan tubuh saat lelah.

2. Kerja Lebih dari 8 Jam

Bekerja lebih dari 8 jam per hari dikaitkan dengan stres, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit jantung. Lembur bukan hanya membuat produktivitas menurun. Ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat tubuh kelelahan. 

Sebaiknya patuhi aturan kerja karyawan yang sudah tertuang dalam Undang-Undang. Bekerjalah selama 7 jam sehari atau 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja. Ini sudah termasuk dengan 1 hari istirahat dalam 1 minggu.

3. Menunda Waktu Makan

Waktu makan terkadang tertunda akibat pekerjaan yang masih menumpuk. Terlalu sering melewatkan makan siang memicu gangguan pencernaan, termasuk GERD dan maag.

Menunda waktu makan berpotensi membuat tubuh kekurangan energi. Ini justru dapat menurunkan produktivitas dan kreativitas dalam bekerja.

Kebiasaan lain yang sering dilakukan adalah menunda menyantap makanan yang sudah dibuka. Padahal, ini berisiko terkontaminasi kuman atau bakteri dari lingkungan sekitar.

Sebaiknya segera santap makanan yang sudah dibuka. Jangan sampai dibiarkan hingga berjam-jam. Sebab, ini meningkatkan risiko kuman dan bakteri berkembangbiak dalam makanan.

4. Mengabaikan Work Life Balance

Work life balance dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pekerjaan kantor dan kehidupan pribadi. Ini dilakukan demi menciptakan kesejahteraan mental dan pikiran.

Jika ini sudah dipraktikkan, tingkat stres yang kamu alami perlahan akan menurun. Sempatkan waktu liburan atau sekadar melakukan me time, ya!

5. Tidak Cukup Tidur di Malam Hari

Banyak pekerja yang mengabaikan jam tidur. Padahal ini jadi salah satu kunci untuk menunjang produktivitas kerja di kantor.

Jam tidur yang tidak cukup menyebabkan munculnya rasa lelah keesokan hari. Kamu juga lebih mudah mengantuk. Jika sudah begitu, konsentrasi dalam bekerja akan hilang.

Jika dilakukan terus-menerus, bukan hanya produktivitas saja yang menurun. Kamu juga berisiko terkena kondisi kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Itulah beberapa kebiasaan kerja yang buruk. Selain melakukan langkah yang disarankan, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen guna menunjang kesehatan tubuh. 

Download Halodoc segera dan cek kebutuhan suplemen di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut, ya! 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2022. 7 Red Flags You’re Working Too Much.
Good Healthy. Diakses pada 2022. 9 Bad Work Habits That Are Making Your Job Stressful.