• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Demam
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Demam

Demam

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
demamdemam

Pengertian Demam

Demam merupakan kondisi terjadinya peningkatan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius. Umumnya, demam merupakan respons tubuh atau gejala terhadap penyakit. Suhu tubuh yang meningkat atau demam sebenarnya merupakan salah satu cara sistem kekebalan tubuh manusia untuk memerangi infeksi. Itulah mengapa jika demamnya tidak terlalu parah, dokter menyarankan untuk tidak perlu menurunkannya.

Pengidap bisa mengonsumsi obat antipiretik untuk membantu melawan bakteri atau virus. Namun, kadang-kadang demam bisa naik terlalu tinggi, sehingga kondisi ini perlu ditangani sebelum terjadi komplikasi. Segera periksakan diri ke dokter bila demam melebihi 38 derajat Celsius.

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa faktor risiko dari demam, antara lain:

  • Anak-anak lebih berisiko mengalami demam.
  • Kontak dengan orang yang sedang sakit.
  • Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyebab

Demam merupakan gejala atau respons tubuh terhadap suatu infeksi atau penyakit. Maka dari itu, penyebab demam pun akan bervariasi, antara lain: 

  • Imunisasi, misalnya setelah mendapat vaksin pertusis.
  • Infeksi virus dan bakteri, misalnya infeksi COVID-19, meningitis, tifus, disentri, cacar air, dan infeksi saluran kemih. 
  • Penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
  • Sebagian jenis obat juga dapat menyebabkan gejala demam. 
  • Berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari.
  • Penyakit, seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif).
  • Kanker, misalnya leukimia , kanker hati, atau kanker paru-paru.

Terkadang penyebab demam tidak dapat diidentifikasi secara akurat. Jika kamu mengalami demam selama lebih dari tiga minggu, dan dokter tidak dapat menemukan penyebabnya setelah menjalani pemeriksaan, maka demam yang dialami bisa jadi merupakan fever of unknown origin.

Gejala

Meski penyebabnya dapat bervariasi, berikut adalah beberapa gejala demam secara umum, antara lain: 

  • Nyeri kepala.
  • Keringat dingin.
  • Menggigil.
  • Dehidrasi.
  • Batuk.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Nyeri telinga.
  • Diare.
  • Muntah-muntah.
  • Nyeri otot.
  • Nafsu makan turun.
  • Kelelahan.

Sementara itu, terdapat gejala demam yang perlu diwaspadai yang menunjukkan bahwa demam membutuhkan penanganan sesegera mungkin, antara lain:

  • Leher kaku.
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Muntah terus-menerus.
  • Timbul bercak-bercak kemerahan pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Cenderung mengantuk terus-menerus.
  • Nyeri dan tampak kesakitan.
  • Tidak mau minum dan frekuensi buang air kecil berkurang.

Diagnosis

Seorang dokter dapat mendiagnosis demam dengan memeriksa suhu tubuh orang tersebut, tetapi dokter juga perlu mendiagnosis penyebab demamnya. Untuk melakukannya, dokter akan mendiagnosis demam dengan cara mengukur suhu tubuh pengidap dengan menggunakan termometer. 

Setelahnya, dokter akan mencari tahu penyebab demam dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik menyeluruh, serta pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Agar dapat memastikan diagnosis sehingga penanganan dapat segera dilakukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Tes darah lengkap. Bertujuan untuk mengetahui jumlah setiap komponen penyusun darah.
  • Urinalisis atau tes urine. Tes ini dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium untuk mengamati konsentrasi, dan kandungan urine.
  • Tes panel metabolisme. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui kondisi tubuh terkait dengan metabolisme, seperti ginjal dan hati. 

Komplikasi

Secara umum, demam tinggi yang dibiarkan tanpa perawatan dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti dehidrasi, halusinasi, hingga kejang-kejang. Anak-anak antara usia 6 bulan dan 5 tahun mungkin lebih rentan mengalami kejang demam yang biasanya melibatkan kehilangan kesadaran dan gemetar anggota badan di kedua sisi tubuh. 

Meskipun mengkhawatirkan bagi orang tua, sebagian besar kejang demam tidak menimbulkan efek yang bertahan lama. Namun, jika kejang terjadi, inilah beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu: 

  • Baringkan anak di sisi atau perutnya di lantai atau tanah.
  • Singkirkan benda tajam yang ada di dekat anak.
  • Kendurkan pakaiannya (jika mengenakan pakaian ketat). 
  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak atau mencoba menghentikan kejangnya.
  • Kebanyakan kejang berhenti dengan sendirinya. Bawa anak ke dokter sesegera mungkin setelah kejang untuk menentukan penyebab demam.

Pengobatan Demam

Pada orang dewasa, banyak jenis obat yang dijual bebas di pasaran untuk menurunkan demam. Obat-obatan tersebut bisa dibeli secara bebas. Namun, demam ringan sebaiknya tidak perlu diobati.

Jika demam disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin bisa meresepkan antibiotik. Namun, jika demam disebabkan oleh infeksi virus, penggunaan obat penghilang rasa nyeri juga dapat mengurangi gejalanya. 

Kamu juga bisa meredakan gejala yang timbul dari demam melalui beberapa perawatan rumahan seperti berikut:

  • Minum banyak air putih, karena demam dapat menyebabkan kehilangan cairan dan dehidrasi. 
  • Kamu perlu beristirahat yang cukup untuk pulih, karena beraktivitas dapat meningkatkan suhu tubuh. 
  • Buatlah diri sendiri nyaman dengan mengenakan pakaian yang ringan. 
  • Kompres hangat area kening,  serta jaga suhu ruangan tetap sejuk dan tidur hanya dengan sprei atau selimut tipis. 

Pencegahan Demam

Mengurangi risiko paparan infectious agents atau agen infeksi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah demam. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu mengurangi paparan tersebut:

  • Sering-seringlah mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di sekitar banyak orang.
  • Tunjukkan pada anak bagaimana cara mencuci tangan dengan benar. Instruksikan mereka untuk menutupi bagian depan dan belakang masing-masing tangan dengan sabun dan bilas sampai bersih di bawah air hangat.
  • Bawalah pembersih tangan atau tisu antibakteri. Mereka bisa berguna ketika kamu tidak memiliki akses ke sabun dan air. 
  • Hindari menyentuh hidung, mulut, atau mata. Sebab, virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
  • Tutup mulut saat batuk dan hidung saat bersin. 
  • Hindari berbagi cangkir, gelas, dan peralatan makan dengan orang lain.
  • Mengenakan masker jika sedang keluar rumah, agar terhindar dari penularan virus yang dapat tersebar melalui droplet air liur. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika demam tak kunjung membaik dalam beberapa hari setelah mengonsumsi obat penurun demam atau pereda nyeri, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika kamu mengalami gejala seperti leher kaku, mata sangat sensitif terhadap cahaya, muntah terus-menerus, timbul ruam atau bercak-bercak kemerahan pada kulit, hingga sesak napas. 

Diagnosis demam sangatlah penting agar penanganan dapat segera dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Selain itu, penanganan sedari dini tentunya dapat membantu mencegah kondisi bertambah menjadi semakin parah. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang! 

 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Fever: What you need to know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Fever – Symptoms and causes. 
Healthline. Diakses pada 2022. Fever. 
Halodoc. Diakses pada 2022. 3 Pemeriksaan Laboratorium untuk Mendiagnosis Penyakit Demam

Diperbarui pada tanggal 2 Maret 2022