• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Pertanyaan yang Sebaiknya Diajukan saat Konsultasi Ibu Hamil

6 Pertanyaan yang Sebaiknya Diajukan saat Konsultasi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
6 Pertanyaan yang Sebaiknya Diajukan saat Konsultasi Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Kehamilan adalah pengalaman yang benar-benar baru yang mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan, terutama bagi ibu baru. Ibu tentu ingin menjaga kehamilan sebaik mungkin, tapi mungkin belum tahu apa saja yang perlu dilakukan dan apa yang perlu dihindari.

Karena itu, setelah ibu mendapati tanda strip dua pada test pack kehamilan, ibu dianjurkan untuk mulai memeriksakan kehamilan secara berkala ke dokter kandungan.

Saat kunjungan pertama, pastikan ibu hamil menanyakan beberapa pertanyaan penting berikut pada dokter agar ibu bisa menjalani kehamilan yang sehat sampai persalinan nanti.

1.Berapa kenaikkan berat badan yang harus saya capai selama kehamilan?

Jumlah kenaikkan berat badan yang harus ibu capai selama kehamilan biasanya ditentukan dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil, yang dihitung dari berat dan tinggi badan.

Dokter kandungan bisa memberi ibu hamil rentang penambahan berat badan yang harus dicapai tiap trimester dan akan memeriksanya setiap kali jadwal kunjungan.

Menurut Institute of Medicine and National Research Council, berikut rincian kenaikan berat badan untuk ibu hamil 1 anak berdasarkan IMT:

  • IMT kurang dari 18.5: 13-18 kilogram.
  • IMT 18.5-24.9: 11-16 kilogram.
  • IMT 25-29.9: 7-11 kilogram.
  • IMT 30 atau lebih: 5-9 kilogram.

Baca juga: Cara Agar Bumil Dapat Tingkatkan Berat Badan

2.Jenis olahraga apa yang baik untuk saya lakukan selama kehamilan?

Ibu hamil dianjurkan untuk tetap menjalani gaya hidup yang aktif selama kehamilan, karena bisa membuat ibu dan bayi tetap sehat, serta membantu meredakan berbagai gejala kehamilan yang mengganggu mulai dari retensi air hingga kecemasan. 

Ada banyak pilihan jenis olahraga yang aman dilakukan selama kehamilan, seperti berenang, berjalan kaki, yoga, dan latihan kekuatan. Jadi, tidak ada alasan bagi ibu hamil untuk tidak berolahraga.

Bila sebelum hamil, ibu sudah terbiasa berolahraga, mungkin tidak sulit untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut selama kehamilan. Meski begitu, ibu hamil tetap dianjurkan untuk menanyakannya terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan olahraga apa pun. 

Secara umum, ibu hamil dianjurkan untuk lebih berhati-hati saat berolahraga dan menghindari latihan kasar yang bisa membuat ibu mudah jatuh. Latihan otot perut yang berat dan berbaring telentang dalam waktu yang lama juga tidak dianjurkan, terutama pada trimester kedua kehamilan. Hindari juga olahraga yang cenderung menyebabkan dehidrasi dan kepanasan, seperti yoga bikram.

3.Bolehkah mengonsumsi obat bebas bila sakit saat hamil?

Ibu hamil mungkin saja perlu mengonsumsi obat bebas selama kehamilan, entah itu untuk meredakan sakit kepala yang parah atau sakit maag. Meskipun penting untuk membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apapun selama hamil, namun umumnya obat-obatan berikut boleh digunakan saat hamil:

  • Acetaminophen untuk sakit kepala, nyeri atau demam.
  • Vitamin B6 & doxylamine untuk mengatasi mual atau muntah.
  • Klorpheniramin dan tripelennamine untuk gejala pilek dan alergi.
  • Suplemen serat untuk sembelit.
  • Semprotan hidung saline untuk alergi.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Antibiotik?


4.Makanan apa saja yang perlu saya hindari dan yang perlu saya konsumsi?

Ini adalah pertanyaan yang umum sekaligus penting bagi ibu hamil, karena tiap makanan dan minuman yang ibu konsumsi bisa memengaruhi kondisi janin. Umumnya, ibu hamil akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi dan makanan utuh selama kehamilan, seperti memperbanyak sayuran, buah, dan protein tanpa lemak. Dokter mungkin juga akan meresepkan vitamin prenatal. 


Sedangkan untuk jenis makanan yang harus dihindari selama kehamilan, biasanya meliputi ikan mentah, keju lunak, susu atau jus yang tidak dipasteurisasi, dan beberapa ikan yang mungkin mengandung merkuri yang tinggi.

5.Apakah saya harus mengganti produk kecantikan yang selama ini saya gunakan?

Jawabannya, tergantung. Bila produk skincare yang ibu gunakan sebelum hamil dulu mengandung retinol, atau vitamin A, seperti isotretinoin atau Retin A, ibu hamil mungkin perlu membicarakannya dengan dokter tentang perlunya mengganti rutinitas kecantikan ibu. Beberapa produk kecantikan mengandung vitamin A dalam jumlah yang berlebihan dan hal itu harus dihindari karena bisa meningkatkan risiko cacat lahir. 

Baca juga: 4 Kandungan Skincare yang Berbahaya untuk Ibu Hamil

6.Jenis vaksin apa saja yang perlu saya dapatkan dan kapan?

Ada dua vaksin yang perlu ibu dapatkan selama kehamilan, yaitu:

  • Vaksin Tdap (tetanus, difteri, dan aselular pertusis). Vaksin ini direkomendasikan untuk setiap ibu hamil pada trimester ketiga, yang bisa didapatkan kapan saja antara minggu ke-27 dan 36 kehamilan. Hal itu karena bayi yang masih kecil sangat rentan terhadap batuk rejan, penyakit pernapasan menular yang bisa menyebabkan pneumonia, bahkan kematian.
  • Vaksin influenza untuk mencegah virus musiman umum dan flu babi (H1N1), karena sistem kekebalan ibu hamil lebih lemah dan rentan terhadap penyakit tersebut selama kehamilan.

Itulah beberapa pertanyaan untuk diajukan saat konsultasi ibu hamil. Bila ada yang ingin ibu tanyakan soal menjaga kesehatan selama kehamilan, ibu juga bisa menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc, lho. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
What to Expect. Diakses pada 2021. 16 Crucial Questions Every Woman Needs to Ask Her OB-GYN During Pregnancy.