• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Tips Tepat Memilih Obat Flu dan Batuk untuk Anak

5 Tips Tepat Memilih Obat Flu dan Batuk untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Flu dan batuk adalah dua penyakit yang sering dialami anak-anak. Meskipun biasanya bukan merupakan masalah kesehatan yang serius, namun melihat anak tidak nyaman karena flu dan batuk tentu membuat orangtua menjadi khawatir.

Sebenarnya kebanyakan anak yang mengalami flu dan batuk bisa sembuh dengan sendirinya dan mungkin tidak membutuhkan obat-obatan. Namun, agar Si Kecil bisa beristirahat dengan nyaman, ibu bisa memberinya obat batuk dan flu yang dijual bebas untuk meredakan gejalanya.

Sebelum memilih obat flu dan batuk untuk anak, ada beberapa tips yang perlu ibu perhatikan. Pasalnya, beberapa obat flu dan batuk bisa menyebabkan efek samping yang serius, seperti pernapasan menjadi lambat yang bisa mengancam nyawa, terutama pada bayi dan anak kecil. 

Baca juga: Obat Batuk yang Aman dan Alami untuk Si Kecil

Tips Memilih Obat Flu dan Batuk untuk Anak

Pertama-tama, ibu perlu memahami bahwa tidak ada obat untuk menyembuhkan flu biasa, karena masalah kesehatan tersebut disebabkan oleh infeksi virus yang tidak bisa diobati dengan obat-obatan. Untuk anak-anak yang lebih besar, beberapa obat flu dan batuk tanpa resep membantu meringankan gejalanya, tapi tidak bisa membuat anak sembuh dengan cepat. 

Bila Si Kecil tidak membaik setelah minum beberapa dosis dari obat flu dan batuk yang dijual bebas atau bila gejalanya semakin parah, segera hentikan penggunaan obat tersebut. Berikut ini tips dalam memilih obat flu dan batuk pada anak:

1.Hindari Memberikan Obat Flu dan Batuk pada Anak di Bawah Usia 2 Tahun

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak merekomendasikan pemberian obat yang dijual bebas untuk meredakan gejala flu dan batuk pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.

2.Waspada Kandungan Kodein dan Hidrokon

Resep obat batuk yang mengandung kodein atau hidrokon tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak di bawah 18 tahun. Kodein dan hidrokon adalah opioid yang terdapat dalam kombinasi dengan obat lain, seperti antihistamin dan dekongestan, dalam obat resep yang mengobati batuk dan gejala yang berhubungan dengan alergi atau flu untuk orang dewasa.

3.Baca dengan Cermat Kandungan Obat

Orangtua atau perawat anak juga perlu membaca dengan cermat kandungan obat yang tertera pada kemasan, karena beberapa obat mungkin mengandung kodein.

4.Ketahui Fungsi dari Kandungan Obat

Saat memilih obat flu dan batuk untuk anak, pastikan ibu memahami fungsi masing-masing kandungan agar ibu tidak memberi Si Kecil obat atau bahan yang tidak perlu.

Misalnya, ekspektoran mengandung guaifenesin, bahan yang umum terdapat di dalam obat flu yang digunakan untuk mengencerkan lendir. Namun, ekspektoran belum terbukti efektif bagi anak-anak.

Hindari menggunakan obat untuk meredakan beberapa gejala, kecuali bila Si Kecil memiliki semua gejala tersebut.

5.Ikuti Petunjuk Penggunaan

Hal paling penting saat memberikan obat flu dan batuk untuk anak adalah berikan dosis yang tepat sesuai anjuran yang tertera pada kemasan, jangan hanya memperkirakan dosisnya sendiri.

Ibu bisa beli obat flu dan batuk untuk anak dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan pesanan ibu akan diantar dalam waktu satu jam.

Baca juga: Cegah Flu dan Batuk, Ini Cara Membiasakan Anak Cuci Tangan

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak perlu membawa anak ke dokter setiap kali ia terserang flu dan batuk. Namun, ibu dianjurkan untuk membawa Si Kecil ke dokter bila ia mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam pada bayi berusia 2 bulan atau lebih kecil.
  • Demam 102 derajat atau lebih tinggi pada anak semua usia.
  • Bibir membiru.
  • Kesulitan bernapas, seperti mengi, napas menjadi cepat, atau sesak napas.
  • Tidak mau makan dan minum, serta menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti frekuensi buang air kecil berkurang.
  • Mengantuk atau menjadi rewel lebih dari biasanya.
  • Sakit telinga terus-menerus.
  • Batuk berlangsung lebih dari tiga minggu.

Gejala-gejala diatasi bisa menandakan bahwa Si Kecil mengalami kondisi yang lebih serius daripada flu.

Baca juga: Kenali 6 Jenis Batuk yang Dapat Terjadi pada Anak

Itulah tips-tips memilih obat flu dan batuk untuk anak. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan keluarga.

Referensi:
U.S. Food & Drug Administration. Diakses pada 2021. When to Give Kids Medicine for Coughs and Colds.
Verywell Health. Diakses pada 2021. A Guide to Children's Cold Medicines