
7 Manfaat Menggunakan Kondom untuk Kesehatan
Kondom tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah penyakit menular seksual.

DAFTAR ISI
- Manfaat Menggunakan Kondom untuk Kesehatan
- Cara Menggunakan Kondom dengan Benar
- Kapan Harus ke Dokter?
- Hubungi Dokter Ini untuk Tips Mencegah Kehamilan
Kondom adalah salah satu jenis kontrasepsi yang terbuat dari bahan sejenis karet yang dipasangkan pada alat kelamin pria.
Terlepas dari selera dan preferensi, manfaat kondom tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga baik untuk kesehatan.
Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling mudah digunakan dan efektif dalam mencegah kehamilan serta melindungi dari penyakit menular seksual (PMS).
Penting untuk memahami bahwa kondom bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan seksual secara keseluruhan.
Berikut ini adalah manfaat kondom yang perlu kamu ketahui.
Manfaat Menggunakan Kondom untuk Kesehatan
Sebagai alat kontrasepsi, manfaat kondom ternyata cukup beragam untuk menjaga kesehatan, antara lain:
1. Mencegah kehamilan dengan efektif
Jika digunakan dengan benar, kondom mampu mencegah kehamilan hingga 98%. Artinya, hanya 2 dari 100 wanita yang mungkin hamil setelah berhubungan intim menggunakan kondom. Namun, efektivitasnya bisa menurun hingga 85 persen jika pemasangan kurang tepat.
Kondom juga dapat digunakan bersamaan dengan metode kontrasepsi lainnya untuk memberikan perlindungan tambahan.
Mengingat tidak ada metode kontrasepsi yang benar-benar 100% efektif, kombinasi penggunaan kondom menjadi langkah yang bijak untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
2. Mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS)
Salah satu manfaat utama kondom adalah kemampuannya untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS).
Kondom menjadi penghalang fisik yang efektif antara cairan tubuh pasangan, sehingga mengurangi risiko infeksi seperti:
- HIV (Human Immunodeficiency Virus)
- Klamidia
- Gonore
- Sifilis
- Herpes genital
- Human Papillomavirus (HPV)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan kondom yang konsisten dan benar sebagai salah satu strategi utama dalam pencegahan PMS.
Namun, penting untuk diingat bahwa kondom tidak memberikan perlindungan 100% terhadap semua PMS, terutama yang menyebar melalui kontak kulit langsung seperti herpes atau HPV di area yang tidak tertutup kondom.
3. Mengurangi risiko kanker serviks
Infeksi Human Papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama kanker serviks.
Penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV, sehingga secara tidak langsung juga mengurangi risiko kanker serviks pada wanita.
Meski kondom tidak memberikan perlindungan penuh terhadap HPV, penggunaannya tetap disarankan sebagai salah satu langkah pencegahan.
4. Membantu memperpanjang durasi berhubungan intim
Menggunakan alat kontrasepsi ini dapat membantu pria menunda ejakulasi, sehingga hubungan intim berlangsung lebih lama.
Selain itu, beberapa jenis kondom memang dirancang khusus untuk membantu menunda ejakulasi pada pria.
Kondom ini biasanya mengandung bahan anestesi lokal seperti benzocaine yang dapat mengurangi sensitivitas penis, sehingga memperpanjang durasi hubungan seksual.
Kondom jenis ini dapat menjadi solusi bagi pria yang mengalami ejakulasi dini.
Pasangan juga bisa memanfaatkan momen pemasangan kondom sebagai bagian dari foreplay untuk menambah kesenangan sebelum berhubungan.
5. Membantu menjaga ereksi
Beberapa pria mengalami kesulitan mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual karena berbagai faktor, seperti stres atau kecemasan.
Penggunaan kondom dapat membantu mengurangi tekanan psikologis terkait performa seksual, sehingga memungkinkan pria untuk lebih rileks dan mempertahankan ereksi dengan lebih baik.
Selain itu, beberapa jenis kondom dilengkapi dengan bahan lubrikan yang dapat meningkatkan kenikmatan dan mengurangi gesekan selama berhubungan seksual.
6. Mengurangi risiko cedera saat berhubungan
Kondom biasanya dilengkapi dengan pelumas untuk memastikan penetrasi berlangsung dengan lancar.
Pelumas ini membantu mengurangi risiko cedera atau rasa sakit pada vagina selama hubungan seksual. Dengan begitu, pengalaman berhubungan menjadi lebih nyaman dan aman.
7. Lebih higienis dan aman
Selain memberikan perlindungan terhadap kehamilan dan penyakit, kondom juga membuat hubungan intim lebih higienis.
Produk ini dikemas dengan segel yang rapat, sehingga kebersihannya terjamin.
Selain itu, kondom tak hanya mampu melindungi dari PMS yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Penggunaan yang tepat juga dapat membantu melindungi dari infeksi silang bakteri atau jamur yang mungkin ada pada area genital pasangan.
Ini karena kondom mengurangi kontak langsung antara organ intim, sehingga meminimalkan risiko perpindahan bakteri atau jamur yang dapat menyebabkan infeksi.
8. Praktis dan terjangkau
Kondom sangat mudah ditemukan di apotek, minimarket, hingga platform online.
Harganya pun terjangkau, sehingga tidak membebani kantong.
Kamu bisa membelinya tanpa resep dokter atau menunjukkan identitas diri, menjadikannya alat kontrasepsi yang sangat praktis.
Itu tadi manfaat kondom untuk kesehatan dan beberapa hal yang bisa kamu lakukan dan hindari saat memakainya.
Cara Menggunakan Kondom dengan Benar
enggunaan kondom yang benar sangat penting untuk memastikan efektivitasnya. Berikut adalah langkah-langkah memakai kondom yang benar:
- Buka kemasan kondom dengan hati-hati, jangan menggunakan benda tajam yang dapat merusak kondom.
- Pastikan kondom tidak robek atau rusak.
- Letakkan kondom di ujung penis yang ereksi dengan posisi yang benar (bagian yang bisa digulung berada di luar).
- Pencet ujung kondom untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalamnya.
- Gulung kondom ke pangkal penis hingga menutupi seluruh bagian penis.
- Setelah berhubungan seksual, pegang pangkal kondom saat menarik penis keluar dari vagina.
- Lepaskan kondom dengan hati-hati dan buang ke tempat sampah.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menekankan pentingnya edukasi mengenai penggunaan kondom yang benar untuk mencegah penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami iritasi, alergi, atau infeksi setelah menggunakan kondom.
Selain itu, jika kondom robek atau terlepas saat berhubungan seksual, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi mengenai kontrasepsi darurat dan pencegahan PMS.
Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kontrasepsi pria, hubungi dokter spesialis andrologi di Halodoc saja!
Hubungi Dokter Ini untuk Tips Mencegah Kehamilan
Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif untuk membantu mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar.
Namun, setiap orang bisa memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda, konsultasikan cara cegah kehamilan yang efektif dengan dokter berikut:
- dr. Marsell Phang Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2018. Ia kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Fitria Angela Umar Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2022. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun.
Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



