• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Gejala yang Dialami Seseorang dengan Gangguan Dismorfik Tubuh

6 Gejala yang Dialami Seseorang dengan Gangguan Dismorfik Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan mental nyatanya sama penting dengan menjaga kondisi kesehatan fisik. Berbagai gangguan kesehatan mental dapat dialami akibat adanya faktor lingkungan maupun adanya kelainan pada otak, salah satunya adalah gangguan dismorfik tubuh. Gangguan dismorfik tubuh merupakan gangguan mental yang menyebabkan pengidapnya memiliki perasaan cemas yang berlebihan terhadap kekurangan penampilan fisik.

Baca juga: Adakah Hubungan antara Depresi dan Gangguan Dismorfik Tubuh?

Gangguan kesehatan mental ini sangat rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki usia 15–30 tahun. Gejala yang paling khas dialami oleh pengidap gangguan dismorfik tubuh adalah selalu menganggap dirinya lebih buruk dibandingkan orang lain. Tidak hanya itu, sebaiknya kenali gejala lain yang menjadi tanda gangguan dismorfik tubuh agar kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan tepat.

Inilah Gejala Gangguan Dismorfik Tubuh

Penampilan yang sempurna terkadang menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi beberapa orang. Adanya kekurangan pada salah satu bagian tubuh menyebabkan gangguan kecemasan yang berlebihan meskipun kekurangan tersebut tidak diperhatikan oleh orang lain. Jika kamu kerap mengalami hal tersebut, bisa jadi kamu mengalami gejala dari gangguan dismorfik tubuh.

Melansir dari Mayo Clinic, saat kamu mengalami gangguan dismorfik tubuh, kamu dapat sangat fokus pada penampilan dan juga citra diri didepan orang banyak. Bahkan, kamu tidak akan bisa berhenti memikirkan salah satu bagian tubuh yang kamu anggap buruk meskipun hanya berupa cacat kecil di mana orang lain tidak menyadari hal tersebut. Kondisi yang tidak diatasi nyatanya dapat sebabkan gangguan cemas pada pengidap.

Umumnya, ada beberapa bagian tubuh yang sering dicemaskan oleh pengidap gangguan dismorfik tubuh, seperti bagian kulit wajah, misalnya kondisi jerawat, berminyak, atau kerutan pada wajah. Selain itu, bentuk bagian wajah, contohnya hidung yang terlalu pesek, dahi yang terlalu lebar, atau bentuk wajah yang tidak sesuai. 

Ketidaknyamanan terhadap salah satu bagian tubuh akan menyebabkan pengidap mengalami beberapa kebiasaan yang dapat ditandai menjadi gejala dari gangguan dismorfik tubuh yang dilansir dari Medical News Today:

  1. Pengidap gangguan dismorfik tubuh akan sering untuk menyentuh dan mengukur bagian tubuh yang dianggapnya tidak sempurna.
  2. Tidak mau berkumpul dengan banyak orang, misalnya keluarga atau kerabat karena merasa adanya ketidaksempurnaan pada bagian tubuh.
  3. Terlalu sering bercermin untuk memastikan kondisi tubuh baik-baik saja. Bahkan, pengidap gangguan dismorfik tubuh juga dapat memiliki kebiasaan menghindari cermin atau kaca yang dapat merefleksikan tubuh akibat tidak percaya diri terhadap bagian tubuh yang dianggap tidak sempurna.
  4. Pengidap gangguan dismorfik tubuh juga akan menutupi bagian tubuh yang dianggapnya tidak sempurna dengan penggunaan kosmetik, topi, ataupun aksesoris lainnya.
  5. Berniat melakukan tindakan bedah untuk memperbaiki bagian tubuh yang dianggapnya kurang menarik atau kurang sempurna.
  6. Selalu meminta orang lain untuk meyakinkan dirinya bahwa bagian tubuh yang dianggap kekurangannya tidak terlihat oleh orang lain.

Baca juga: Tekanan Sosial Bisa Sebabkan Gangguan Dismorfik Tubuh

Itulah beberapa kebiasaan yang menjadi gejala dari pengidap gangguan dismorfik tubuh. Tidak ada salahnya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat jika kamu kerap merasa mengalami gejala tersebut. Jangan ragu tanyakan langsung pada psikiater cara mengatasi kondisi ini apabila gangguan dismorfik tubuh yang kamu alami sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Inilah Penyebab Gangguan Dismorfik Tubuh

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, nyatanya ada beberapa faktor yang dinilai menjadi pemicu gangguan dismorfik tubuh, misalnya faktor genetik, adanya kelainan pada struktur maupun senyawa pada otak, hingga faktor lingkungan.

Selalu mendapatkan penilaian negatif terhadap citra diri dari orang lain, nyatanya dapat memicu seseorang alami gangguan dismorfik tubuh. Tidak hanya itu, pengalaman trauma masa kecil juga sangat rentan tingkatkan risiko gangguan dismorfik tubuh.

Melansir National Health Service UK, kebiasaan yang menjadi gejala gangguan dismorfik tubuh nyatanya dapat diatasi dengan beberapa cara:

  1. Gangguan dismorfik tubuh yang masih dianggap ringan dapat diatasi dengan melakukan terapi kognitif agar pengidap dapat mengontrol rasa cemas yang dimiliki terhadap kekurangan tubuhnya.
  2. Gangguan dismorfik tubuh yang cukup parah, dapat diatasi dengan terapi kognitif yang disertai atau penggunaan beberapa jenis obat-obatan.
  3. Gangguan dismorfik tubuh yang terbilang parah nyatanya perlu ditangani dengan penggunaan obat dan juga terapi kognitif.

Baca juga: Waspada Penyakit Mental pada Orang Terdekat

Itulah beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan dismorfik tubuh. Kondisi gangguan ini yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat mengakibatkan berbagai komplikasi gangguan kesehatan mental lainnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Whats to Know About Body Dysmorphic Disorder.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder.