Liver

Pengertian Penyakit Liver

Penyakit liver adalah penyakit yang mengganggu fungsi liver. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, liver adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang dapat dengan mudah mengganti sel yang rusak, tetapi jika sel-sel yang dibutuhkan hilang, liver tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh.

Penyebab Penyakit Liver

Penyebab penyakit liver bisa berasal dari infeksi oleh parasit dan virus. Hingga saat ini dikenal 8 jenis virus hati, dan virus yang paling jahat adalah virus Hepatitis B (HVB) dan Hepatitis C (HCV). Sedangkan ujung dari hepatitis adalah cirrhosis. Liver yang cirrhosis selnya berubah menjadi jaringan ikat tidak bisa pulih atau normal lagi, sehingga menurun fungsinya. Lain halnya jika cirrhosis-nya pada seluruh bagian liver bisa menyebabkan liver lumpuh dan berakhir dengan gagal liver.

Jenis dan Penyebab Penyakit Liver

Jenis penyakit liver sangat beragam. Hingga saat ini, penyakit liver yang sudah teridentifikasi mencapai sekitar 100 jenis penyakit dengan penyebab yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit liver berdasarkan penyebabnya:

  • Penyakit liver terkait alkohol. Penyebab penyakit liver ini adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol selama bertahun-tahun. Alkohol bersifat toksik untuk sel-sel hati, terutama pada saat organ ini menyaring alkohol dari dalam darah. Pada saat alkohol disaring oleh hati, sel-sel hati dapat mengalami kematian. Meskipun hati memiliki kemampuan regenerasi, namun jika seseorang terus-menerus mengonsumsi alkohol, maka kemampuan regenerasi hati dapat terganggu dan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius dan berbahaya.

  • Non-alcoholic fatty liver disease(NAFLD) atau perlemakan hati. Dalam kondisi normal, sel-sel hati seharusnya hanya mengandung sedikit lemak, namun pada penyakit liver ini terdapat penumpukan lemak yang berlebih di sel-sel hati. Perlemakan hati seringkali terjadi pada orang yang mengalami obesitas dan memiliki kandungan lemak tinggi di dalam tubuh.

  • Hepatitis. Hepatitis merupakan penyakit liver yang muncul akibat peradangan pada jaringan hati. Beberapa jenis hepatitis tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sedangkan beberapa jenis lainnya merupakan hepatitis serius yang dapat berkembang menjadi sirosis, gagal hati, maupun kanker hati. Hepatitis dapat terjadi secara akut maupun kronis. Penyebab terjadinya hepatitis sangat beragam, di antaranya adalah infeksi virus dan kondisi autoimun. Jenis-jenis hepatitis meliputi hepatitis A, B, C, D, E, dan hepatitis autoimun.

  • Hepatitis toksik (toxic hepatitis). Ini merupakan peradangan pada jaringan hati akibat tubuh terkena senyawa kimia beracun yang menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan hati. Jenis-jenis racun yang dapat menyebabkan hepatitis toksik sangat beragam, baik itu berasal dari obat, suplemen makanan, atau zat kimia lainnya. Seringkali gejala hepatitis toksik akan menghilang dengan sendirinya pada saat tubuh tidak lagi terpapar senyawa tersebut. Namun, pada beberapa kasus, hepatitis toksik yang lebih serius dapat memicu terjadinya kerusakan jaringan hati secara permanen, sirosis dan gagal hati yang membahayakan nyawa Beberapa jenis obat yang dapat mengakibatkan hepatitis toksik adalah paracetamol, isoniazid, amoxicillin, diclofenac, fenofibrate, dan phenytoin.

  • Penyakit liver kolestasis (cholestatic liver disease). Kolestasis terjadi akibat gangguan aliran empedu, baik karena berkurangnya cairan empedu maupun karena adanya hambatan pada saluran empedu. Gangguan aliran empedu dapat menyebabkan penumpukan bilirubin di dalam darah. Bilirubin merupakan produk sisa dari penghancuran sel-sel darah merah dan harus dibuang melalui feses maupun urine. Penyebab terjadinya kolestasis di dalam hati cukup beragam, baik akibat gangguan di dalam sel hati (hepatocellular cholestasis) maupun akibat gangguan saluran empedu dalam hati (cholangiocellular cholestasis). Penyebab cholangiocellular cholestasis antara lain: primary biliary cirrhosis, cystic fibrosis, dan primary sclerosing cholangitis.

  • Penyakit liver yang diturunkan (inherited liver disease). Penyakit ini disebabkan oleh kelainan genetik yang menyebabkan gangguan fungsi organ hati. Dua jenis penyakit liver genetik yang paling dikenal adalah hemokromatosis dan defisiensi alfa-1 Defisiensi alfa-1 antitripsin merupakan penyakit akibat kekurangan protein alfa-1 antitripsin yang diproduksi di dalam hati untuk melindungi jaringan paru-paru dari kerusakan. Selain kerusakan paru-paru, kekurangan protein alfa-1 antitripsin juga dapat mengakibatkan penyakit liver.

  • Kanker hati. Kanker hati merupakan jenis kanker yang awal munculnya adalah pada organ hati. Terdapat beberapa jenis kanker hati, yaitu hepatocellular carcinoma (HCC), hepatoblastoma, dan cholangiocarcinoma. HCC merupakan bentuk yang paling sering terjadi.

Faktor Risiko Penyakit Liver

Penyakit ini akan semakin berisiko menyerang orang-orang yang sering meminum minuman beralkohol, pengidap diabetes, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga.

Diagnosis Penyakit Liver

Terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini, antara lain:

  • Tes Darah. Tes ini meliputi pemeriksaan jumlah darah, kenaikan enzim hati, peningkatan GGT (gamma glutamyl transferase) dan ALP (alkaline phosphatase), peningkatan bilirubin, dan rendahnya tingkat albumin.
  • Tes Pencitraan. Merupakan tes diagnostik lain yang digunakan untuk mengkonfirmasi penyakit hati. Metode ini digunakan terutama untuk memeriksa ukuran tumor atau jaringan parut di hati.
  • Analisis Jaringan. Tindakan ini juga dikenal sebagai biopsi hati, akan memeriksa sampel jaringan hati dengan sedikit pembedahan.

Pencegahan Penyakit Liver

Pengobatan penyakit liver sangat tergantung dari penyebabnya. Beberapa penyakit liver dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan dan berhenti minum alkohol, sementara penyakit liver yang lainnya harus ditangani dengan obat-obatan, operasi atau bahkan transplantasi hati. Yang terpenting dari pengobatan penyakit liver adalah menghindari berkembangnya inflamasi menjadi sirosis yang berbahaya bagi pengidap.

Pencegahan Penyakit Liver

Untuk mencegah penyakit liver, tindakan yang harus dilakukan adalah:

  • Tidak berbagi jarum suntik dan melakukan hubungan seksual yang aman.
  • Mencegah terjadinya hepatitis dengan cara mengikuti program vaksinasi virus hepatitis.
  • Menjaga berat badan normal sesuai dengan indeks massa tubuh.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat medis maupun obat herba.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki beberapa gejala penyakit seperti yang disebutkan di atas yang berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Jangan hanya menganggap itu sebagai penyakit biasa, sebab banyak pengidap penyakit ini yang bisa sembuh jika dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.