• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Syarat Umum yang Harus Dipenuhi Sebelum Donor Darah

7 Syarat Umum yang Harus Dipenuhi Sebelum Donor Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Selain membantu yang membutuhkan, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor. Termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, dan berbagai masalah kesehatan lain. Namun sayangnya, tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya. Ada beberapa syarat umum yang harus dipenuhi sebelum donor darah.

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Donor Darah

Berikut ini syarat umum yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah:

  1. Kondisi fisik harus dalam keadaan sehat, jasmani maupun rohani. 
  2. Berusia 17-60 tahun. Namun, untuk remaja usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor darah, bila mendapat izin tertulis dari orangtua dan memenuhi persyaratan lain.
  3. Memiliki berat badan minimal 45 kilogram 
  4. Suhu tubuh 36,6-37,5 derajat Celcius.
  5. Tekanan darah harus berada di angka 100-160 untuk sistolik dan 70-100 untuk diastolik.
  6. Saat pemeriksaan, denyut nadi harus sekitar 50-100 kali per menit. 
  7. Kadar hemoglobin minimal 12 gr/dl untuk wanita, dan minimal 12,5 gr/dl untuk pria.

Baca juga: 5 Alasan Donor Darah Harus Dilakukan Rutin

Itulah beberapa syarat umum yang perlu dipenuhi sebelum donor darah. Perlu diketahui, kamu bisa mendonorkan darah maksimal lima kali setahun, dengan jangka waktu minimal 3 bulan.

Sebelum donor darah, calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.

Kelompok Orang yang Tidak Boleh Melakukan Donor Darah

Bukan cuma yang tidak memenuhi syarat umum yang dijelaskan tadi saja, ada juga beberapa kelompok orang yang tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya.

Berikut ini kelompok orang yang tidak boleh melakukan donor darah:

1.Orang yang Mengidap Hipertensi

Tekanan darah yang normal adalah salah satu syarat penting yang perlu dipenuhi calon pendonor. Itulah sebabnya, orang yang mengidap hipertensi tidak diperkenankan mendonorkan darahnya. Termasuk ketika baru saja mengonsumsi obat hipertensi, donor darah baru boleh dilakukan 28 hari setelahnya, ketika tekanan darah sudah stabil. 

Baca juga: 9 Orang Ini Enggak Boleh Lakukan Donor Darah

2.Orang dengan Berat Badan Kurang dari 45 Kg

Jumlah darah dalam tubuh seseorang sesuai dengan proporsi berat dan tinggi badannya. Orang yang memiliki berat badan terlalu ringan, atau kurang dari 45 kg, dianggap memiliki jumlah darah yang sedikit, sehingga dikhawatirkan tidak bisa menoleransi pengambilan darah saat proses donor.

Selain itu, orang dengan berat badan kurang dari 45 kg juga lebih berisiko mengalami anemia, dibanding yang berat badannya lebih dari itu. Jika dipaksakan donor darah, kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin memburuk.

3.Orang yang Mengidap Hepatitis B dan C

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI), Orang yang mengidap atau memiliki riwayat hepatitis B dan C juga tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah. Sebab, kedua jenis hepatitis tersebut dapat menular melalui darah. Bahkan meski sudah dinyatakan sembuh, mereka tetap tidak boleh melakukan donor darah.

Baca juga: Ketahui Manfaat Donor Darah Bagi Wanita

4.Orang yang Sedang Hamil

Sangat tidak dianjurkan melakukan donor darah saat hamil. Sebab, dikhawatirkan sirkulasi darah dalam rahim berkurang dan membuat janin menjadi stres. Selain itu, ibu hamil juga sangat rentan mengalami anemia, sehingga donor darah dikhawatirkan memperparah kondisi. Setelah melahirkan, jika ingin mendonorkan darah, sebaiknya tunggu sekitar 6 bulan setelahnya, agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan kadar zat besi yang cukup.

Itulah sedikit penjelasan tentang syarat umum donor darah dan siapa saja yang tidak boleh melakukan donor darah. Selain beberapa kriteria yang disebutkan tadi, orang yang mengidap HIV dan pernah menggunakan narkoba juga tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah. 

Jadi, penting untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter, agar bisa mengetahui status kesehatan kamu. Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Referensi:
Palang Merah Indonesia. Diakses pada 2020. Tentang Donor.
American Red Cross. Diakses pada 2020. Eligibility Criteria: Alphabetical Listing.
WHO. Diakses pada 2020. Guidelines on Assessing Donor Suitability for Blood Donation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Blood Donation.
Health Sciences Authority. Diakses pada 2020. Can I donate blood?