Penyakit Autoimun

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Pengertian Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun merupakan penyakit yang terjadi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh. Sedangkan sistem kekebalan tubuh, seharusnya berfungsi melindungi tubuh untuk melawan penyakit dan sel jahat, seperti bakteri maupun virus. Banyak dampak yang akan timbul jika tubuh terserang penyakit autoimun. Bahkan, telah tercatat bahwa terdapat 80 jenis penyakit autoimun yang menunjukkan gejala yang sama. Hal tersebut menimbulkan kesulitan apakah seseorang mengidap gangguan ini atau tidak, dan pada jenis yang mana. Sementara itu, penyakit autoimun belum dapat dipastikan penyebabnya.

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Tentang Penyakit Autoimun

 

Penyebab Penyakit Autoimun

Para ahli masih belum menemukan penyebab pasti dari penyakit autoimun sampai saat ini. Namun, terdapat beagam faktor yang menyebabkan seseorang berisiko untuk mengidap penyakit autoimun, seperti:

  • Genetik atau keturunan. Faktor genetik merupakan faktor risiko utama yang bisa menimbulkan penyakit autoimun. Meski demikian, faktor ini bukan satu-satunya yang bisa memicu reaksi kekebalan tubuh.

  • Lingkungan. Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor penting yang memicu timbulnya penyakit autoimun. Faktor lingkungan mencakup paparan zat tertentu, seperti asbes, merkuri, perak, dan emas, pola hidup yang berantakan serta pola makan yang kurang sehat.

  • Perubahan hormon. Faktor perubahan hormon menjadi salah satu penyebab penyakit autoimun. Seperti contohnya, penyakit autoimun sering menyerang ibu setelah melahirkan. Hal tersebut menimbulkan asumsi bahwa perubahan hormon memiliki korelasi dengan penyakit autoimun, misalkan ketika seorang wanita hamil, melahirkan anak, atau ketika mengalami menopause.

  • Infeksi. Umumnya, penyakit autoimun sering dikaitkan dengan terjadinya gejala infeksi. Hal tersebut dianggap wajar karena gejala penyakit autoimun sebagian besar, diperburuk oleh infeksi tertentu.

Baca juga: Penyebab Gangguan Autoimun dan Cara Mencegahnya

 

Gejala Penyakit Autoimun

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat lebih dari 80 penyakit yang digolongkan sebagai penyakit autoimun. Di antaranya pun memiliki gejala yang sama. Secara umum, gejala-gejala awal penyakit autoimun antara lain:

  • Nyeri di sekujur tubuh. Nyeri yang membuat badan seperti ditusuk-tusuk.

  • Nyeri sendi. Bagian sendi yang paling sering diserang adalah sendi lutut, sendi di pergelangan tangan, punggung tangan hingga buku-buku jari. Nyeri ini terjadi di kedua sisi kiri dan kanan. Nyeri ini juga sering diiringi pembengkakan dan/atau kekakuan, sehingga membuat kamu sangat kesakitan dan sulit bergerak.

  • Fatigue. Yaitu rasa lelah berlebihan dan berkepanjangan, seperti habis berlari jauh, membuat energi tubuh seperti terkuras habis. Bahkan untuk mengangkat badan dari tempat tidur saja terasa berat.

  • Timbul demam ringan. Bila dipegang oleh orang lain, badan akan terasa agak hangat, namun ketika diperiksa dengan termometer, suhunya masih normal (pada batas atas), sekitar 37,437,5 derajat Celsius.

  • Rambut mengalami kerontokan parah.

  • Sering terkena sariawan.

  • Brain fog. Disebut demikian karena otak sewaktu-waktu seperti tertutup kabut, sehingga untuk sesaat seseorang kehilangan memori, fokus, dan konsentrasi, entah sedang menulis maupun saat berbicara.

Baca Juga: Dari Ashanty hingga Duterte, Ini Diagnosis Penyakit Autoimun

 

Pengobatan Penyakit Autoimun

Sebagian besar penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, tetapi gejala yang timbul bisa dijaga dan ditekan agar tidak timbul flare. Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diidap, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya. Pengidap juga dapat mengonsumsi obat untuk mengurangi rasa nyeri dan sakit kepala. 

Pengidap penyakit autoimun akan menjalani terapi pengganti hormon jika mengidap penyakit autoimun yang menghambat produksi hormon dalam tubuh. Misalnya, untuk pengidap diabetes tipe 1, dibutuhkan suntikan untuk mengatur kadar gula darah atau bagi pengidap tiroiditis diberikan hormon tiroid.

Untuk menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh, bisa dibantu dengan penggunaan berrbagai macam obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikostreoid. Obat jenis anti TNF dapat mencegah peradangan yang diakibatkan penyakit autoimun rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Baca juga: Ketahui 6 Penyakit yang Termasuk Gangguan Autoimun

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika merasakan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas yang berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili melalui Halodoc.

 

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2019. Autoimmune Diseases: What Are They? Who Gets Them?

Diperbarui pada 21 November 2019.