• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Kondisi yang Termasuk Penyakit Autoimun

6 Kondisi yang Termasuk Penyakit Autoimun

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit autoimun adalah suatu kondisi saat sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang bagian tubuh yang sehat. Seharusnya sistem kekebalan melindungi tubuh dari kuman seperti bakteri dan virus. Saat merasakan penyerang asing ini, ia mengirimkan pasukan sel untuk bertempur menyerang mereka. 

Biasanya, sistem kekebalan dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri. Sementara pada penyakit autoimun, sistem kekebalan salah menganggap bagian tubuh sebagai benda asing dan kemudian menyerangnya. Mereka kemudian akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel sehat.

Beberapa penyakit autoimun umumnya hanya menargetkan satu organ. Diabetes tipe 1 akan merusak pankreas, tetapi penyakit lain seperti lupus eritematosus sistemik (SLE) bisa memengaruhi seluruh tubuh. 

Baca juga: Penyebab Penyakit Autoimun Sering Menyerang Wanita

Gejala Umum saat Seseorang Alami Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun banyak sekali jenisnya, tetapi beberapa di antaranya bisa sangat mirip. Gejala tersebut antara lain: 

  • Kelelahan.
  • Otot pegal.
  • Bengkak dan kemerahan.
  • Demam ringan.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki.
  • Rambut rontok.
  • Ruam kulit.

Namun, setiap penyakit autoimun juga bisa memiliki gejala khasnya sendiri-sendiri. Jika kamu merasakan salah satu gejala tersebut, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc. Ambil smartphone-mu dan manfaatkan fitur chat untuk bicara dengan dokter kapan dan di mana saja.

Baca juga: Penyakit Autoimun Pemicu Penyakit Paru Interstisial

Jenis Penyakit Autoimun yang Cukup Populer

  • Diabetes tipe 1. Pankreas menghasilkan hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah. Pada diabetes melitus tipe 1, sistem kekebalan malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Hasil gula darah yang tinggi ini kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, serta organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.
  • Artritis Reumatoid (RA). Pada rheumatoid arthritis (RA), sistem kekebalan menyerang sendi. Serangan ini menyebabkan kemerahan, rasa hangat, nyeri, dan kaku pada persendian. Tak seperti osteoartritis, yang umumnya menyerang orang seiring bertambahnya usia, RA dapat dimulai sejak usia 30-an atau bahkan lebih cepat.
  • Psoriasis. Sel-sel kulit biasanya tumbuh dan kemudian mati saat tidak lagi dibutuhkan. Namun, psoriasis menyebabkan sel kulit berkembang biak terlalu cepat. Sel ekstra menumpuk dan membentuk bercak merah yang meradang, biasanya dengan sisik putih keperakan dari plak pada kulit. Hingga 30 persen pengidap psoriasis juga mengalami pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada persendian mereka. Bentuk penyakit ini disebut arthritis psoriasis.

Baca juga: 4 Kondisi yang Menandakan Tubuh Terserang Penyakit Autoimun

  • Multiple Sclerosis. Penyakit ini akan merusak selubung mielin, lapisan pelindung yang mengelilingi sel saraf, di sistem saraf pusat. Kerusakan pada selubung mielin memperlambat kecepatan transmisi pesan antara otak dan sumsum tulang belakang ke dan dari seluruh tubuh. Kerusakan ini dapat menyebabkan gejala seperti mati rasa, kelemahan, masalah keseimbangan, dan kesulitan berjalan. Penyakit ini datang dalam beberapa bentuk yang berkembang dengan kecepatan berbeda. 
  • Lupus Eritematosus Sistemik. Para dokter pada 1800-an menggambarkan lupus sebagai penyakit kulit karena penyakit ini umumnya sebabkan ruam. Sementara bentuk sistemik, yang paling umum, sebenarnya juga bisa memengaruhi banyak organ, termasuk persendian, ginjal, otak, dan jantung. 
  • Penyakit Celiac. Pengidap penyakit celiac tidak dapat makan makanan yang mengandung gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, dan produk biji-bijian lainnya. Ketika gluten ada di usus kecil, sistem kekebalan akan menyerang bagian saluran pencernaan ini dan menyebabkan peradangan. Pengidapnya paling sering akan alami gejala seperti diare dan sakit perut.

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Autoimmune Diseases: Types, Symptoms, Causes, and More.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. What Are Common Symptoms of Autoimmune Disease?