• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Tips Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung

5 Tips Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Hampir setiap pasangan yang sudah menikah mendambakan kehadiran sang buah hati. Namun, tidak semua pasangan mudah mendapatkan anak seperti pasangan pada umumnya. Ada yang butuh waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya untuk mendapat momongan. Selain itu, proses mendapatkan momongan pun berbeda-beda pada setiap pasangan tergantung kendala apa yang dihadapi. 

Nah, program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah salah satu cara yang bisa dicoba untuk mendapatkan buah hati. Meski telah didukung oleh teknologi medis yang canggih, program bayi tabung tetap saja punya peluang kegagalan. Selain itu, tahapan-tahapan program bayi tabung termasuk rumit, membutuhkan biaya besar serta memakan waktu tidak sebentar. Karena alasan inilah, tidak sedikit pasangan yang merasa cemas dan khawatir. 

Namun jangan khawatir, apabila kamu dan pasangan berencana untuk melakukan bayi tabung, ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk meningkatkan keberhasilan program bayi tabung berikut.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Proses Bayi Tabung Dilakukan?

Tips untuk Meningkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Melansir dari laman Healthline, sejumlah tips berikut ini dinilai mampu meningkatkan keberhasilan program bayi tabung:

1. Konsumsi Makanan Sehat

Saat menjalani program bayi tabung, salah satu hal penting yang harus kamu lakukan adalah fokus terhadap makanan yang dikonsumsi. Pastikan makanan yang kamu konsumsi sehat dan seimbang serta hindari konsumsi makanan instan, kopi, teh, alkohol, junk food, atau jenis makanan lain yang berpengawet. Menurut Aimee Eyvazzadeh, seorang ahli endokrin reproduksi, diet gaya Mediterania diyakini mampu meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung. 

Fakta ini dibuktikan dengan penelitian yang telah diterbitkan dalam Oxford Academic. Penelitian berjudul Adherence to the Mediterranean diet and IVF success rate among non-obese women attempting fertility menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat meningkatkan tingkat keberhasilan IVF di antara wanita yang berusia di bawah 35 tahun dan tidak memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Olahraga Ringan

Umumnya, dokter menyarankan wanita yang sedang menjalani bayi tabung agar tidak terlalu capek, sehingga diharuskan untuk mengurangi aktivitasnya. Sebagian besar wanita pun bahkan menghindari atau berhenti berolahraga sama sekali selama siklus IVF. Padahal, sebenarnya kamu boleh melanjutkan rutinitas olahraga seperti biasa asalkan dilakukan dengan kadar yang ringan saja. Dr. Eyvazzadeh mengatakan bahwa olahraga baik dilakukan terutama jika kamu sudah memiliki pola kebugaran yang konsisten.

Pasalnya, olahraga mampu mempertahankan indeks massa tubuh (BMI) yang sehat, sehingga tubuh kamu pun akan terasa lebih bugar. Namun, wanita yang sedang menjalani program bayi tabung tidak disarankan untuk melakukan olahraga lari lebih dari 15 mil atau sekitar 24 kilometer per minggu. Sebab, berlari ternyata dapat mengganggu kesuburan daripada bentuk olahraga lainnya. Aktivitas ini ditakutkan memberi efek negatif pada penebalan lapisan rahim dan mengalihkan darah dari rahim ke organ dan otot lain ketika sistem reproduksi sangat membutuhkannya.

Baca juga: Prosedur Bayi Tabung pada Wanita Usia di Atas 35 Tahun

Namun, bila kamu berencana untuk tetap berolahraga selama proses bayi tabung, sebaiknya tetap diskusikan dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya. 

3. Hindari Produk Kimia Tertentu

Pertimbangkan untuk menyentuh atau bahkan menggunakan bahan kimia tertentu yang dapat mengganggu hormon, kesehatan reproduksi, dan perkembangan prenatal. Menurut The Endocrine Society sebaiknya hindari produk-produk kimia berikut ini saat menjalani program bayi tabung:

  • Formaldehida.
  • Cat kuku.
  • Paraben, triclosan, dan benzophenone.
  • Kosmetik.
  • BPA dan fenol lainnya.
  • Bahan kemasan makanan.
  • Penghambat api brominasi.
  • Bahan tahan noda.
  • Wewangian.

Jadi, bila kamu ingin menggunakan kosmetik atau produk skin care tertentu, sebaiknya bicarakan dengan dokter terlebih dahulu apakah kandungan di dalamnya sudah aman kamu gunakan.

4. Hindari Menggunakan Obat-Obatan

Pastikan kamu memberi tahu dokter obat-obatan apa saja yang sedang kamu konsumsi saat berencana menjalani program bayi tabung. Pasalnya, beberapa obat bahkan yang banyak dijual bebas sekalipun dapat mengganggu kesuburan dan menimbulkan ketidakseimbangan hormon yang nantinya mengganggu keefektifan program bayi tabung. Selama siklus IVF, umumnya dokter tidak akan mengizinkan kamu untuk menggunakan obat-obatan apapun, selain yang berhubungan dengan IVF.

5. Dapatkan Waktu Tidur Cukup

Tidur dan kesuburan sangat erat kaitannya. Mendapatkan jumlah tidur yang tepat dapat mendukung keberhasilan program bayi tabung yang sedang kamu jalani. Sebuah studi pada 2013 berjudul The more, the better? the impact of sleep on IVF outcomes, menemukan bahwa seseorang yang tidur 7 hingga 8 jam setiap malam punya tingkat keberhasilan hamil lebih tinggi daripada mereka yang tidur dalam waktu yang lebih singkat atau lebih lama.

Melatonin, hormon yang mengatur tidur dan reproduksi, mencapai puncaknya antara jam 9 malam dan tengah malam. Artinya, jam 10-11 malam adalah waktu yang ideal untuk tidur. Agar lebih pulas, kamu bisa mendinginkan kamar hingga 19 derajat Celsius, mandi air hangat sebelum tidur, menggunakan diffuser atau mendengarkan musik yang lembut. 

Baca juga: Bisakah Memilih Jenis Kelamin dalam Proses Bayi Tabung?

Itulah beberapa tips yang bisa kamu coba untuk meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Apabila kamu punya pertanyaan lain mengenai IVF, kamu bisa hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot ke rumah sakit, melalui Halodoc kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. The 30-Day Guide to IVF Success: Diet, Chemicals, Sex, and More.
Oxford Academic. Diakses pada 2020. Adherence to the Mediterranean diet and IVF success rate among non-obese women attempting fertility.
Fertility and sterility. Diakses pada 2020. The more, the better? the impact of sleep on IVF outcomes.