• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Bahaya Konsumsi Liquor Berlebih Bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Bahaya Konsumsi Liquor Berlebih Bagi Kesehatan

7 Bahaya Konsumsi Liquor Berlebih Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Oktober 2021
7 Bahaya Konsumsi Liquor Berlebih Bagi Kesehatan7 Bahaya Konsumsi Liquor Berlebih Bagi Kesehatan

“Segala yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam mengonsumsi liquor. Sebutan lain dari minuman beralkohol tersebut dapat memicu kecanduan bahkan depresi jika dikonsumsi secara berlebihan, dalam jangka waktu yang lama. Lantas, apa saja bahaya liquor bagi kesehatan tubuh?”

Halodoc, Jakarta – Liquor tidak selalu buruk. Baik atau buruknya tergantung pada bagaimana minuman tersebut dikonsumsi. Jika kebiasaan yang satu ini sudah dikonsumsi sejak dulu, dalam kuantitas yang banyak, alih-alih bermanfaat, justru dapat memicu sejumlah bahaya kesehatan. Berikut ini beberapa bahaya liquor yang perlu diperhatikan:

Baca juga: Benarkah Wanita Rentan Kecanduan Alkohol?

1. Dampak Buruk Bagi Organ Liver

Liver menjadi salah satu organ yang terdampak bahaya liquor. Padahal, fungsi pentingnya membuat organ ini harus dijaga kesehatannya dengan baik. Fungsinya sendiri adalah menetralisir zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Mengonsumsi liquor tanpa batas dan dalam jangka waktu yang lama dapat memicu masalah pada liver.

Salah satu masalah yang bisa saja terjadi, yaitu perlemakan hati. Kondisi tersebut muncul saat lemak menumpuk dalam sel liver. Hal yang perlu diperhatikan adalah, gejala bahkan tidak terdeteksi di awal mula kemunculannya. Selain perlemakan hati, peradangan pada liver menjadi bahaya liquor yang lain. Jika sudah begitu, liver akan kehilangan fungsinya, dan mengacaukan proses metabolisme tubuh.

2. Dampak Buruk Bagi Otak

Bahaya liquor selanjutnya dapat dirasakan oleh otak, bahkan dalam jangka waktu yang pendek. Kandungan etanol dalam liquor mampu menghambat proses komunikasi antara sel otak. Hal tersebut yang terjadi saat seseorang mabuk. Dalam jangka panjang, peminum liquor dapat mengalami penurunan daya ingat, bahkan amnesia. Jika sudah kecanduan, maka penurunan fungsi otak tidak dapat dihindari.

Otak adalah salah satu organ yang rentan mengalami kerusakan, sehingga fungsinya perlu dijaga dengan baik. Berlebihan dalam mengonsumsi liquor juga dapat meningkatkan risiko demensia, bahkan penyusutan otak di kemudian hari. Sebaiknya, jaga kesehatan organ ini sejak dini, agar saat tua tidak mengalami sejumlah penyakit tersebut.

3. Memicu Munculnya Gejala Depresi

Depresi menjadi bahaya liquor selanjutnya. Bukan hanya fisik saja, liquor juga dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Seseorang memang kerap melampiaskan stres dengan mengonsumsi liquor, karena dinilai mampu melegakan pikiran sesaat. Namun, dalam jangka panjang, liquor dapat memicu penurunan kesehatan mental.

Siklus tersebut akan terjadi secara berulang. Pada beberapa orang, alkohol dapat memicu munculnya gejala depresi. Hal tersebut terjadi akibat adanya masalah keseimbangan hormon akibat penyakit tiroid. Kondisi tersebut dapat dialami oleh wanita maupun pria.

Baca juga: Bisakah Stres Sebabkan Seseorang Kecanduan Alkohol?

4. Memicu Masalah Obesitas

Bahaya liquor selanjutnya adalah memicu masalah obesitas. Liquor adalah minuman dengan kandungan kalori tertinggi setelah lemak, yaitu 7 kalori per gram. Minuman ini juga mengandung gula tambahan, sehingga berisiko menaikkan berat badan seseorang. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, bukan hal yang tidak mungkin kamu mengalami obesitas.

5. Dampak Buruk Bagi Organ Jantung

Bukan hanya merokok saja yang berisiko merusak kesehatan jantung. Kebiasaan mengonsumsi liquor pun memiliki risiko yang sama. Jika dikonsumsi secara berlebihan, liquor mampu meningkatkan tekanan darah, yang berujung pada beratnya kinerja organ jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. 

6. Memicu Munculnya Gejala Diabetes

Seperti pada penjelasan sebelumnya, liquor adalah minuman yang diolah menggunakan gula tambahan. Jika terus-menerus dikonsumsi, maka dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, hingga kadar gula darah dalam tubuh. Jika sudah begitu, seseorang dapat berisiko mengidap diabetes tipe 2.

7. Memicu Munculnya Gejala Kanker

Bahaya liquor yang terakhir adalah meningkatkan risiko penyakit kanker. Pada pecandu liquor, sel kanker bisa saja tumbuh tidak terkendali di bagian mulut, tenggorokan, payudara, usus, juga liver. Sel kanker umumnya tumbuh tidak terkendali di area mulut dan tenggorokan.

Baca juga: Waspada, Minuman Keras Dapat Merusak Kesehatan Liver

Selain jumlah bahaya liquor yang telah disebutkan, minuman ini juga dapat mengancam nyawa janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Risiko kematian atau kelahiran prematur pun meningkat jika nekat mengonsumsi saat masa kehamilan. 

Nah, kesimpulannnya, mengonsumsi liquor dalam jumlah yang berlebihan bisa memicu berbagai masalah kesehatan bagi tubuh, bahkan beberapa diantaranya bersifat fatal. Jika kamu adalah salah satu pecandu minuman jenis ini yang ingin berhenti tetapi belum menemukan cara yang tepat, diskusikan hal tersebut dengan dokter aplikasi Halodoc, ya. Segera download aplikasinya di sini.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Alcohol Use and Your Health.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Alcohol: Weighing risks and potential benefits.
Healthline. Diakses pada 2021. The Effects of Alcohol on Your Body.
MedicineNet. Diakses pada 2021. Alcohol Abuse: 12 Health Risks of Chronic Heavy Drinking.